Inisiatif Masyarakat Kelola Sampah Terus Meningkat

Ade Palguna saat membacakan sambutan dari Kepala BP2SDM KLHK pada Workshop Online Cerdik Mengelola Sampah Berbasis Kearifan Lokal Bali.

COWASJP.COM – Perkembangan pengelolaan sampah pada empat tahun terakhir memperlihatkan aktualisasi dan inisiatif kelompok masyarakat dan aktivis meningkat cukup berarti. Langkah masyarakat semakin sistematis antara lain melalui langkah-langkah Bank Sampah. Pada tahun 2020, bank sampah mencapai jumlah 8.434 unit dari sebelumnya 1.172 unit pada tahun 2015.

Ke depan, berbagai upaya pengelolaan sampah baik pengurangan sampah dari sumbernya maupun penanganan sampah perlu dilakukan lebih sistematis lagi, terintegrasi dan masif dari hulu hingga hilir.

“Upaya yang dilakukan dengan kerja keras tiada henti dan tanpa rasa lelah serta konsisten, menampakkan hasil yang cukup positif. Pada tahun 2018 dengan penduduk 265 juta, jumlah timbulan sampah di Negara kita mencapai 65,79 juta ton/tahun di mana jumlah sampah terkelola mencapai 72% atau meningkat dari 64,76% dari tahun 2015,“ tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir Helmi Basalamah, MM.

Helmi menyampaikan hal tersebut dalam Workshop Online Cerdik Mengelola Sampah Berbasis Kearifan Lokal Bali, 8 September 2020. Sambutan Helmi dibacakan oleh Sekretaris BP2SDM Ade Palguna. Workshop ini diikuti 100-an peserta dari kalangan generasi muda di Pulau Dewata dan sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan. Diikuti pula oleh kelompok dari TVRI dan RRI Denpasar. Workshop berlangsung 8-10 September 2020.

“Terus berupaya merawat bumi dengan segala isinya. Itulah rencana dan tugas kita. There is no plan B, because there is no planet B, “ 

Workshop diawali panel dengan narasumber Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan (Puslatmas PGL) KLHK Sicilia Sulastri SH, MSi. Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Provinsi Bali Made Dana Tenaya, SE., MM, mewakili Kepala Disdikpora Provinsi Bali dan Kepala Bidang PSLB3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Dwi Arbani, S.TP., M.Si, yang mewakili Kepala DKLH Prov. Bali.

Kemudian dilanjut pelatihan dengan menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Dr Meuthia Naim (KLHK), AA Gede Oka Dalem (budayawan Bali), Erwan Widyarto (pegiat 3R), Petrus Sitepu (videomaker, dosen), Lilis Ireng (seniwati) dan Oetari Noor Permadi (Mekar Pribadi). Workshop tiga hari ini diselenggarakan oleh Puslatmas PGL KLHK bekerja sama dengan Yayasan Mekar Pribadi.

Diharapkan setelah workshop ini para peserta dapat mempraktekkan ilmu yang didapat, mengurangi dan mengelola sampah serta melakukan aksi lingkungan di mana pun  berada. “Terus berupaya merawat bumi dengan segala isinya. Itulah rencana dan tugas kita. There is no plan B, because there is no planet B, “ tandas Kepala BP2SDM.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BP2SDM juga menyampaikan data terjadinya peningkatan persentase angka pengurangan sampah dari 1.74% di tahun 2015, menjadi  2,76% pada tahun 2018. Sedangkan penanganan sampah pada tahun 2015 sebesar 62,96% meningkat menjadi  68,83% pada tahun 2018. Komposisi sampah plastik tahun 2016 sebesar 16% dari timbulan sampah nasional, menurun menjadi 15 % pada tahun 2018.

Disampaikan pula pentingnya peran generasi muda. Seperti peserta workshop yang masih pelajar, mahasiswa, maupun seniman. Menurutnya, peran generasi muda dalam mengelola sampah sangat strategis. Karena, sampai dengan tahun 2020, jumlah generasi muda Indonesia (usia 15-35 tahun) adalah 40% dari seluruh penduduk Indonesia.

“Mereka bukan saja “penghasil sampah”, tapi juga kelak akan jadi pemegang keputusan, termasuk bagaimana caranya mencapai target pengelolaan sampah tahun 2025 serta mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) 2030,“ tambahnya.

Diingatkan pula risiko apa yang akan terjadi pada tahun 2050 oleh adanya sampah plastik. Tanpa aksi yang signifikan, maka bisa dipastikan pada tahun 2050 akan lebih banyak sampah plastik di laut daripada satwa lautnya sendiri.

“Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang itu maka pada hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2018, ditetapkan tema “Beat Plastic Pollution, If You can not Reuse it, Refuse It” dan diadopsi menjadi tema local “Kendalikan Sampah Plastikmu”. Hal tersebut, masih relevan sampai hari ini,“ tandasnya.

Kepala BP2SDM juga mencontohkan beberapa produk plastik yang sebaiknya dihindari. Di antaranya botol/gelas air minum kemasan, peralatan makan/minum dari plastik sekali pakai, serta sedotan plastik. Produk tersebut dapat diganti dengan tumbler, container makanan yang bisa berkali-kali dipakai, sendol/garpu/sumpit yang bisa berkali-kali digunakan menggunakan sedotan stainless atau kaca serta menggunakan tas guna ulang.

“Di banyak wilayah telah terbit peraturan yang melarang penggunaan tas kresek, termasuk di Bali. Aksi tersebut jika dilakukan secara konsisten oleh semua masyarakat, maka akan mengurangi timbulnya sampah plastik,“ tambahnya.

Diungkapkannya pula, kondisi pandemik juga menyebabkan meningkatnya sampah seperti masker bekas, tisu, kemasan belanja online dan sebagainya. Helmi mengajak para peserta workshop dan masyarakat untuk menghadapi tantangan itu dengan langkah sistematis dan kerja kolaboratif dalam semangat gotong royong. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda