Indonesia Ingin Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Foto bareng para peserta Refresing Doping Control Officer (DCO) di Bellezza Suites, Permata Hijau, Jakarta Selatan. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Pemerintah Indonesia membidik target menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Untuk itu, pemerintah bersiap mengajukan bidding atau lamaran sebagai calon tuan rumah dari pesta akbar olahraga global empat tahunan itu.

Penentuan tuan rumah Olimpiade 2032 akan ditetapkan pada 2024. Proses seleksi dimulai selambat-lambatnya 2023. 

Terkait dengan itu, Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan Kemenpora mempersiapkan "roadmap" guna memuluskan langkah tersebut.

Kepastian kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 tersebut menjadi salah satu topik yang ramai dibahas oleh para peserta Refreshing Doping Control Officer (DCO) atau penyegaran tenaga pengawas doping, Rabu (25/11/2020) di Bellezza Suites, Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Acara itu diselenggarakan oleh Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), sejak Selasa 24/11 malam sampai Kamis 26/11.

Terkait rencana bidding Olimpiade 2032, para peserta menyebut pemerintah tak boleh mengabaikan keberadaan LADI.

LADI HARUS DIPERKUAT

Menanggapi hal itu, Ketua LADI dr.Zaini Khadafi Saragih, Sp.KO, menyatakan bahwa salah satu persyaratan diterima atau tidaknya pencalonan tuan rumah Olimpiade adalah bagaimana negara tersebut memiliki lembaga anti doping yang kuat.

"Ya, tentunya saya sependapat, LADI harus diperkuat. Menjadi wajib hukumnya kalau kita memang serius membidik target sebagai tuan rumah Olimpiade 2032," ungkap dr.Zaini Khadafi Saragih, Sp.KO.

Zaini menyebut, Tokyo terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 (diundur ke 2021 akibat pandemi Covid-19) karena Jepang memiliki lembaga anti doping yang kuat. Demikian juga dengan negara-negara tuan rumah Olimpiade lainnya.

Zaini sendiri tidak memungkiri keseriusan pemerintah untuk memperkuat LADI dan pembangunan laboratorium pemeriksaan doping. 

tb-adi-cowas1.jpgProtokol kesehatan diterapkan betul. Jaga jarak antarpeserta.

"Pembangunan laboratorium pemeriksaan doping ini membutuhkan dana yang besar," kata Zaini.

Ada dua pihak yang berencana membangun laboratorium pemeriksaan doping ini. Yakni, Kemenpora dan Kemenkes.

Hari kedua kegiatan penyegaran tenaga pengawas doping, menampilkan empat pemateri.

Koordinator testing sample LADI, Dr.dr.Junaidi, Sp.KO, membawakan materi "Conducting Sample Collection".

Pemateri berikutnya adalah dr.Veranika Darmidy, Sp.KO, yang tampil membawakan "Preparation for Sample Collection and Athlete Notification and Chaperoning".

Penyaji materi berikutnya, Ilona Pratiwi Hutabarat, M.Pd, membawakan "Doping Control Form-Instructions".

Terakhir, dr.Arie Sutopo, Sp.KO, menyajikan "Anti Doping Rule Violation (ADRV).

Rabu siang, kegiatan refreshing DCO ini mendapat "pendampingan" dari Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.

Dua staf Dinkes Jaksel, Siti Suanti dan Andri, "merapat" ke tempat acara Refreshing Doping Control Officer (DCO) di lantai tujuh hotel bintang lima itu. 

"Kami diminta melakukan pendampingan kegiatan ini oleh sekretariat Kemenpora," kata Siti Suanti saat memperkenalkan diri. 

Kedatangan dua staf Sudinkes Jaksel di tengah pemaparan materi oleh Dr.dr.Junaidi, Sp.KO tersebut cukup mengagetkan. Namun, kesemuanya bisa memahami saat dijelaskan. 

Ini permintaan pihak Kemenpora, yang mendanai LADI dan seluruh kegiatannya. Kegiatan tatap muka yang melibatkan keikutsertaan cukup banyak orang memang perlu diwaspadai bisa menimbulkan persebaran Covid-19. Oleh karenanya, perlu pendampingan.

"Ini sekaligus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Menghindari timbulnya klaster-klaster baru," kata Siti Suanti saat berbicara dihadapan para peserta kegiatan.

"Ini merupakan pemantauan untuk protokol kesehatan. Saya sudah keliling, memantau kegiatan lain di sini," katanya.

Persebaran Covid-19 masih cukup tinggi di DKI. Dia mengingatkan, kegiatan di ruang berpendingin udara sentral lebih rentan untuk persebaran Covid-19 tersebut.

"Tetap harus waspada. Selalu patuhi 3 M. Memakai master, menjaga jarak, dan mencuci tangan di air yang mengalir. Ditambah, asupan makanan yang baik dan istirahat yang cukup," terangnya.

Para peserta Refreshing DCO yang berjumlah 39 orang ini berasal dari berbagai daerah dan beragam latar-belakang. Mereka multi-talenta. Ada dokter, apoteker, dosen, guru, karyawan swasta, pegawai negeri.

Berikut nama-nama ke-39 peserta Refreshing DCO ini: Ahirudin Derek, Nurhikmah, Aro Okilanda, Dela Listiyanto, Filardi Anindito, dr. Eka Wulan Sari, Giri Prayogo, I Ketut Hendry Wijaya Kusuma, Habibie, Indah Safitri, Jufrianis, Lina Triana Sari, M.Arief Setiawan, Riris Rosmarini, Yunan M Alam, Mayang Shahira, Anisa Alatas, Meify Bahar, Nurmilatus Sholicha, 
Octafrienna Ayu, Pipico Anggara, Niputu Dewi, Rafli Henjilito, dr. Rahmadiagung, Arrahman, M.Ridha, Rizka Novialazora, Sarkundina, Sandra Arhesa, Viindo Pratama, Wahyu Erfandy, Wuri Saputri, Herly Pardila, Linda Birawati, Sabri, dr.Ika Handayani, Ida Erna Widiyawati, Sujarwo, Wahyuningtyas, dan Puspitorini. (*) 

Pewarta : Tubagus Adhi
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda