Rapat Pleno PBNU 29 Januari 2026: Gus Yahya Dipulihkan sebagai Ketum
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menyelesaikan konflik internal melalui Rapat Pleno yang digelar Kamis (29/1/2026) di Jakarta Pusat.
Selengkapnya
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menyelesaikan konflik internal melalui Rapat Pleno yang digelar Kamis (29/1/2026) di Jakarta Pusat.
SelengkapnyaBENCANA BANJIR bandang dan longsor yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada awal tahun 2026 tidak hanya menghancurkan hunian dan sarana prasarana. Tetapi juga menciptakan krisis akses air bersih yang mengancam kesehatan masyarakat.
SelengkapnyaIslah yang menghubungkan kembali Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bukanlah hasil kebetulan.
SelengkapnyaPerselisihan internal yang berkepanjangan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya menemukan titik terang
SelengkapnyaPerselisihan internal di lingkaran tertinggi Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menarik perhatian publik belakangan ini. Yang membagi pimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menjadi dua kubu utama: Kubu Keramat dan Kubu Sultan.
SelengkapnyaDinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) semakin terasa menjelang Rapat Pleno PBNU yang dijadwalkan 9-10 Desember 2025. Antara lain akan membahas pergantian Ketua Umum PBNU.
SelengkapnyaPondok Pesantren Tebuireng, Jombang – pesantrennya Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) Hadratusyech KH Hasyim Asy'ari, kembali menjadi saksi penting dalam perjalanan organisasi umat terbesar di Indonesia.
SelengkapnyaDi tengah riuhnya dinamika internal yang mengguncang keheningan rumah besar Nahdlatul Ulama (NU), suara seru dari Badan Otonomi (Banom) NU muncul sebagai penyangga keutuhan.
SelengkapnyaKetua Umum PBNU, Gus Yahya Cholil Staquf, menghadapi tantangan berat terkait tuduhan afiliasi dengan zionisme internasional.
SelengkapnyaIsu pemakzulan mengguncang PBNU. Ketua Umum Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dengan tegas menolak desakan untuk mundur dari jajaran Syuriah. Mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU.
Selengkapnya