Siaap.....Belanda Sudah Dekat

Foto-Foto dan ilustrasi: CoWasJP.

COWASJP.COMLANGKAH tegap tiga anak muda di PerumahanTROPODO INDAH Blok N, Waru, Sidoarjo, sudah hampir mendekati nomer 44, seketika itu seorang lelaki tua setengah berteriak: " Nia, siap...Belanda sudah dekat! 

Secepat itu pula seorang gadis yang punya nama panggilan Nia, menyambar menu list. Kecepatan Nia juga dibarengi kecepatan Slamet Oerip Prihadi ( 65), si lelaki tua itu menyilakan ketiga anak muda berkulit coklat untuk duduk di kursi yang tersedia di "Kopine Cowas".

Memang, kulit pengunjung warung kopi milik Slamet itu coklat. Tapi nanti dulu, minuman yang dipesan bukan es teh manis, bukan pula nasi pecel. Mereka pesan Cappucinno ice dan Mochacinno ice. Kemudian yang perawakannya agak pendek sore itu pesan Hot Taro Latte.

steak-andalan-tropinIRA4n.jpg

Lho minuman apa pula itu? Nah, terus terang bagi  yang tak biasa cangkruk di kafe memang akan terbengong bengong. Tapi sekali mencoba bisa kecanduan. Bahkan setiap malam akan terus terbawa mimpi", kata Nia (27) anak tunggal Slamet ini. Tentu Nia tidak asal bicara, ini semua didukung oleh suasana di Kopine Cowas setiap harinya.

Bayangkan, di perumahan sederhana ini ada warkop yang bernuansa " Westren". Karena itu, tak ayal lagi kalau Slamet menyebut pengunjung dan pelanggannya dengan sebutan " Belanda", meski kulitnya boleh dibilang " gak ada putih putihnya" blass. 

Tak jadi soal memang, yang penting minumnya ya itu tadi antara lain Cappucinno Latte Ice dan Mochacino Latte Ice  Soal harga, Slamet berani taruhan rokok gudang garam lima pak, pasti di warkopnya jauh lebih murah di banding harga di kafe kafe di Sidoarjo. Apalagi di banding Surabaya. Lihat saja Mochacino Ice dan Cappucino Ice masing masing cuma Rp 8000.

capucinomZoT9.jpg

Bukan hanya itu, menurut Slamet, di Kopi Cowas yang punya arti khas kopi konco lawas ini, juga dilengkapi dengan minuman yang mennggiurkan. Apa lagi kalau bukan Straberry Milkshake Ice dan Vanilla Milkshake Ice dengan harga juga Rp 8000. Tapi bagi pengunjung yang suka yang panas panas, Warkop yang luasnya 18 meter persegi juga menyediakan, kopi tubruk dan cappucino panas. 

Pokoknya panas dingin ada di sini," tukas Slamet sambil mengajak "Tiga Sinyo Belanda" tadi berbincang bincang. Ternyata perbincangan tetap bekutat pada pesanan mereka.

suryadi91NP.jpg

" Saya pesan kartu abang", tukas salah satu dari mereka. Kartu Abang? Ya itu menu yang berupa pancake yang dikombinasi strawberry. Sedangkan yang dua lainnya ternyata sudah lebih dulu pesan steak sapi dan chicken steak. Wouw..sedia steak juga rupanya? 

"O ya..ike sediakan itu buat mereka yang suka itten di kita punya warkop. Jij mau juga itu steak," ujar Slamet yang punya segudang pengalaman di dunia jurnalis ini, sambil tergelak gelak. Tak salah memang kalau Slamet menawarkan  steak. Karena harganya sangat murah. Cuma Rp 20.000 untuk yang sapi, dan Rp 18.000 untuk ayam.

di-tropinLZBeV.jpg

Nah, barangkali karena itu pelanggan Kopine Cowas tidak cuma bekutat di daerah Tripodo saja, tapi juga sampai ke Pondok Tjandra dan Wadung Asri, Sidoarjo.  Itulah keseharian warkop yang dikelola oleh Nia, tapi di bagian lain setiap pagi mereka juga menyediakan makanan khas untuk sarapan. Tidak salah lagi, yakni bubur ayam yang ditanggung ' mak glender'.

hendral-ngamukNygxo.jpg

"Jam enam pagi, kami sudah siap melayani. Tentu saja kami kalau Sabtu Minggu kami sangat sibuk. Karena melayani mereka yang pulang jalan pagi", sahut Slamet. Percaya! Karena harga buburnya cuma Rp 7000, kemudian kalau ingin lebih nikmat, pesan saja Bubur Ayam Cowas artinya tambah ati rempelo. Cuma Rp 10.000.

"Murah khan, ingat di sini yang penting murah tapi bukan murahan," ujar Slamet sambil.mengepulkan asap rokoknya. Asap itu membumbung tinggi melewati pintu warkopnya. Semakin tinggi.. tinggi sekali. Seperti harapan Slamet dan Nia pada warkopnya. Semoga! (*)

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda