Hasil Tes, Panca Tidak Gila
Semula penyidik mencurigai Panca gila. Hasil penyidikan, ia bukan saja membunuh empat anaknya, tapi juga dilakukan secara tidak normal. Ada tiga hal tidak lazim:
Selengkapnya
Semula penyidik mencurigai Panca gila. Hasil penyidikan, ia bukan saja membunuh empat anaknya, tapi juga dilakukan secara tidak normal. Ada tiga hal tidak lazim:
SelengkapnyaItulah yang dipakai biaya operasional. Termasuk gaji yang sangat layak untuk 17 orang pengurusnya.
SelengkapnyaRekonstruksi dipimpin Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Bagus Panuntun. Sosok korban diperankan Polwan. Dijelaskan Bagus, konstruksi perkara begini:
SelengkapnyaSuatu saat Mbak Yani kirim komentar soal artikel di Disway. Lewat WA. Mungkin baru sekali itu seumur hidupnyi menulis komentar.
SelengkapnyaBukan main gatalnya jari-jari ini: begitu banyak sisi menarik yang bisa ditulis.
SelengkapnyaKholiq lahir di situ. Sekolah di situ. Waktu SMP sudah bekerja sebagai penggali batu di situ: di satu bukit yang batunya berwarna abu-abu. Orang desa Sambirejo menyebutnya batu putih.
SelengkapnyaPernah suatu ketika masih merasakan hangatnya 20 derajat di siang hari mendadak turun jadi 9 derajat di malam hari. Lantai apartemen terasa terlapisi es batu.
SelengkapnyaKebetulan seorang perusuh dari Padang Sidempuan, Marwan Hamhis Siregar, ingin menolong temannya di kampungnya sana: saraf belakangnya terjepit.
SelengkapnyaDari segi frekuensi pembunuhan, jenis ini paling jarang membunuh dibanding tiga jenis pembunuh berantai yang disebutkan Holmes itu.
SelengkapnyaKalau perkara PKPU ini tidak bisa dicabut pilihan tinggal dua: damai (homologasi) atau masuk proses pailit. Semua harus diputuskan dalam 12 hari ini.
Selengkapnya