''Gula Terasi'' ala Pak Hery

Sebuah Konsep Cerdas Gugah Kemalasan Berliterasi

COWASJP.COMSALAH satu problem kurang maksimalnya mutu hasil belajar adalah kurangnya kegiatan berliterasi. Rendahnya kegiatan menulis dan membaca  mengakibatkan belajar siswa kurang maksimal. Ini diakui oleh Ketua K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Kecamatan Manguharjo, Hery Sudarto M.Pd.

‘’Karena itu, kami punya program  ‘’Gula Terasi’’ atau ‘’Menggugah Kemalasan Berliterasi,’’ kata Hery Sudarto, MPd,  yang juga sebagai Kepala SDN 01 Manguharjo.

diskripsikungRx3Do.jpgSiswa ekskul SDN 04 Madiun Lor belajar dikripsi. (Foto: Santoso/CoWasJP)

Karena itulah beberapa sekolah saat ini memacu murid-muridnya dengan menambah extra kurikuler berupa Pengenalan Jurnalistik. Dalam hal ini pihak sekolah bekerja sama dengan praktisi jurnalistik, untuk memberikan wawasan dan teknik penulisan kepada siswa dari kelas 3 sampai 5.

Apalagi jurnalistik merupakan ilmu yang akrab dengan masyarakat sehari-hari. Ia ada di televisi, majalah, koran, radio bahkan  internet. Jurnalistik dengan kelenturannya juga bisa masuk di berbagai disiplin ilmu. Ia tidak hanya mengasah keterampilan menulis  dan literasi, namun juga berimbas pada kebiasaan membaca dan menulis. ‘’Apalagi ilmu menulis sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia,’’ ungkap Hery Sudarto.

heri-sudartoKtv6.jpgHery Sudarto (Foto: Santoso/CoWasJP)

Dicontohkan, pelajar/mahasiswa, tentu dituntut untuk menulis makalah/skripsi. Bahkan di dunia kerja ilmu menulis pun selalu dipakai, baik untuk membuat laporan maupun surat menyurat. Yang jelas, penulisan jurnalistik merupakan penulisan secara terstruktur, menggunakan ekonomi kata, sehingga tulisan itu mudah dicerna dan dipahami pembacanya.

‘’Karena terbiasa menulis terstruktur, mereka yang biasa menggunakan penulisan jurnalistik juga terbiasa berpikir terstruktur. Karena menulis itu menstrukturkan cara berpikir,’’ kata praktisi jurnalistik Santoso, yang jadi guru exkul di beberapa sekolah di Kota Madiun.

Extrakurikuler Jurnalistik, menurut Hery dimaksudkan untuk menambah keterampilan membaca dan menulis para siswa. Upaya ini sejalan dengan program pendidikan nasional, di mana kurikulum sekolah harus berbasis pada tiga kompetensi (sikap, pengetahuan dan keterampilan). ‘’Kompetensi dalam program ini adalah menulis,’’ tegasnya.

belajarkungexsKb.jpg

Ragam penulisan yang sedemikian banyak, menurut dia, bisa menjadi pilihan para siswa untuk untuk mengexpresikan dirinya. Misalnya membuat cerita pendek, puisi, berita dan novel. Dengan exkul jurnalistik tersebut diharapkan siswa terbiasa memahami bacaan, menganalisa, mendiskusikan, mengomunikasikan/melaporkan dalam media sekolah sehingga dapat menunjang pembelajaran lain. Diharapkan akan bermuara pada mutu hasil belajar menjadi meningkat.

Oleh karena itu, sekolah ini mengadakan exkul untuk kelas IV dan V. Ini dimaksudkan apabila sudah duduk di kelas VI, mereka memiliki keterampilan membaca dan menulis dengan baik sehingga dapat lebih mudah memahami pelajaran kelas VI. ‘’Ini diharapkan dapat mendorong meningkatkan mutu hasil belajar dan mutu hasil lulusan menjadi lebih baik,’’ harapnya.

Sebagai indikator keberhasilan program ini antara lain diharapkan siswa dapat menulis sesuai kaidah penulisan jurnalistik 5 W + 1 H (What, Why, Who, When, Where dan How). Selain itu juga mampu menulis dengan deskripsi yang benar, sehingga pembaca mampu membayangkan suasana apa yang ditulis siswa. Salah satu contoh, ketika siswa menulis tentang pengalaman rekreasi, maka penggambarannya pun bisa utuh sesuai deskripsi yang ada.

puisinY5J2D.jpg

Sedangkan untuk mengakomodasikan keterampilan tersebut, SDN 01 Manguharjo membuat media komunikasi sekolah/tabloid sekolah Esmasa. Media ini sekaligus menjadi ajang praktek bagi siswa peserta exkul jurnalistik. Hal ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Namun kegiatan jurnalistik tidak berhenti begitu saja usai tabloid sekolah diterbitkan. Dalam even-even tertentu siswa juga dilibatkan.

‘’Salah satu contoh dalam lomba fotografi beberapa waktu lalu, siswa jurnalistik juga diikutsertakan,’’ ungkapnya.

Apa yang dilakukan Hery Darto ternyata dianggap bagus untuk sejumlah. Sekarang ini saja di wilayah Kecamatan Kartoharjo ada beberapa sekolah yang memberikan exkul jurnalistik kepada murid-muridnya. Seperti SDN 03 Nambangan Kidul, SDN 04 Madiun Lor dan SDN 01 Manguharjo sendiri. Sementara di wilayah Kecamatan Kartoharjo baru SDN 01 Kartoharjo.

Bahkan untuk mengapresiasi aktivitas jurnalistik, masing-masing sekolah menerbitkan tabloid, misalnya ESMASA, NANMKID 01, GUNTUR, dan GALANG. ‘’Media ini, selain sebagai media komunikasi sekolah sekaligus sebagai ajang pelatihan anak-anak exkul jurnalistik,’ kata Hery Sudarto, MPd. (*)

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda