COWASJP.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima para ulama, para pimpinan pondok pesantren, dan tokoh-tokoh organisasi Islam dalam acara silaturahmi dan buka puasa di Kompleks Istana Negara pada Kamis (5/3/2026).
Acara yang diiringi kasidah tersebut dihadiri oleh figur utama seperti Rais Aam Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Achyar, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar, serta Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir.
Momen menarik terjadi ketika Presiden mencium tangan dan menunduk hingga 90 derajat sebagai bentuk penghormatan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH.Nurul Huda Djazuli.
Kedatangan dan Momen Penghormatan
Presiden Prabowo tiba di aula silaturahmi didampingi para pemimpin organisasi Islam terkemuka. Dalam prosesi menyapa, dia secara bergantian menyalami setiap tamu yang hadir, antara lain Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Kafabihi Ali Mahrus, Gus Miftah Maulana Habiburrahman dari Ponpes Ora Aji Sleman, Dr H. Ilham Akbar Habibie dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), serta Buya Yahya dari Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah.
FOTO: Biro Pers Sekpres.
Momen penghormatan kepada KH.Nurul Huda Djazuli menjadi sorotan, menunjukkan apresiasi Presiden terhadap peran tokoh pesantren dalam membangun bangsa. Selain itu, selebriti agama Mamah Dedeh (Dedeh Rosidah) juga menghadiri acara, meskipun harus pulang lebih awal sekitar pukul 21.50 WIB karena jadwal lain di stasiun televisi Indosiar.
Pembahasan Isu Aktual
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pertemuan tersebut digunakan untuk berdialog mengenai sejumlah isu penting. Pembahasan mencakup persiapan masyarakat menghadapi libur Lebaran dan perkembangan dinamika geopolitik global, termasuk situasi peperangan yang terjadi di luar negeri.
Dalam keterangan kepada awak media, Mamah Dedeh menyampaikan bahwa Presiden menjelaskan kondisi geopolitik dunia serta rencana untuk membahas tentang krisis bangsa sebelum dia harus meninggalkan acara.
Presiden juga menyampaikan ucapan selamat berbuka puasa kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dukungan Ulama terhadap Pemerintah
Setelah acara berlangsung, sejumlah tokoh agama dan organisasi Islam menyampaikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam jumpa pers bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Para ulama menyatakan memahami bahwa langkah-langkah Presiden dilakukan demi keutuhan dan kedaulatan Republik Indonesia.
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH Mohammad Hasib Wahab Hasbullah, mengapresiasi program ekonomi pemerintah yang dianggap sebagai upaya nyata mewujudkan kesejahteraan rakyat. Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud menilai bahwa pemerintah menunjukkan kesungguhan melindungi kepentingan nasional, terutama di tengah eskalasi konflik di wilayah Teluk dan Timur Tengah, serta berkomitmen untuk berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah KH Muhammad Zaitun Rasmin mengungkapkan rasa haru setelah mendengar penjelasan Presiden yang menyatakan siap berusaha untuk kebaikan umat, bangsa, dan umat Islam di dunia, khususnya di Palestina dan wilayah konflik lainnya. "Kami semua punya semangat yang sama untuk mendukung upaya tersebut," ujarnya.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dengan para ulama dan tokoh organisasi Islam di bulan Ramadan mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan elemen masyarakat yang memiliki peran penting dalam membangun nilai kebersamaan dan persaudaraan.
Dukungan yang diberikan oleh para ulama tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap kebijakan yang telah diambil, tetapi juga menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global guna mewujudkan kemajuan bangsa dan perdamaian dunia.(*)