H. Agus Mustofa (Cak Amus): Teladan Pemikir yang Menghubungkan Tasawuf dan Sains untuk Umat

Gus Amus (Agus Mustofa) telah meninggal pada Senin 30 Maret 2026. (FOTO: Cangkir Tasawuf Modern ep. 22)

COWASJP.COM – Pada hari Senin, 30 Maret 2026 sekitar pukul 09.12 WIB, kabar duka datang dari dunia media, literasi, dan dakwah Indonesia, bahwa Ir. H. Agus Mustofa – sahabat saya sewaktu bekerja di koran Jawa Pos – wafat di usia 62 tahun. 

Kabar yang pertama kali disampaikan melalui unggahan di grup WhatsApp "COWAS JP" yang terdiri dari mantan wartawan dan karyawan koran Jawa Pos. Kemudian menyebar luas dan mengundang doa serta penghormatan dari berbagai kalangan.

 Cak Amus – begitu saya biasa memanggilnya – dikenal sebagai sosok pemikir Muslim yang berhasil menyusun konsep unik dengan menggabungkan tasawuf dan sains, yang kemudian disebutnya sebagai "Tasawuf Modern".

 Kebaikan yang Ditinggalkan

 1. Pemikiran yang Menyejajarkan Agama dan Ilmu Pengetahuan

 Lahir di Malang pada 16 Agustus 1963 dari keluarga yang dekat dengan tarekat, Agus Mustofa sejak kecil telah akrab dengan filsafat tasawuf. Selain itu, ia juga menuntut ilmu di Fakultas Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada. Perpaduan antara kedua bidang ini menghasilkan cara pandang baru: agama tidak bertentangan dengan sains. Melalui konsep "Tasawuf Modern", ia menjelaskan ajaran Islam dengan bahasa yang mudah dipahami dan menghubungkannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer.

 2. Kontribusi dalam Dunia Literasi Islam

 Sebagai penulis buku best seller serial Diskusi Tasawuf Modern, almarhum telah menghasilkan lebih dari 50 judul buku yang semuanya menjadi best seller. Buku-bukunya seperti Hisab & Rukyat, Al Quran Inspirasi Sains, dan Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh, membantu pembaca memahami ajaran agama dengan lebih mendalam.

 Ia bahkan mengundang ahli astrofotografi Thierry Legault untuk mengadakan workshop guna mencari solusi kontroversi penetapan awal Ramadhan, yang menunjukkan komitmennya dalam menyatukan umat melalui pemahaman yang tepat.

 3. Dedikasi dalam Syiar dan Edukasi

 Sebelum fokus pada dakwah, almarhum pernah bekerja sebagai wartawan dan menjabat sebagai General Manager JTV, stasiun televisi milik Jawa Pos. Pengalaman tersebut membuatnya terampil menyampaikan pesan dengan jelas dan menarik. Ia sering menjadi pembicara di berbagai acara pelatihan, seminar, dan bedah buku. Lewat kajian yang diadakan di masjid, kampus, dan berbagai instansi, ia mengajak masyarakat untuk berpikir kritis namun tetap berlandaskan ajaran Islam.

 4. Dampak Positif bagi Masyarakat

Banyak pembaca merasakan manfaat dari karya dan pemikiran almarhum. Beberapa menyatakan bahwa buku-bukunya membantu meningkatkan pemahaman tentang tauhid dan membuka wawasan tentang makna kehidupan. Meskipun ada sebagian yang memiliki pandangan berbeda terkait penggunaan dalil dalam penulisannya, sebagian besar mengakui bahwa ia berhasil membuat kajian agama menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan perkembangan zaman.

Doa dan Motivasi untuk Keluarga

 Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum Ir. H. Agus Mustofa, menerima seluruh amal ibadahnya, dan menjaganya di dalam golongan orang-orang yang saleh. Aamiin.

 Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan untuk melewati masa sulit ini. Jangan lupa bahwa karya dan semangat almarhum tetap hidup dalam hati banyak orang yang telah merasakan manfaatnya. Jadikanlah warisan pemikiran dan dedikasi beliau sebagai inspirasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan agama. 

Semoga keluarga selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Aamiin ya Robbal Alamiin. Wallahu A'lam Bisshawab. (*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda