Tafakur Ramadhan (19)

Nabi Yang Ummi pun Diajari Baca Tulis

foto: istimewa

COWASJP.COMSYUKUR tiada berhingga bagi Allah Sang Maha Pemurah. Di hari ke-19 ini saya masih tetap diberi-Nya kesehatan lahir batin. Semoga juga Anda semua. Meskipun, agenda Safari Ramadan yang saya lakukan antar kota dan antar pulau semakin padat. Sejak kemarin saya harus bergeser ke Kalimantan untuk memberi kajian di empat lokasi yang berbeda dalam perjalanan darat ratusan kilometer. Ada satu kajian ba’da Tarawih, dua tabligh akbar, serta satu kajian ba’da subuh di kota-kota yang berbeda. Alhamdulillahi rabbil alamin.

Di awal masa kenabian, Rasulullah Muhammad Saw merasakan keprihatinan yang sangat mendalam terhadap umatnya. Beliau adalah keturunan bangsawan Mekah, dimana kakek moyangnya – Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail – adalah pendiri kota Mekah. Termasuk Ka’bah. Dan saat Nabi Muhammad masih kecil, kakeknya – Abdul Muthalib – adalah orang yang dipercaya oleh penduduk Mekah untuk menjadi ‘juru kunci’ rumah suci itu.

Di saat keprihatinannya terhadap umat yang sedemikian memuncak, Rasulullah mendapatkan amanah dari Allah untuk menjadi Rasul. Bukan hanya untuk menyelamatkan masyarakat Mekah dan sekitarnya, melainkan bagi seluruh umat manusia di muka Bumi. Termasuk kita semua yang hidup di peradaban modern dewasa ini. Sampai kelak berakhirnya zaman.

Ada yang sangat unik pada penugasan beliau sebagai Nabi dan Rasul akhir zaman. Di era ini, peradaban manusia sangat bertumpu pada sains dan teknologi. Yang tentu, berbasis kepada budaya baca tulis. Berbeda dengan zaman prasejarah yang belum mengenal baca tulis, yang karenanya sains dan teknologi tidak berkembang semaju sekarang.

Beliau diutus untuk menjadi nabi dan rasul di zaman seperti itu. Tetapi, justru beliau adalah seorang ‘ummi’ alias buta huruf yang terasing dari  budaya literal. Sebuah kontradiksi yang mengundang kontroversi sejak zaman itu sampai kini. Ummatnya ilmiah kok ‘role model’-nya ummi. Sungguh membuat saya penasaran karenanya. Maka, saya pun melakukan eksplorasi tentang hal itu. Dan kemudian saya tuangkan dalam buku DTM serial ke-18: “METAMORFOSIS SANG NABI, Dari Buta Huruf Menjadi Ilmuwan Jenius.”

Sejak wahyu pertama, Rasul yang buta huruf itu diajari Allah membaca teks, dan melakukan kajian-kajian ilmiah serta budaya literal dengan cara yang sangat spesial. Langsung berguru kepada Allah lewat perantaraan malaikat Jibril, sebagaimana terlihat dalam ayat-ayat ini.

“BACALAH dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah MENCIPTAKAN manusia dari gumpalan seperti darah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha Mulia. Yang MENGAJARI (manusia) dengan (perantaraan) PENA. Dia mengajari manusia SEGALA yang tidak diketahuinya. [Qs. Al ‘Alaq (96): 1-5]

Perhatikanlah wahyu fenomenal itu. Rasul yang buta huruf diajari untuk baca tulis, menggunakan pena. Serta memerhatikan segala ciptaan-Nya. Dimana, Dia sendirilah yang akan mengajari lewat wahyu-wahyu berikutnya. Itulah sebabnya, wahyu kedua adalah surat Al Qolam – yang bermakna ‘Pena’. Dan Rasul pun diajari tentang huruf-huruf. Dimana surat Al Qolam itu dimulai dengan sebuah huruf: ‘Nun’.

Dan menariknya, wahyu-wahyu selanjutnya diikuti dengan begitu banyak surat yang dimulai dengan huruf-huruf. Semisal: Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, Tha Ha, Ya Sin, Qaf, Shad, dan lain sebagainya. Kebanyakan penafsir tidak berani memaknai huruf-huruf yang ditempatkan di awal surat itu. Dan kemudian hanya memberikan catatan dalam kurung: (hanya Allah yang tahu maksudnya).

Tetapi saya melihatnya, ini sebagai bentuk pengajaran Allah kepada Nabi Muhammad yang buta huruf agar mengenal tulisan Arab secara mendasar, sampai ke huruf-huruf penyusunnya. Dan, kelak setelah menerima wahyu di periode Mekah selama lebih dari 12 tahun, Rasul yang awalnya buta huruf itu pun tidak disebut lagi sebagai nabi yang ummi. Melainkan, Nabi yang justru mengajarkan baca tulis dan budaya literal kepada umatnya. Subhanallah..!

Maka, PERTANYAAN yang mesti Anda jawab kali ini adalah:

1. Di ayat manakah Allah berfirman tentang nabi yang ummi, yang kemudian justru mengajarkan budaya baca tulis kepada umatnya setelah periode Mekah?

2. Kenapa Allah memilih nabi yang buta huruf justru untuk menjadi teladan bagi peradaban manusia modern yang berbasis pada baca tulis?

Selanjutnya, PEMENANG edisi ke-18, berdasar pada jawaban yang masuk di facebook dan Agus Mustofa eLibrary adalah: Mahfud Yppi.

1. Tunjukkan dua ayat lagi dimana Allah berfirman bahwa Al Qur’an asli itu masih tersimpan di Lauh Mahfuzh.

Jawaban: Q. S. Az Zukhruf ( 43 ) : 4 : " Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab ( Lauh Mahfuzh ) di sisi Kami, adalah benar - benar tinggi ( nilainya ) dan amat banyak mengandung hikmah ". Q.S. Al Buruuj ( 85 ) : 21 - 22 : " Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yang mulia, yang ( tersimpan ) di dalam Lauh Mahfuzh".

2. Selain Al Qur’an asli, apa lagikah yang tersimpan di Lauh Mahfuzh itu? Dimanakah Lauh Mahfuzh itu berada?
Jawaban: Selain Al Qur'an yang asli, di Lauh Mahfuzh juga disimpan catatan kejadian ( takdir ) seluruh makhluk di alam semesta dan Lauh Mahfuzh berada di sisi Allah.

Selamat, Anda memeroleh hadiah buku Tasawuf Modern berjudul: "IBRAHIM PERNAH ATHEIS". Silakan hubungi 0878 5433 5454 untuk alamat pengiriman hadiahnya. Salam.

ADA CUPLIKAN VIDEO & HADIAH BUKU SETIAP HARI.

http://agusmustofa.com/

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda