BUMD, Mengapa Harus Lahir?
Saya tidak tahu. Benar-benar saya tidak tahu. Mengapa "bayi" BUMD (badan usaha milik daerah) yang namanya PDAU (perusahaan daerah Aneka Usaha) dilahirkan? Kenapa dia harus ada, bila kemudian dibiarkan merana?
Selengkapnya
Saya tidak tahu. Benar-benar saya tidak tahu. Mengapa "bayi" BUMD (badan usaha milik daerah) yang namanya PDAU (perusahaan daerah Aneka Usaha) dilahirkan? Kenapa dia harus ada, bila kemudian dibiarkan merana?
SelengkapnyaSiapa yang tidak mengenal sosok yang satu ini, Suradi. Saya dan rekan-rekan lainnya biasa memanggil dengan nama Pak Radi.
SelengkapnyaMasih hangat di telinga kita, Djoko Susilo ( 54 ), mantan Dubes Swiss, meninggal akibat serangan jantung, Selasa 26 Januari pekan lalu. Memang,
SelengkapnyaAda yang terasa aneh saat memasuki area ruang tunggu Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (SHIA) Jakarta. Koridor pintu boardingnya terasa lapang dan nyaman.
SelengkapnyaSepulang dari Amerika Serikat, saya langsung mendapat pekerjaan istimewa. Menjadi Tenaga Ahli (TA) anggota DPR RI. TA menempati strata kedua, setelah anggota DPR itu sendiri dalam lingkungan kantor wakil rakyat.
SelengkapnyaDi sudut jalan rombengan, sekelompok penjual akik asyik menata dagangan. Satu-dua orang berjongkok di depannya menimang-nimang batu bulat lonjong.
SelengkapnyaMESKI seorang suami usia sudah kepala enam --seperti penulis usia 60 tahun-- namun tetap bisa bikin istri bahagia dalam hubungan di atas ranjang.
SelengkapnyaREUNI Seduluran Sampek Matek CoWas JP Minggu 31 Januari bisa dikategorikan paling hot.
Selengkapnya‘’Inilah the real writing society!’’ tegas Khairul Anwar, akademisi di UIN Malang mengomentari Cowas JP yang kini memiliki portal www.cowasjp.com.
SelengkapnyaMenarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan
Selengkapnya