Guest Editor di Harian DI's Way (20)

Tuhan Yang Supersibuk

Berbagai mahluk hidup dalam laut di permukaan bumi yang sudah berusia sekitar 4,5 miliar tahun itu. (DESAN GRAFIS: ceaco.com)

COWASJP.COM – “Apakah Tuhan sekarang menganggur?”, tanya seorang jamaah.

Konon, kata dia, Tuhan menciptakan alam semesta beserta segala isinya selama enam hari. Kemudian, beristirahat di hari ketujuh.

Selain itu, Tuhan juga sudah meletakkan perangkat hukum jagat raya. Sehingga, alam semesta ini berjalan secara autopilot. Tanpa perlu kendalikan lagi secara manual.

“Benarkah demikian?”, tanyanya lagi, menegaskan.

“Sepengetahuanku sih tidak,” jawabku.

“Bahkan, Tuhan itu supersibuk. Karena, setiap saat menciptakan makhluk baru. Sambil terus memelihara seluruhnya.”

MENCIPTA2.jpg

Itulah sebabnya, Al Qur’an menyebut Allah sebagai Al Khaliq, sekaligus Rabbul Alamin. Al Khaliq bermakna Maha Pencipta. Sedangkan Rabbul Alamin bermakna Sang Pemelihara Alam Semesta.

Penciptaan jagat raya ini belum selesai. Setiap saat Tuhan masih menciptakan makhluk. Menciptakan bintang. Galaksi. Matahari. Bulan. Planet. Dan miliaran atau bahkan triliunan benda langit. Sepanjang usia jagat raya. Yang sudah sekitar 13,8 miliar tahun ini.

Juga berbagai benda dan peristiwa di muka Bumi. Yang hidup maupun yang mati. Mulai dari Awan. Hujan. Petir. Angin. Gunung. Sungai. Danau. Laut. Berbagai macam tambang. Dan segala dinamika geologisnya. Yang terjadi sepanjang usia Bumi. Yang sudah sekitar 4,5 miliar tahun.

Termasuk, menciptakan segala macam makhluk hidup. Yang satu sel, ataupun yang multiseluler. Yang di dalam perut Bumi. Di dasar laut. Di aliran sungai. Di kedalaman danau. Ataupun, yang beterbangan di udara. 

Bermiliar makhluk hidup sudah diciptakan. Sedang diciptakan. Dan akan terus diciptakan-Nya. Sepanjang jagat raya masih eksis.

“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.” [QS. Al Baqarah: 117]

Dan, bukan hanya mencipta. Melainkan juga memeliharanya. Agar tetap eksis secara berkelanjutan. Di seluruh penjuru alam semesta. Benda-benda langit diberi lintasan orbit. Dan, diatur dalam hukum keseimbangan. Agar tidak saling menghancurkan. Sehingga, secara keseluruhan jagat raya tetap eksis. Meskipun sudah berusia belasan miliar tahun.

“(Dialah) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” [QS. Al Mulk: 3]

Begitu pula planet Bumi. Dijaga dan dipelihara. Agar memunculkan kehidupan yang berkelanjutan. Melalui mekanisme keseimbangan. Secara sistemik. Mekanisme geologis. Mekanisme iklim dan cuaca. Mekanisme ekosistem dan rantai makanan. Bahkan, mekanisme kehidupan sosial.

MENICPTA1.jpgIndahnya coral dalam laut. (FOTO: tidalgardens.com)

“Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yang Hidup kekal, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya segala yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang bisa memberi pertolongan di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui segala yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan, mereka tidak mengetahui apapun dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [QS. Al Baqarah: 255]

Jadi, begitu jelas informasi dari dalam Al Qur’an. Bahwa, Allah bukanlah Tuhan yang menganggur. Yang menciptakan jagat raya dalam enam hari, kemudian beristirahat di hari ketujuh. Tidak ada istilah istirahat bagi-Nya. Termasuk, tidak ada istilah mengantuk dan tidur. Karena, Dia Maha Berkuasa atas segalanya.

Di saat ini saja, detik dan menit ini, Dia sedang mengurusi triliunan kejadian. Bahkan, untuk yang ada di tubuh seorang manusia pun. Setiap sel tubuh kita menjadi urusan-Nya. Di mana setiap kilogram tubuh kita berisi sekitar 1 triliun sel. 

Sehingga, tubuh kita ini sesungguhnya adalah hasil kolaborasi dari puluhan triliun sel. Yang jika tidak bekerja secara harmonis, bakal menimbulkan berbagai macam penyakit. Mulai dari pembelahan sel yang liar, penyebab kanker. Sampai pada ketidak seimbangan kinerja organ, penyebab berbagai macam penyakit yang mematikan. Subhanallah ..

“Meminta kepada-Nya, semua yang ada di langit dan di Bumi. Setiap saat Dia berada di dalam kesibukan.” [QS. Ar Rahman: 29]

[Dimuat di Harian DisWay, Jumat, 27 Nopember 2020]

Penulis adalah Alumni Teknik Nuklir UGM, Penulis Buku-Buku Tasawuf Modern, dan Founder Kajian Islam Futuristik.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda