''Persebaya Satu'' saatnya Bonek Bersatu!

Erick Thohir salah seorang investor yang menarik dengan klub Persebaya Surabaya. (Foto: Istimewa)

COWASJP.COM – ockquote>

O l e h: Cak Amu

------------------------

TIDAK ada kebahagiaan sejati tanpa perjuangan. Juga tanpa melalui ikhtiar. Itulah hakiki hidayah yang baru saja diraih Persebaya berserta Boneknya.

Betapa tidak! Derita batin yang cukup lama mereka rasakan, akhirnya bisa mereka rasakan: Plong! Lega, setelah tokoh-tokoh di balik layar penderitaan itu memperoleh hidayahNya. Ikhlas melepaskan hawa nafsunya demi kepentingan khalayak: Persebaya dan Bonek!

Betapa tidak! PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) yang mengelola Bhayangkara Surabaya United akhirnya melunak. Manajer tim BSU Kombes Pol Drs Ibnu Isticha menegaskan bahwa timnya tidak ada kaitannya dengan Persebaya. Saham mayoritas klub tersebut sudah dimiliki Primkopol. Bisa jadi BSU akan menggunakan nama PS Polri! 

Betapa tidak! Dua pemilik saham individu PT Persebaya Indonesia (PI) Saleh Ismail Mudakar dan Cholid Ghoromah bersedia melepas 30 persen sahamnya kepada Koperasi Surya Abadi, sebagai pemegang saham mayoritas PT PI. Ini berarti 100 persen saham PT Persebaya menjadi milik koperasi yang dinaungi klub-klub anggota Persebaya.

Klop sudah! Persebaya kini hanya ada satu. Yaitu, Persebaya yang bermarkas di Jalan Karanggayam 1 Surabaya.

Status “Satu Persebaya” ini sangat didambakan semua suporternya: BONEK. Gara-gara ada dualisme tim dari Kota Pahlawan inilah mereka pecah. Saling tuding, bahkan mudah terjadi gesekan. Ada Bonek 1927 yang mendukung PT PI, juga ada Bonek yang membela BSU. Tapi itu dulu. Sebelum Allah berkehendak: Membuka hijab mereka.

Yah.. sudahlah, kini saatnya Bonek kembali bersatu. Menjadi “Satu” mendukung “Persebaya Satu.” Kondisi ini akan memudahkan Persebaya kembali meraih kejayaan. Kejayaan yang lebih sempurna. Sesempurna prestasi yang pernah diukir pendahulunya.

Ayook… Bangkit Rek!

Tiga investor kabarnya sudah melirik Tim Green Force. Kabar yang dilansir EFEKGILA.COM itu cukup mengejutkan. Tidak semua orang tahu, walau isu itu sempat santer di antara mereka. Gemanya pun menggelora dikala Cholid Ghoromah dan Saleh Mukadar bersedia melepas saham 30 persen miliknya kepada Koperasi Surya Abadi.
 
Menurut media penuh inspirasi itu, tiga investor yang berniat mengelola Persebaya, salah satu diantaranya Erick Thohir. Pengusaha muda yang baru saja menjual 40 persen sahamnya di Inter Milan. Dia bakal berebut dengan pengusaha seniornya. Yakni bos Artha Graha Tommy Winata.

Selain kedua taipan Indonesia tersebut, sumber yang enggan dimediakan ini, menyebut Bos MNC Grup Harry Tanoe juga besar minatnya. Konon, Harry Tanoe (HT) sudah siap membeli hak siar selama Persebaya berlaga. 

“Dana awal 36 miliar rupiah itu sudah siap disiapkan HT. Sisanya sekitar 67 miliar akan menjadi hak Persebaya dari tayangan laga mereka,” ujar pria yang sering mondar-mandir Surabaya-Jakarta ini.

Ketertarikan tiga taipan nasional itu, menurut dia, tidak lepas dari potensi pasar bisnisnya yang besar. Terutama keberadaan Bonek yang masih loyal terhadap Tim Green Force.

Karena itu, begitu Persebaya diakui di Kongres PSSI 17 Oktober nanti, mereka akan segera merapat ke pihak manajemen. Tentu saja, jika manajemen Persebaya tidak mengikat kerja sama dengan syarat yang tidak merugikan investor.

Sumber lain juga menyebut, pengusaha muda di bidang media, Azrul Ananda, juga tergoda bisnis dengan Persebaya. CEO Jawa Pos Koran ini belakangan menugaskan wartawannya untuk mencari informasi tentang manfaat dan tidaknya mengelola klub sepak bola.

Pihak-pihak yang tertarik ini, menurut mantan pengurus Persebaya sudah mulai bergerilya. Mereka terus menjajaki keberadaan PT PI. Mereka juga butuh kepastian hukum bisnis dengan Persebaya. Termasuk keluwesan aturan pemegang saham penuh (100 persen) jika kepemilikan itu sudah dilepas Saleh dan Cholid.

“Kalau Saleh dan Cholid bersedia melepas sahamnya ke klub pemegang saham mayoritas, mereka pasti segera masuk Persebaya,” ungkap sumber itu. “Apapun bentuk kompetisi yang diikuti Persebaya, mereka siap mengucurkan dananya. Asal bukan untuk bayar hutang manajemen lama,” sambungnya.

Tapi, yang paling menarik untuk disimak adalah Erick Thohir. Siapa sebenarnya sosok yang kian kondang di jagad olahraga Indonesia ini. Bahkan, di kalangan orang-orang bola?

Erick Thohir adalah pengusaha muda kelahiran Jakarta 30 Mei 1970. Dia cukup beken di kancah bola basket nasional dan internasional. Suami Elizabeth Chandra ini pemilik klub basket Philadelphia 76ers (NBA). Juga pengelola Satria Muda dan Indonesia Warriors (di kompetisi NBL).

Untuk urusan sepak bola, ah.., jangan ditanya! Dialah satu-satunya pengusaha Asia yang berani berinvestasi membeli saham klub sepak bola DC United Amerika Serikat dan Inter Milan Italia. Persib Bandung juga berkat sentuhannya hingga survive hingga sekarang.

Di dunia bisnis, dinasti Teddy Thohir oke banget. Dialah salah satu pemilik (co-owner) dari grup Astra International bersama William Soeryadjaya. Saudaranya, Garibaldi "Boy" Thohir, adalah seorang bankir investasi. Ia juga memiliki kakak perempuan bernama Rika. 

Pada tahun 1993, Erick lulus program Master untuk Administrasi Bisnis (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat, sebelumnya gelar sarjananya (Bachelor of Arts) diperoleh dari Glendale University.

Erick Thohir memiliki berbagai bisnis media. Pria olahragawan dan juga penulis ini adalah pendiri Mahaka Group. Perusahaan ini membeli Republika pada tahun 2001 saat berada di ambang kebangkrutan. Erick menjadi Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008, ia kemudian menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga kini. 

Mahaka Group kemudian membeli pula Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia. Media ini kemudian dikelola secara independen oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media. 

persebaya-surabaya-okgIPvH.jpg

Para pemain Persebaya membentangkan poster bertuliskan Bersatulah Bonek. (Foto: istimewa)

Erick juga menjabat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri (KADIN). Hingga 2009, Grup Mahaka telah berkembang dan menguasai berbagai media, yaitu majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest. 

Dia juga pengelola media surat kabar: Sin Chew Indonesia dan Republika. Stasiun TV: JakTV, Delta FM, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, dan FeMale Radio. Selain di bidang media Erick juga memiliki usaha di bidang periklanan, seperti jual-beli tiket dan desain situs web. 

Ia juga pendiri dari organisasi amal "Darma Bakti Mahaka Foundation" dan "Dompet Dhuafa Republika", serta sebagai Presiden Direktur VIVA grup dan Beyond Media. Erick yang gemar bola basket pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI periode 2006–2010 dan menjabat sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) selama dua kali, yaitu periode 2006–2010 dan 2010–2014. 

Kemudian tahun 2012 Erick dipercaya sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012. Juga pada tahun 2012, Thohir dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United. 

Transaksi ini membuatnya dikenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah ia membeli saham dari Philadelphia 76ers. Pada hari Selasa, 15 Oktober 2013, Inter milan resmi milik Erick Thohir, meskipun secara efektif Thohir hanya menguasai 70%, Moratti 30%, dan sisanya dibagi ke pemegang saham mayoritas International Sports Capital (ISC). 

Pada 15 November 2013, Thohir resmi menjabat sebagai presiden klub Inter Milan yang baru menggantikan Moratti, sementara Moratti menjadi Presiden Kehormatan Inter. Selain itu, Erick juga menjadi Penulis buku yang berjudul Pers Indonesia di Mata Saya yang diluncurkan tahun 2011 oleh penerbit Republika. 

Di Inter Milan, Eric baru saja melepas saham kepada kelompok pengusaha China yang menamai diri mereka Suning Group. The Suning Group menyediakan uang hingga 700-750 juta euro. Jika dirupiahkan, nilai tersebut setara dengan Rp 10,6 triliun – Rp 11,4 triliun. 

Erick sendiri hampir tiga tahun memimpin Inter. Sejak September 2013 sampai saat ini, ia tercatat pernah membawa pemain-pemain bintang seperi Hernanes, Nemanja Vidic, Lukas Podolski, Xherdan Shaqiri, Geoffrey Kondogbia, Stevan Jovetic, Ivan Perisic dan Adem Ljajic. Sayangnya klub yang berdiri pada 1908 itu gagal meraih gelar juara dalam tiga musim terakhir.

Sebelumnya, konsorsium berisi tiga pengusaha lokal yakni Erick Thohir, Rosan P Roeslani dan Handy Soetedjo membeli 70% saham Inter Milan dari Massimo Moratti, pemilik klub sepak bola Italia Inter Milan. Menurut Forbes, kekayaan Erick Thohir ditaksir Rp 13 triliun.

Akankah Erick serius mengalokasikan kekayaannya demi kemajuan Persebaya? Wallahu’alam bish-showaf! (*)

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda