Setelah Setahun Kijang LGX Hilang (6)

Dikawal Dua Anggota Serse Polres Gresik

Gedung Kantor PT Petrokimia Kayaku Gresik. (FOTO: Guritno Baskoro)

COWASJP.COM – Pagi itu saya membuat surat izin datang terlambat masuk kerja di kantor PT Petrokimia Kayaku, Gresik. Dengan dalih ada keperluan keluarga.

Padahal, saya perlu ke Polres Gresik.

Saya ingin segera menemui Kasat Reskrim. Ternyata apel pagi di kantor itu belum usai. Lebih baik menunggu daripada kepancal (Kasatrese terburu keluar kantor) dan saya tidak bisa bertemu beliau.

Setelah apel pagi selesai, saya langsung menghadap Kasat Reskrim di lantai dua.

Dibacanya surat dari Polda NTT itu. Polres Gresik mendukung penuh proses penarikan mobil ber-plat nomor "W" itu.

Menurut keterangan Kasat Reskrim, untuk membawa pulang mobil harus dilakukan oleh saya sendiri atau dapat diwakilkan oleh anggota polisi Gresik.

"Saya ambil sendiri pak", pinta saya.

"Silakan, lebih baik begitu. Tetapi tetap didampingi (tepatnya dikawal) oleh anggota kita", katanya.

"Siap pak", jawab saya menirukan ucapan siaga anggota  Paskibraka kepada komandannya zaman sekolah dulu.

Saya lebih mantab jika mengambil sendiri. Sekalian ingin bersilahturahmi dengan Pak Bello, Kabid Humas Polda NTT dan keponakan saya.

Kata Kasat Reskrim lebih lanjut: "Biaya transportasi dan akomodasi ke Kupang supaya ikut (ditanggung) Pak Baskoro.

Pergi pulang."

"Baik pak, siap", jawab saya.

guritno.jpgGuritno Baskoro, penulis, di kantor PT Petrokimia Kayaku. (FOTO: istimewa)

"Nanti yang  menemani dua orang anggota serse dari kami", lanjutnya.

"Baik pak", jawab saya meng-iyakan. 

Saya tidak berani bertanya mengapa harus dua orang. Baru setelah dijelaskan oleh mereka yang mengawal saya di perjalanan, SOP-nya memang begitu jika tugas keluar untuk saling mem-backup jika kondisi di lapangan tidak kondusif.

Kabar baik berikutnya dari Kupang bahwa mobil sudah ditarik ke Polda. Menurut keterangan dari Magda (keponakan saya), kondisi mobil masih bagus.

Kala itu, HP seluler yang saya pakai yaitu Nokia 1110. Layarnya masih hitam putih.  Hehe.., sehingga belum bisa menerima kiriman foto. 

Magda selanjutnya menanyakan kapan saya bisa ke Kupang?

Yang pertama yang harus saya ketahui sebelum berangkat ke Kupang adalah jadwal kapal laut penumpang dari Kupang  menuju Surabaya.

Menurut Magda, ada Kapal Motor Penumpang (KMP) Marina II. Kapal besi.

Jadwal berangkat dari Kupang tujuan Surabaya hanya seminggu sekali. Setiap  Sabtu, pagi hari.

Ia pernah naik kapal itu dari Kupang ke Ende Flores. Kapal penumpang itu transit di Ende Flores terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya ke Surabaya (PP).

Tapi sepertinya sekarang sudah tidak ada lagi kapal yang ambil rute panjang sampai Surabaya. 

Saya searching di google. Sudah tidak ada kapal mesin (KM) penumpang yang langsung dari Kupang ke Surabaya. Yang banyak hanya rute jarak pendek saja. Yaitu kapal ferri yang menyisiri kepulauan NTT dan NTB. Kecuali kapal laut muat barang.

Setelah disepakati hari penjemputan mobil, saya pesan tiket  pesawat terbang pada hari Jumat tanggal 20 Juli 2004. Saya pilih penerbangan  yang pertama yaitu pukul 6.55 pagi. Waktu itu yang ada dari maskapai Lion Air. Saya pesan 3 tiket. Lama penerbangan ditempuh 2 jam 5 menit.

Saya memberanikan diri berangkat pada hari Jumat karena Magda telah menjamin bahwa mobil bisa diambil pada hari itu juga.

Pulangnya pada hari Sabtu dengan menumpang KMP Marina II. Lama perjalanan laut ditempuh  2 hari 1 malam. Perkiraan tiba di Surabaya pukul 11 malam.

Jadwal kunjungan padat dan boleh dibilang nekad.

Tinggal berpikir, bagaimana caranya bercerita kepada isteri supaya misi ini bisa terlaksana. (Bersambung)

Penulis: Guritno Baskoro, pensiunan PT Petrokimia Kayaku, Gresik, Jatim.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda