COWASJP.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur resmi mengumumkan pergantian kepemimpinan. Melalui Rapat Paripurna yang digelar di kantor MUI Jatim, Senin (20/4/2026), nama Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar ditetapkan sebagai Ketua Umum baru. Beliau menggantikan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Rapat ini menjadi momen penting dalam menjaga kesinambungan organisasi, di mana seluruh tahapan dilakukan secara demokratis, berjenjang, dan sesuai dengan aturan organisasi yang berlaku.
Rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jatim, Emil Elestianto Dardak, ini merupakan tindak lanjut resmi dari surat pengunduran diri Ketua Umum sebelumnya.
Dalam paparannya, Emil menjelaskan bahwa perjalanan kepemimpinan ini dimulai sejak Musyawarah Daerah (Musda) XI pada Desember 2025 lalu. Yang semula menetapkan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah sebagai Ketua Umum masa khidmat 2025–2030.
"Keputusan tersebut telah disahkan melalui SK MUI Pusat. Namun, pada 10 Februari 2026, beliau menyampaikan surat pengunduran diri dengan alasan kesehatan. Setelah melalui berbagai tahapan, akhirnya pada 12 Maret 2026, Dewan Pimpinan secara resmi menerima pengunduran diri tersebut," jelas Emil.
Sebelum mengambil keputusan final, dilakukan serangkaian komunikasi dan konsultasi yang intensif. Tim melakukan silaturahmi ke Pesantren Zainul Hasan Genggong, serta berkoordinasi langsung dengan Ketua Umum MUI Pusat untuk mendapatkan arahan strategis. Hasil dari seluruh proses musyawarah itulah yang kemudian disahkan dalam rapat hari ini.
Rapat paripurna menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait reposisi kepengurusan MUI Jatim periode 2025–2030, antara lain:
Menetapkan Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar sebagai Ketua Umum MUI Jatim yang baru.
Menempatkan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah sebagai Anggota Dewan Pertimbangan, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian beliau.
Selain pergantian ketua, juga dilakukan penyesuaian posisi strategis lainnya guna memperkuat kinerja organisasi:
- Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Agama dan Sosial Budaya.
- KH. Ma’ruf Khozin sebagai Ketua Bidang Fatwa.
- Dr. KH. Akhmad Jazuli sebagai Ketua Bidang Ukhuwah dan Kerukunan Umat Beragama.
- Penambahan personel di jajaran Sekretaris yaitu Imam Hidayat.
- Penambahan personel di jajaran Bendahara yaitu Dr. Agung Subagyo.
Wagub Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa hasil rapat ini akan segera ditindaklanjuti secara administratif. Dewan Pimpinan MUI Jatim diminta untuk segera mengajukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) kepada MUI Pusat di Jakarta, agar keputusan ini segera memiliki kekuatan hukum yang sah.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat membawa semangat baru bagi MUI Jawa Timur untuk terus berkiprah, memberikan fatwa yang benar, menjaga kerukunan, dan menjadi pelindung serta pembimbing umat.
Selamat bertugas kepada Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar dan seluruh pengurus baru. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat dan bangsa. Wallahu A'lam Bisshawab.(*)