COWASJP.COM – Momen yang dinanti akhirnya tiba. Sebanyak 5.997 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) telah mendarat di Kota Madinah, Arab Saudi, Rabu (22/4/2026).
Kedatangan rombongan haji kloter pertama ini menjadi tanda dimulainya rangkaian ibadah suci tahun 1447 H.
Setelah menempuh perjalanan udara yang panjang, para jemaah disambut dengan hangat di Bandara Internasional Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA). Mereka akan menjalani masa istirahat dan ibadah selama kurang lebih 8 hingga 9 hari di Kota Nabi sebelum bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan wukuf di Arafah.
Rincian Kedatangan dari Seluruh Nusantara
Kedatangan jemaah hari ini merupakan kumpulan dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka datang melalui 12 embarkasi yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara.
Secara rinci, komposisi kloter yang tiba adalah:
-Yogyakarta (YIA): 1 Kloter
-Jakarta Pondok Gede (JKG): 2 Kloter
-Medan (KNO): 1 Kloter
Lombok (LOP): 1 Kloter
-Solo (SOC): 2 Kloter
-Ujung Pandang/Makassar (UPG): 2 Kloter
-Jakarta Bekasi (JKS): 1 Kloter
-Palembang (PLM): 1 Kloter
-Kertajati (KJT): 1 Kloter
-Batam (BTH): 1 Kloter
-Surabaya (SUB): 2 Kloter
Penerbangan dilakukan menggunakan armada terbaik dari Garuda Indonesia (GA) sebanyak 8 kloter dan Saudi Airlines (SV) sebanyak 7 kloter, memastikan kenyamanan dan keamanan selama di udara.
Jadwal Mendarat Bertahap dari Pagi hingga Malam
Proses kedatangan berlangsung bertahap mulai dari pagi buta hingga larut malam sesuai waktu setempat (Waktu Arab Saudi/WAS). Perlu diketahui, selisih waktu antara Arab Saudi dan Indonesia adalah 4 jam, di mana waktu di Indonesia lebih cepat.
Berikut adalah jadwal kedatangan yang telah disusun:
Pagi hingga Siang:
- 06.15 WAS (10.15 WIB) - Kloter YIA 1
- 06.50 WAS (10.50 WIB) - Kloter JKG 1
- 08.00 WAS (12.00 WIB) - Kloter KNO 1
- 09.00 WAS (13.00 WIB) - Kloter LOP 1
- 10.00 WAS (14.00 WIB) - Kloter SOC 1
- 12.00 WAS (16.00 WIB) - Kloter UPG 1
Siang hingga Sore:
- 13.00 WAS - Kloter JKS 1
- 14.45 WAS - Kloter PLM 1
- 15.00 WAS - Kloter JKG 2
- 15.10 WAS - Kloter KJT 1
- 15.45 WAS - Kloter UPG 2
Sore hingga Malam:
- 17.00 WAS - Kloter BTH 1
- 18.30 WAS - Kloter SUB 1
- 22.00 WAS - Kloter SOC 2
- 22.55 WAS - Kloter SUB 2
Penempatan Hotel dan Proses Kepindahan
Setelah melalui proses imigrasi dan pengambilan bagasi di bandara, jemaah akan langsung diantar menuju hotel penginapan yang telah disiapkan dengan standar pelayanan prima.
Pembagian tempat tinggal sementara para jemaah diatur sebagai berikut:
Daftar Hotel Penempatan:
- Taiba Front Hotel: YIA 1, PLM 1, KJT 1, BTH 1, SUB 1
- Makarim Suites Serviced Apartment: JKG 1, KNO 1
- Golden Ergwan Hotel: LOP 1
- Miraj Alsalam: SOC 1
- Saja Almadina: UPG 1 & Sebagian JKG 2
- Andalus Golden Hotel: JKS 1
- Raudhat Al Aqeeq: Sebagian JKG 2
- Jiwar Al Madinah: UPG 2
- Andalus Dar Salam: SUB 2
Dalam proses pemindahan dari bandara ke hotel, jemaah diimbau untuk selalu membawa tas kabin atau barang berharga pribadi bersama diri masing-masing. Sementara itu, koper besar akan diangkut secara terpisah menggunakan truk khusus agar lebih aman dan efisien, sehingga nantinya sudah tersedia rapi di kamar hotel saat jemaah tiba.
Pihak penyelenggara juga mengingatkan bahwa seluruh jadwal yang telah disusun ini bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi operasional penerbangan dan situasi di lapangan.
Semangat Baru di Bumi Peradaban
Kedatangan di Madinah adalah awal dari perjalanan spiritual yang luar biasa. Kota yang dijuluki Thibah ini adalah tempat di mana Rasulullah SAW bersemayam dan tempat persaudaraan umat Islam dibangun.
Mari manfaatkan waktu 8-9 hari ini dengan sebaik-baiknya. Untuk melaksanakan Salat Arbain di Masjid Nabawi, perbanyak ziarah, dan panjatkan doa-doa terbaik di Raudhah, tempat yang termasuk dalam taman surga.
Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan perkuat niat. Perjalanan menuju Baitullah masih panjang, namun insya Allah Allah mudahkan setiap langkah kaki kalian. Selamat beribadah, semoga Allah terima amalan kita semua dan pulang sebagai haji yang mabrur. Wallahu A'lam Bisshawab. (*)