Buka Puasa Bersama Anak Pemulung

Laksma (Pur) Sulantari bagi paket pada anak YPAC. (Foto: Nasaruddin Ismail/CoWasJP.com)

COWASJP.COM – ockquote>

O l e h: M. Nasaruddin Ismail

------------------------------------------

WAJAH anak-anak pemulung dan anak cacat sore kemarin nampak ceriah. Mereka datang menghadiri acara buka puasa bersama Rotary Club (RC) Surabaya Surabaja.

Di mall yang menempati lokasi bekas markas KKO TNI AL yang sekarang bernama Marinir ini, disuguhkan dengan berbagai jenis makanan. Dan mereka pun bisa makan sepuas-puasnya di sana.
Anak-anak pemulung yang menempati stren kali Surabaya itu pun betul-betul menikmati hidangan tersebut.

Anggota Rotary Club Surabaya yang menyelenggarakan acara pun ikut senang melihat bocah-bocah yang makan satu piring besar itu.

Presiden-rotary-Surabaya-Eka-nasurddin75Lvi.jpg

President RC Surabaya, Eka sedang membagikan bingkisan pada anak pemulung. (Foto: nasaruddin ismail/CoWasJP.com)

"Melihat anak-anak yang gairah makannya cukup besar seperti itu, kami ikut senang," kata Pass President (PP) RC Surabaya, Laksma (Pur) dr Sulantari, yang ikut melayani bocah-bocah tersebut.

Bahkan melihat anak-anak yang mengambil makanan satu piring besar menduga tidak bisa menghabiskan.

bagikan-bingkisan-nasaruddinL46qX.jpg

Laksma (Pur) Sulantari sedang.membagikan bingkisan. (Foto: nasaruddin Ismail/CoWasJP.com)

"Saya khawatir tidak dihabiskan. Ternyata dimakan sampai habis. Rasanya senang melihat anak-anak yang suka makan seperti itu," komentar  dokter spesilis THT-KL yang baru saja pensiun dari perwira tinggi TNI AL. Ia sangat peduli dengan berbagai legiatan sosial.

"Kami tidak rugi mengundang mereka. Sebab, bisa menikmati dengan hidangan yang kami sediakan," ucapnya lagi.

Sebelum buka puasa bersama, anak-anak itu, disuguhkan dengan film kartun yang menjadi kegemaran mereka. Baru dilanjutkan dengan acara formal, seperti penyerahan bingkisan dari beberapa perusahaan, dan sambutan dari rotary maupun pemulung.

Anak-anak yang diundang itu merupakan binaan di pemulung sudah hampir 20 tahun. Begitu juga di YPAC,  hampir 10 tahun jadi pengurus yayasan yang menangani khusus anak cacat di Surabaya. Selain pendidikan juga mereka mendapat terapi. (*)

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda