SELAMA mengikuti prosesi kedatangan jenazah Joko Susilo di rumah duka di Sentul City, banyak yang I membuat saya terkesima. Saya menyaksikan bagaimana seorang Joko bisa memiliki banyak teman yang luar biasa.
TIGA bulan setelah lulus dari IPB tahun 1984, saya tertarik untuk mengikuti rekrutmen menjadi reporter Jawa Pos seperti teman dekat saya waktu kuliah yg sudah menjadi wartawan Kompas dan Tempo, yg menurut saya keren.
SELASA siang tadi, 26 Januari, media sosial ramai memberitakan meninggalnya mantan Duta Besar RI di Swiss, Djoko Susilo. Anggota DPR RI masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini diberitakan meninggal dunia di RS Ali Sibro Ciganjur.
Saat itu aku masih mahasiswa. Numpang baca Jawa Pos di parkiran motor kampus. Nama sampean ngetop banget, sebagai wartawan JP yang paling fasih ngomong Inggris, di samping junior sampean mas Ali Murtadlo.
INNALILLAHI wa innailaihi rojiun.... Kaget setengah mati ketika bos Kalteng Pos infokan saya, mas Joko Susilo wafat. Kebetulan kami lagi makan siang di Kayahan, Palangkaraya, Kalteng.
Siang itu saya ternganga melihat tayangan di sebuah stasiun teve swasta. Reporter berita televisi tersebut menyebutkan volume sampah yang setiap hari dihasilkan oleh Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sebanyak 1.600 ton.
MINGGU 24 Januari 2016, Sirkuit Sepang Malaysia menjadi saksi kehebatan Sean Galael. Pembalap muda Indonesia ini meraih podium terhormat di arena balap mobil Le Mans seri Asia LMP2.