Cukong Pilkada

COWASJP.COM – Tampaknya kita bakal pesimistis memperoleh kepala daerah yang tak tersandera pada Pilkada serentak Desember nanti. Ini jika fakta yang diungkap Menko Polhukam, Mahfud MD, ini benar. Bahwa 92 persen calon kepala daerah di Indonesia dibiayai cukong. Dan, kata Mahfud, mereka akan melakukan korupsi kebijakan sebagai timbal balik kepada cukong.

Soal adanya “investor”  dalam Pilkada atau Pilpres sebenarnya sudah rahasia umum. Tapi, ketika yang mengungkap adalah Menko Polhukam, ini menjadi sangat menarik. Apalagi angkanya  fantastis, 92 persen. Berarti, dari 100 calon kepala daerah, hanya 8 yang tak dibiayai cukong. Berarti kecil kemungkinan kepala daerah kita nanti orang yang amanah. Yang tak akan korupsi atau kolusi. Sebab, mereka harus balas jasa kepada para investornya. 

Apa kata Mahfud ini sejalan dengan studi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebanyak 82 persen calon kepala daerah dibiayai oleh sponsor. Bukan dibiayai partai atau dana sendiri. Ini, kata komisioner KPK Nurul Ghufron, menjadi awal praktik korupsi di daerah. Juga politik uang. 

amchfud.jpgMenko Polhukam Mahfud MD. (FOTO: semaranginside.com)

Tak sepenuhnya “investor” Pilkada adalah pengusaha. Yang berkepentingan untuk memperoleh konsesi bisnis saat yang dibiayai menjadi kepala daerah. Di beberapa kabupaten, sang investor adalah para bandar taruhan. Mereka membiayai “gacoannya” agar menang, sehingga taruhannya juga menang. 

Para bandar ini cukup royal. Mereka biasanya tidak masuk sejak awal. Mereka mulai terlibat saat calon kepada daerah sudah memperoleh tiket. Kontribusinya berupa sarana dan prasarana kampanye. Juga jelang coblosan dengan menyiapkan amplop politik. 

Beda dengan bandar, cukong bermain sejak dari awal. Bahkan, kadang mereka yang memilih calon kepala daerah. Termasuk menguruskan rekomendasi dari parpol. Setidaknya, itulah pengakuan seorang cukong yang lama terlibat di Pilkada. 

Cukong ini dulu sekadar menjadi isu bumbu-bumbu Pilkada, karena sulit dibuktikan.  Tim sukses biasanya menutup rapat-rapat siapa donatur calon kepala daerah yang didukungnya. Bahkan, sulit ditelusuri dari laporan keuangan calon kepala daerah. Yang seharusnya semua penyumbang tertulis dalam laporan. Kita tahu para calon kepala daerah menghabiskan puluhan miliar untuk keperluan ini. Tapi kita tak pernah memperoleh jawaban.  Dan pernyataan Mahfud MD dan survey KPK ini mengkonfirmasi isu-isu itu. 

*

Bagaimana konspirasi cukong dan politikus untuk merebut kekuasaan digambarkan secara apik oleh sutradara Jonathan Demme dalam film The Manchurian Candidates. Film yang dibintangi Denzel Washington (rilis ulang) itu menggambarkan bagaimana sang cukong Manchurian Global menyiapkan sedemikian rupa calon penguasa AS sejak sang calon, Raymond Shaw (Liev Schreiber), masih berpangkat sersan. 

Alkisah, sepasukan tentara AS yang bertempur dalam perang gurun di Kuwait 1991, Kapten Ben Marco (Denzel Washington), Sersan Raymond Shaw (Liev Schreiber), dan Kopral Al Melvin (Jeffrey Wright) dan pasukannya terlibat dalam pertempuran. Shaw tiba-tiba menjadi pahlawan dan diberi penghargaan Medal of Honor karena keberaniannya menyelamatkan rekan-rekannya. Ia kemudian keluar dari dinas militer dan meniti karier dalam bidang politik. 

the.jpgDESAIN: TV Guide.

Usai perang, Ben Marco, yang lalu jadi Mayor, selalu dihantui mimpi-mimpi tentang apa yang terjadi dalam perang gurun tersebut. Ketika bertemu Al Melvin, ia tahu mimpi itu juga terjadi pada sisa pasukannya. Ia juga tahu bahwa dirinya dan teman-temannya telah dihipnotis untuk mengakui kepahlawanan Shaw. Apalagi, ia menemukan sebuah chip tertanam di punggungnya. Kecurigaannya makin kencang karena Melvin dan teman-teman sepasukannya tewas secara misterius. 

Di tempat lain, Shaw menjadi sorotan media karena kiprahnya yang luar biasa dalam politik.  Dalam usia muda ia telah menjadi kandidat Wakil Presiden AS. Hanya beberapa orang saja yang tahu bahwa di belakang Shaw berdiri seorang perempuan yang begitu berkuasa, yaitu Senator Eleanor Prentiss Shaw (Meryl Streep), yang tak lain adalah ibunya sendiri. Eleanorlah yang ’’menjual’’ Shaw pada korporat besar bernama Manchurian Global Corp. 

Skenario politik Manchurian Global-Eleanor tidak berhenti di situ. Sang presiden direncanakan dibunuh untuk memberi jalan Shaw menjadi orang nomor satu di AS. Tapi Ben Marco yang ’’sudah terpengaruh’’ dan diharapkan bakal menembak presiden, ternyata tersadar dan justru menembak Shaw dan sang ibu.

*

Meski karya fiksi, cerita seperti Manchurian Global banyak terjadi di dunia nyata. Termasuk di sini. Seperti yang diungkap Mahfud MD. Jawa Timur adalah provinsi yang sangat menarik. Dan kabupaten-kota di Jawa Timur yang menggelar Pilkada Desember nanti seperti gadis cantik yang diperebutkan. Rata-rata APBD Kabupaten-Kota di Jawa Timur cukup besar. Surabaya, misalnya, APBD 2020 ini mencapai Rp 10,3 triliun, Kabupaten Malang Rp 4,6 triliun, dan Sidoarjo Rp 4,3 triliun. 

APBD yang besar menandakan kue yang besar pula. Ini tentu menarik bagi pengusaha yang ingin memperoleh proyek di pemerintah daerah. Atau setidaknya bisnis mereka di kabupaten/kota yang kepala daerahnya di-support bakal lancar. (*)

Penulis adalah Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Wakil Dekan Sekolah Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda