Tembak Dua Anggota Polri, DPO Curas Akhirnya Tersungkur Mati

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko. (FOTO: Hilda Meilisa Rinanda/detik.com)

COWASJP.COM – Bagai drama di layar televisi. Petugas dari kepolisian harus baku tembak untuk melumpuhkan buronannya.

Itu dialami tim Opsnal Subdit III Jatanras Polda Jatim bersama Tim Resmob Polres Kota Pasuruan, Senin (5/10/3020) sekitar pukul 23.20 WIB. 

Petugas terpaksa melepaskan timah panas dari senjata pamungkasnya. Sues yang menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) pun tersungkur. Tewas.

Warga Dusun Sumbersuko, Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan ini dikenal sebagai bandit raja tega. Sering melukai dan mengancam nyawa korbannya.

Sues dibekuk menyusul informasi yang diperoleh petugas ketika DPO itu menghadiri hajatan. Dari Mako Polsek Grati, petugas bergerak cepat. 

Persis di Jalan Desa Jeladri, Kecamatan Lumbang, petugas berpapasan dengan Sues. Ia mengendarai motor bersama seseorang yang tidak dikenal.

Anggota langsung memutar arah. Saat bersamaan hendak masuk ke gang kecil, Bripda Moch. Benny menarik sarung tersangka hingga terjatuh.

Seketika itu tersangka mengeluarkan revolver rakitan dengan amunisi 5.56 mm. Ia menembak perut Bripda Benny dan Bripka Sutiyono. 

Tak ayal, baku tembak pun terjadi. Tersangka tumbang. Tewas terlibas timah panas di lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut tersangka  kerap melakukan tindak kriminalitas. 

Dari catatan kepolisian, tersangka seorang residivis Curas (pencurian dengan kekerasan) sapi di Polres Lumajang. Juga bromocorah di Polres Pasuruan.

Tersangka pernah terlibat kasus membacok warga dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Selain itu, tersangka tercatat melakukan perampasan sepeda motor di Gempol Pasuruan. Melempar bondet ke anggota Brimob Watu Kosek.

Terakhir dia menjadi DPO Polda Jatim terkait kasus Curanmor (R4).

"Selama masa Pandemi Covid-19, Polri tetap melakukan pemeliharaan Kamtibmas dan penegakan hukum untuk melindungi masyarakat, mengayomi dan melayani masyarakat," kata Kabid Humas Polda Jatim, KombesTrunoyudo Wisnu Andiko Selasa (6/10/2020) siang.

Dari hasil penangkapan tersangka, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya senjata api rakitan jenis revolver warna silver bergagang warna hitam serta peluru tajam kaliber 5,56 mm. 

Juga ada sejumlah peluru dalam dompet. Ada 11 butir peluru,  silinder 1 butir, selongsong dalam silinder 5 butir, dan 6 butir peluru hampa.

Polisi juga mengamankan sebilah senjata tajam jenis pedang dengan panjang 70 cm serta sarung pedang terbuat dari kulit. Sebuah sabuk kain warna hitam yang berisi jimat dan satu unit sepeda motor Honda CBR warna merah kombinasi putih.

Akibat kejadian tersebut beberapa anggota mengalami luka. Di antaranya Bripka Hariz Farizy, SH, Polres Pasuruan Kota. Ia mengalami luka percikan senjata api pelaku di tangan kiri. Bripka Sutiyono S.sos, Polres Pasuruan Kota mengalami luka tembak di perut bawah sebelah kiri dan Bripda Muhammada Beny,  Subdit Jatanras mengalami luka tembak di bagian perut tengah.

Saat ini jenazah tersangka dievakuasi ke Rumah Sakit Grati. Tiga anggota yang cidera dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri untuk mendapatkan perawatan dan penanganan operasi.(*) 

Pewarta : Abdul Muis
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda