Bazar Seni Lebaran di Jogja Galeri Jadi Destinasi Wisata

COWASJP.COM – Gelaran bazar seni yang digelar Yogya Galeri dan Kelompok Rakhmat Guyub (KRG) disambut baik para pemudik. Bazar Seni Lebaran (Bazseleb)  2018 yang berlangsung pada 13-14  dan 17 - 23 Juni 2018 -- libur saat Idul Fitri 15-16 Juni 2018-- ramai dikunjungi tamu. Kebanyakan para pemudik yang liburan di Jogja. 

Tak pelak, "pasar lukisan" untuk para pemudik ini tak pernah Sept dari pengunjung.  "Bahkan, ada pengunjung yang datang sebelum jam buka galeri dan rela menunggu galeri buka," cerita Koordinator Bazseleb Rakhmat Supriyono. 

borong-7-lukisan.jpg

Sering kali pula, para pengunjung datang terlebih dulu ketimbang penjaga stan. Penjaga stan yang juga peserta Bazseleb dijadwal menjaga stan secara bergantian. Untung saja, keguyuban sesama peserta bazar sangat tinggi.

Sehingga jika penjaga stan lukisan belum datang, para penjual batu mulia atau batik yang sudah ada membantu melayani. Bazseleb memang tak hanya menyediakan lukisan. Ada pula batu mulia, keris Dan batik. 

borong-7-lukisan-2.jpg

Para pembeli juga tampak antusias. Mereka ada yang tak hanya sekali datang. "Bapak itu kemarin sudah membeli kaligrafi, hari ini datang lagi membeli lukisan yang bertema pasar," ujar Nina Purnomo, peserta bazar yang jaga stan saat pembeli tersebut datang. 

Para pembeli juga banyak yang memborong. Tidak hanya beli satu. Tapi membeli dua atau tiga.  Bahkan ada yang lebih dari lima.

Dengan lukisan beragam aliran, beraneka ukuran dan harga yang terjangkau, sangat memungkinkan pembeli memborongnya. Lukisan yang dijual ada yang berharga Rp 50 ribu saja per buah. 

Di catatan pembelian, ada pula yang memborong pigura. Acara yang digelar di Yogya Galeri, Jalan Pekapalan Alun-Alun Utara Keraton Yogya ini menjadi bazar seni terlengkap dan terbesar yang ada selama ini. 

"Kami menyadari kebutuhan pembeli untuk melengkapi keindahan rumah mereka. Lukisan dengan beragam ukuran sangat pas dijual. Kita berikan kebebasan pembeli memilih sesuai yang diinginkan," tegas Rakhmat.

Melihat antusiasme pengunjung, beberapa di antaranya wisatawan mancanegara, Rakhmat berpikir untuk menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan tahunan. Tahun ini yang pertama. "InsyaAllah tahun depan dan tahun berikutnya akan kembali kita gelar, " tandasnya.  

Ketentuan yang menyebutkan karya harus "kemedol" dan "cemangking" serta harga terjangkau --atau dalam bahasa khas Jogja "rega kanca"-- rupanya menjadi kunci Bazseleb. Semoga kegiatan ini bisa menjadi penyemangat para seniman dari kelesuan pasar yang selama ini mereka rasakan. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda