Tour Pertama Para Janda JP (1)

Sehari Bertemu Dua Pangdam

Para Janda Pahlawan JP foto bersamaPangdam V Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko. (Foto-foto: CoWasJP)

COWASJP.COMINILAH tour kali pertama Para Janda JP (Grup Jawa Pos). Sebelumnya tidak pernah ada tour yang dinikmati para janda karyawan JP. Tour pertama ini akan berlangsung empat hari, start Selasa 3 Oktober pagi dan rencananya pulang Jumat malam 6 Oktober 2017.

Alhamdulillah, tujuh Janda Pahlawan JP yang menikmati tur pertama ini merasa suka cita. Suprise. "Kami tidak menyangka bisa berkumpul kembali. Apalagi bisa melaksanakan tour yang sangat mengesankan," kata Nyonya Mesran. Janda Mas Mesran, sopir ekspedisi JP yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas dekade 1990-an silam.

Dalam sambutannya ketika dijamu makan malam oleh Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Nyonya Mesran berkata: "Saya tidak menyangka sama sekali bisa bertemu Pangdam dan disambut luar biasa seperti sekarang. Saya rakyat biasa, Bapak Pangdam. Kami serasa bermimpi malam ini dijamu di rumah dinas Bapak Pangdam" 

tur1aW1Ie.jpgFoto bersama di kediaman Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Tak hanya Ny Mesran. Nyonya Rais yang suaminya dulu karyawan pemasaran JP, Nyonya Kholili Indro (wartawan JP), Nyonya Masduki (suaminya sopir ekspedisi JP), Ny Bambang Petruk (suaminya sopir), Nyonya Elman (suaminya redaktur senior JP), dan Nyonya Eko Prayogo (suaminya pracetak JP) merasakan hal yang sama.

Di hari pertama tour mereka diterima dua Pangdam. Selasa 3 Oktober jam 08.00 pagi diterima Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko. Di ruang kerjanya Makodam V Brawijaya. Malamnya jam 19.00 diterima Pangdam IV Diponegoro di rumah dinasnya. Dijamu makan pula dengan hiburan elekton.

Pulang dari Makodam Brawijaya ibu-ibu Janda JP itu membawa bingkisan, pulang dari rumah dinas Pangdam IV Diponegoro pun membawa bingkisan.

tur2qDzFA.jpgPangdam Mayjen TNI Tatang Sulaiman (paling kiri)

"Kami.merasa tersanjung dan dihormati," kata Nyonya Kholili Indro.

Baik Pangdam Brawijaya dan Pangdam Diponegoro mengaku senang menerima tamu janda karyawan koran sebesar Jawa Pos. "Kami TNI memang harus merakyat. Dekat dengan rakyat. Kami harus menjadi pengayom mereka," tutur Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko dalam sambutannya.

Begitu pula Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman. "Saya sudah menerima sekitar 2 ribu janda selama 5 bulan ini jadi Pangdam Diponegoro. TNI harus merakyat. Jadi ibu-ibu Janda Jawa Pos tidak perlu canggung dan heran. Dalam istilah TNI, para janda disebut warakawuri. Sebab kalau disebut janda rasanya koq kurang enak," kata Mayjen TNI Tatang Sulaiman yang langsung disambut tawa oleh para Janda Pahlawan JP

tur3kQprP.jpgDari kiri: mantan wartawan JP Sigit Supriyono dan Bejan Syagidan, dan Nyonya Elman di ruang kedatangan VIP Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Dalam jamuan makan malam itu para staf juga hadir. Mulai Kadivhumas sampai Asops. Sama dengan ketika dijamu Pangdam Brawijaya. Bedanya di Makodam Brawijaya, Pangdam dan seluruh stafnya berpakaian seragam lengkap dengan pangkatnya. Di rumah dinas Pangdam Diponegoro, beliau-beliau berbusana batik. Lebih nonformal.

Pertemuan dengan dua Pangdam dalam sehari ini tak lepas dari bantuan sedulur Cowas, Aqua Dwipayana yang dikenal sebagai motivator nasional. Motivator nasional di jajaran TNI dan Polri. Berkat kedekatan Mas Aqua sejak kedua Pangdam tersebut berpangkat Letkol itulah yang membuat tujuh janda JP bisa diterima Pangdam dengan baik.

Dan, dalam tour tersebut Aqua Dwipayana ikut mengiringi sejak berangkat dari Surabaya, 3 Oktober 2017 pagi.

PENCERAHAN JAMKRINDO

Di Surabaya, para Janda JP tak hanya diterima Pangdam. Tapi juga Pemimpin Perum Jamkrindo Wilayah VI Jatim, Loesdarwanto di kantornya di Jalan Raya Juanda dekat Hotel Utami. Beliau juga sahabat Mas Aqua. Mereka diterima di ruang rapat yang sudah terhidang minuman dan snack di meja.

tur4n2lC3.jpgPimpinan Perum Jamkrindo Wilayah VI Jatim, Loesdarwanto (tengah)

Di sini para Janda JP diberikan penjelasan bagaimana bisa mendapatkan kredit bank untuk usaha. 

"Jamkrindo adalah BUMN yang bertugas menbantu para pengusaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperoleh tambahan modal dari bank," terang Cak Loes, sapaan akrab Loesdarwanto.

Sekarang ini banyak bank yang mencari peminjam dana (debitor). Tahun ini tersedia dana Rp 3,9 triliun untuk usaha mikro, kecil dan menengah. Sampai Oktober ini baru 70 persen yang tersalur. Tahun depan (2018) disediakan dana yang baru Rp 4,3 triliun. Tidak ternasuk dana yang belum terserap tahun 2017.

tur5bVz1B.jpgIbu-ibu Janda JP saat mengunjungi Rumah Lawang Sewu di Semarang.

"Kami akan membimbing pengusaha mikro untuk meningkat jadi pengusaha kecil. Yang kecil jadi menengah. Yang menengah jadi besar. Nah, kalau sudah besar biasanya mereka sudah lupa pada Jamkrindo," tuturnya seraya senyum. Jamkrindo memang fokus pada usaha mikro, kecil dan menengah.

Tidak semua yang minta kredit bisa langsung mendapatkannya. Harus dipelajari dulu seberapa besar kapasitas pengusaha itu. Apakah ada tren naik. Misalkan penjual nasi pecel yang biasanya laku 50 piring per hari bisa dinaikkan 60 piring per hari. Ini ditandai dengan masih ada pembeli yang datang setelah nasi pecelnya habis. Padahal masih jam 10.00.

tur65xIQD.jpgNyonya Eko Prayogo (kiri) dan Ny. Mesran (kanan) menyanyi di kediaman Pangdam IV Diponegoro

Jamkrindo akan melihat potensi ini dulu sebelum membantu pengusaha mendapatkan pinjaman modal. Jamkrindo juga memberikan masukan-masukan agar pengusaha kecil punya kemempuan untuk berkembang.

"Perlu ibu-ibu ketahui 99 persen pengusaha Indonesia adalah pengusaha mikro, kecil dan menengah. Pengusaha besarnya hanya 1 persen! Inilah tantangan ekonomi nasional ke depan. Bagaimana menaikkan level yang mikro, kecil dan menengah. Jadi, kalau ibu-ibu sekarang merintis usaha, pintu Jamkrindo terbuka untuk membantu," urai Cak Loes.

tur7WR2wf.jpgSilaturahim dengan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko yang rendah hati.

Sementara ini, Nyonya Kholili sedang merintis produksi busana Muslimah. Nyonya Mesran merintis usaha kuliner.

Diharapkan usai tour pertama janda JP, kedua beliau terpacu untuk berusaha keras meningkatkan usahanya. Dan tak segan mohon bimbingan Jamkrindo. (*)

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda