22 September, Panahan Jatim Bukukan 4 Emas
Ladang Emas Kontingen Jatim kini terbuka di nomor recurve cabor panahan PON XIX Jabar 2016. Buktinya, Kamis 22 September 2016, dari nomor ini tim Jatim sukses membukukan empat medali emas.
Selengkapnya
Ladang Emas Kontingen Jatim kini terbuka di nomor recurve cabor panahan PON XIX Jabar 2016. Buktinya, Kamis 22 September 2016, dari nomor ini tim Jatim sukses membukukan empat medali emas.
SelengkapnyaGiliran cabor senam Jatim berkibar. Kamis 22 September 2016, tim senam Jatim berhasil mempersembahkan 6 (enam) medali emas kepada 38,8 juta Arek-Arek (Rakyat) Jatim.Total, Jatim berhasil menambah 9 medali emas.
SelengkapnyaSampai pukul 16.15 WIB, data perolehan medali di markas PB PON XIX Jabar 2016, menunjukkan bahwa Kontingen Jawa Timur (Jatim) telah berhasil menggusur posisi Kontingen DKI Jakarta dari peringkat 2 Klasemen Perolehan Medali.
SelengkapnyaSampai Selasa 20 September 2016, para atlet renang Jatim sukses mempersembahkan medali emas terbanyak.
SelengkapnyaPasca gagal di nomor tim relay bersama Crismonita dan Tomi Hidayat, Zainal Fanani berhasil merealisasi target medali emas yang dibebankannya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat.
SelengkapnyaUAN RUMAH Jawa Barat (Jabar) menghalalkan segala cara untuk merebut tahta juara umum PON XIX 17 – 29 September 2016.
SelengkapnyaLantaran keberatan atas hasil keputusan wasit yang dianggap memihak tuan rumah Jawa Barat selama berlangsungnya pertandingan di cabang olahraga (cabor) judo, beberapa kontingen memutuskan untuk tidak mengikuti pertandingan hari terakhir cabor tersebut.
SelengkapnyaDari 19 medali emas yang berhasil diraih Kontingen Jatim sampai Minggu 18 September malam,
SelengkapnyaMenurut data perolehan medali dari www.pon-peparnas2016jabar.go.id, Kontingen Jatim makin memperkecil beda jumlah medali emas dengan Kontingen Jabar.
SelengkapnyaPerjuangan Arek-Arek Jatim di pentas PON XIX Jabar 2016 benar-benar keras. Tiap keping medali emas harus direbut susah payah dan dengan cara meyakinkan (terutama di cabor tak terukur, seperti wushu).
Selengkapnya