Tafakur Ramadhan (6)

Baik-Buruk untuk Kita Sendiri

COWASJP.COMALHAMDULILLAH. Memasuki hari keenam puasa, berat badan saya turun 2 kilogram. Ini pertanda baik. Sebuah indikator terjadinya detoksifikasi alias penggelontoran racun dari dalam tubuh. Apalagi, saya amati kulit wajah saya lebih segar dan lebih kenyal.

Memang, beberapa hari awal Ramadan ditandai oleh proses detoksifikasi itu. Setiap Ramadan saya selalu mengamati tingkat kesehatan saya dari hari ke hari. Termasuk, saat menulis buku "UNTUK APA BERPUASA" beberapa tahun yang lalu. Bahkan saya meminta sejumlah relawan untuk keluar-masuk laboratorium kesehatan demi mencermati indikator kesehatannya.

Hasilnya sangat menarik. Diantaranya, pada 10 hari pertama terjadi indikasi detoksifikasi. Kualitas fungsi hati, ginjal dan pencernaannya menuju normal secara signifikan dibandingkan sebelum puasa. Dan ini, yang kelihatan sepele tapi penting, berat badan relawan susut rata-rata 2 kilogram..!

Ya, ternyata proses detoksifikasi itu seiring dengan menurunnya berat badan. Memang bervariasi. Tetapi, prinsip dasarnya adalah susutnya berat badan, yang menunjukkan tergelontornya sampah-sampah beracun dari dalam tubuh kita.

Sebaliknya, jika barat badan bertambah, itu menunjukkan proses detoksifikasi tidak terjadi. Lha wong berpuasa kok berat badannya bertambah. Bisa dipastikan, secara substansial, ia tidak sedang berpuasa. Melainkan sedang 'balas dendam' dan sekedar menggeser jam makan belaka. Dari biasanya siang hari, menjadi malam hari. Dan dalam jumlah yang lebih banyak. Sekeluar bulan Ramadan, kesehatannya tidak akan bertambah baik, melainkan lebih buruk dikarenakan obesitas.

Berpuasa di bulan Ramadan adalah proses 'tune up'. Memperbaiki setelan 'mesin kehidupan' dalam diri kita. Hasilnya tubuh lebih sehat, jiwa lebih jernih. Dan itu sudah bisa dirasakan langsung, seiring dengan proses puasa dari hari ke hari. Jika Anda tidak merasakan perbaikan dari hari ke hari, harap dicermati, sepertinya ada yang salah dengan puasa Anda.

Setiap bulan Ramadan aktivitas saya tidak malah menurun. Tapi, justru meningkat. Performa dan produktivitas saya naik. Ibarat sebuah mesin mobil atau motor yang sudah di-'tune up'. Makan lebih sedikit, tidur lebih singkat, tetapi aktivitas berlipat.

Setiap pagi saya menulis untuk kolom Tafakur Ramadan. Tidak pernah tidur setelah shalat subuh. Tapi, tidak mengantuk. Padahal, malam hari tidur rata-rata 4 jam. Sedangkan di siang hari sampai malam, saya punya agenda yang padat untuk bekerja dan berceramah. Selama Ramadan, ada puluhan jadwal ceramah dari kota ke kota. Padahal di luar Ramadan, jadwal ceramah saya, dalam sebulan, bisa dihitung dengan jari.

Saya justru merasa lebih baik saat berpuasa. Persis seperti firman Allah di dalam Qs. 2: 184 ~ "wa antashumu khairulakum inkuntum ta'lamun - Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" ~

Maka, sesungguhnya segala ibadah kita itu dampaknya untuk kebaikan kita sendiri. Berbuat baik bakal kembali kepada kita, berbuat buruk juga bakal kembali kepada kita. Begitulah cara Allah mendidik hamba-Nya dalam beragama...

Maka, PERTANYAAN yang harus Anda jawab kali ini adalah:

1. Di ayat manakah Allah berfirman bahwa segala perbuatan yang kita lakukan itu sebenarnya adalah untuk kebaikan atau keburukan kita sendiri?

2. Di ayat mana pula disebutkan, bahwa orang yang berdosa itu sesungguhnya adalah 'menganiaya dirinya sendiri'?

Kemudian, untuk PEMENANG edisi kelima, berdasar jawaban yang ada di Facebook maupun Agus Mustofa eLibrary adalah atas nama:  Siti Zubaidah 

1. Di ayat manakah Allah berfirman bahwa Dia menghendaki kemudahan dan bukan hendak mempersulit hamba-Nya?

Terdapat pada QS. Al Baqarah (2) : 185, "... Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..."

2. Menurut Anda, kenapa masih ada persepsi sebagian orang yang mengira agama ini begitu sulit dijalani?

Karena belum faham dg perintah2 agama itu sendiri, mereka menjalankannya karena terpaksa, bukan dg keikhlasan. Perintah agama terasa membelenggu kehidupannya, bukan pembebasan, sebagai suatu kebutuhan yg akan membuatnya bahagia dunia akhirat.

Anda memperoleh hadiah buku Tasawuf Modern berjudul "MEMBELA ALLAH". Silakan hubungi HP/ WA 0878 5433 5454 untuk alamat pengiriman hadiahnya. Salam.

ADA CUPLIKAN VIDEO & HADIAH BUKU SETIAP HARI
Link video: http://agusmustofa.com/?page=video

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda