Wali Paidi Episode 31

Setelah Pastor Bertemu Mufti di Mesir

Gereja Vatikan. (FOTO: cnnindonesia.com/AFP)

COWASJP.COM – Wali Paidi tertidur di serambi masjid pondok usai menyapu halaman pondok. Begitu bangun Wali Paidi berjalan ke arah serambi sebelah kiri dan menjalankan sholat Dhuha. Setelah itu tidur lagi.

Dalam tidurnya Wali Paidi bermimpi melihat seorang pastor Katholik di sebuah gereja yang sangat besar. Pastur membuka kitab Injil.

“Injil Perjanjian Lama ini isinya lebih sempurna,” ucap pastor.

Dalam mimpinya Wali Paidi seakan melihat film tentang kehidupan singkat seorang pastor panutan semua ummat Katholik. Terlihat begitu serius pastor membaca Injil Perjanjian Lama itu. Dalam beberapa hari pastor tidak keluar dari dalam kamar untuk membaca Injil yang sangat menarik hatinya. Di bab terakhir pastor ini membaca bakal datang nabi terakhir.

Setelah membaca Injil Perjanjian Lama pastor sulit tidur. Beliau memikirkan tentang sosok nabi ummat Islam, yakni Nabi Muhammad memang sesuai dengan Injil Perjanjian Lama yang dibacanya.

Ketika pastor berkunjung ke Mesir, beliau mengunjungi mufti-mufti Mesir. Bertanya mengenai agama Islam. Beliau ingin mempelajari Islam lebih dalam. Dan, salah seorang mufti menghadiahi pastor ini sebuah Alquran.

Usai kunjungan ke Mesir, beliau kembali ke Vatikan. Membaca lembar demi lembar isi Alquran. Pastor ini semakin kagum pada isi Alquran. Setiap ada waktu luang beliau membaca Alquran. Setelah hatam beliau ulangi lagi membaca.

Tanpa disadarinya beliau telah mendapatkan kenikmatan dalam membaca Alquran. Ketika di lain waktu pastor bertemu lagi dengan mufti Mesir yang memberikan Alquran, pastor berkata:

“Aku tidak akan bisa tidur sebelum membaca beberapa ayat Alquran. Terima kasih telah memberikan Alquran yang begitu mengagumkan ini kepadaku.”

Walaupun begitu pastor ini belum mau membaca Syahadat. Walaupun hatinya sudah yakin mengenai kebenaran agama Islam karena situasi dan kedudukannya tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu.

Lalu Wali Paidi dalam mimpinya melihat pastor tersebut berbaring dalam keadaan sakit dan mendekati ajalnya. Ketika pastor melihat ada malaikat yang datang kepadanya, beliau bertanya:

“Siapakah Anda?”

“Aku adalah Izrail yang diperintah Allah untuk mencabut nyawamu hari ini,” jawab malaikat.

“Sungguh benar apa yang dikatakan di dalam Alquran mengenai hal ini,” kata pastor.

Ketika ruh pastor ini baru melewati jari-jari kakinya, beliau (pastor) dengan penuh keyakinan berkata:

Asyhadualla ilaha illallah ... wa asyhadu anna Muhammad rasulullah ...”

Dan seketika itu juga Allah mengangkat derajat pastor ini menjadi salah seorang walinya dari wali-wali Allah di seluruh dunia. Banyak yang menyaksikan bahwa ruh pastor ini keluar menuju ke hadirat Allah, dan diberi kenikmatan di sisi Nya. Tidak menuju ke neraka.

Para wali yang melihat hal ini saling bertakbir dan bertahmid memuji kebesaran Allah. 

Lalu Wali Paidi terbangun. Setelah mengucapkan tahmid dan takbir Wali Paidi beranjak dari masjid pergi ke warung kopi di belakang masjid. Ketika baru saja duduk di warkop itu, Wali Paidi melihat berita di TV yang berada di pojok warkop mengabarkan bila Paus Johanes Paulus II telah menginggal dunia. (Bersambung)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda