Mendapat Bantuan dari Ventje Suardana dan Teman-Teman Lainnya

Ingin segera Sembuh, Teman yang Acrophobia Siap Terbang ke Bali Diterapi Sunarko

ILUSTRASI: Phobia (Foto: MLDSPOT)

COWASJP.COM – "PAK Aqua, saya ingin sembuh dari penyakit phobia ketinggian (acrophobia). Selama ini rasanya tersiksa sekali punya penyakit itu. Tidak bisa ke mana-mana naik pesawat. Terkait dengan kesembuhan tersebut saya siap mengikuti semua nasihat Bapak. Saya janji tidak akan mempermalukan Pak Aqua," ujar teman yang sakit phobia ketinggian lewat telp tadi malam ke saya dengan serius.

Seperti telah ditulis bahwa ada seorang teman baik saya yang dengan terpaksa tidak menerima hadiah umrah dari saya. Alasannya sejak lama menderita penyakit phobia ketinggian. Beliau mengikhlaskan jatah umrahnya diberikan ke orang lain.

BACA JUGA: Pemred Tribun Bali Sunarko Siap Bantu Sembuhkan Sakit Phobia Ketinggian

Setelah tulisan tentang itu saya share ke ribuan orang yang tergabung dalam Komunitas Komunikasi Jari Tangan, mendapat banyak respon positif. Di antaranya dari Pemimpin redaksi (Pemred) harian Tribun Bali Sunarko. Beliau bersedia membantu mengobatinya tanpa pamrih sampai sembuh.

Tadi malam lewat telpon saya lama membicarakan hal itu dengan Sunarko. Kami sepakat ketemu di Bali termasuk dengan teman saya itu pada Senin besok malam, 30 Oktober 2017.

BACA JUGAPhobia Ketinggian, Tolak Hadiah Umrah

"Begitu Mas Aqua sudah mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali di Badung silakan kontak saya. Segera saya merapat utk mengobati teman Mas Aqua. Semoga segera sembuh sehingga beliau bisa berangkat umrah," ungkap Sunarko.

Terapi di Hotel Courtyard Marriott Seminyak Bali

Untuk terapinya membutuhkan waktu paling lama sekitar 50 menit. Jika perlu penjelasan pengantar waktunya kurang lebih 1 jam. Tempat saat terapi agar yang nyaman dan tenang.

"Dengan ilmu yg diberikan ALLAH SWT saya berusaha membawa manfaat positif bagi diri sendiri dan sebanyak-banyaknya orang, sehingga keberadaan saya bisa dirasakan orang lain," lanjut Sunarko.

Saya spontan menawarkan tempat terapinya di Hotel Courtyard Marriott Seminyak Bali milik teman akrab saya, Ventje Suardana. Sunarko yang pernah saya ajak nginap di sana sangat mendukung karena suasananya nyaman sekali dan sangat tenang.

Rencananya besok pagi naik Sriwijaya Air saya dari Bandara Soetta ke Surabaya. Agenda utama mengantakan Ibu angkat saya, Susianawati Harlim Suardana yang merupakan Ibu kandung Ventje ke tempat peristirahatannya yang terakhir di Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Saya janji ketemu teman yang sakit itu di Purwosari atau Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo. Malamnya kami sama-sama naik pesawat ke Bali.

Ke teman itu saya yakinkan bahwa dia sangat bisa mengatasi sakit phobia ketinggian dengan bersama-sama naik pesawat bareng saya. Jadi sama sekali tidak perlu khawatir. Insya ALLAH semuanya baik-baik saja.

Pesan Ero agar Block Seat Dekat Gang

Saat tadi malam di resto Bumi Aki Bogor bersama  Retno dan Ero - isteri dan putra saya - sambil makan malam  kami mendiskusikan hal ini. Ero mewanti-wanti saya agar mengusahakan tempat duduk teman itu dekat gang.

"Block seat-nya jangan dekat jendela ya Pak. Buat Omnya tolong yang di sebelah gang. Bapak duduknya di tengah. Dengan begitu insya ALLAH Omnya merasa nyaman selama di perjalanan dan selamat tiba di Bali," pesan Ero.

Begitu sudah sepakat dgn Sunarko dan teman tersebut saya langsung kontak Ventje. Mohon ijin dan bantuan nginap di hotelnya di Bali.

"Selamat malam Pak Aqua. Baik Pak Aqua. Jadi Bapak membutuhkan dua kamar, 1 utk Bapak dan 1 lagi buat teman Bapak yang sakit phobia ketinggian itu. Kamarnya saya siapkan. Terima kasih Pak Aqua," respon Ventje.

Besok malam setelah diterapi rencananya Sunarko menemani teman saya itu istirahat sambil melihat perkembangannya. Dengan begitu kawan tersebut jadi lebih tenang karena langsung dipantau sama ahlinya.

Semoga Sembuh agar Ikut Umrah

Saya sangat bersyukur karena TUHAN menunjukkan kebesarannya. Menggugah Sunarko untuk  mengobatinya dan Ventje yang sangat rendah hati membantu menyiapkan kamar di hotel bintang lima miliknya selama di Bali. 

Semoga semuanya bernilai ibadah. Teman yang pernah sekantor dengan saya itu - banyak membantu saya saat bekerja di perusahaan yang sama - penyakit phobia ketinggiannya segera sembuh sehingga tahun depan bisa berangkat umrah. Amin ya robbal aalamin.

Terima kasih yang sebesar-besarnya ke Sunarko, Ventje, dan semua teman yang telah dan akan memberikan bantuan. Mohon maaf namanya tidak dapat saya sebutkan satu-persatu. Hanya TUHAN yg dapat membalas seluruh kebaikan ersebut. Amin ya robbal aalamin.

>>>Dari Bogor menjelang gowes saya ucapkan selamat berusaha secara optimal menyembuhkan setiap penyakit. Apa pun hasilnya harus diyakini sepenuhnya kehendak TUHAN. Salam hormat buat keluarga ya. 06.45 Minggu 29102017

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda