Tiga Kepala Sekolah Muhammadiyah di Waru Dikukuhkan, Dituntut Terus Berinovasi dan Berkemajuan

Tiga kepala sekolah foto bersama jajaran pengurus PDM Sidoarjo. Dari kiri: Muhammad Kohar, S.Sos, M.Si., Syaifullah Al Hadi, S.Psi. M.M., Agus Widiyanto, S.Pd., M.Pd., Haris Fathoni, S.Pd., M.Pd., Abdul Mu’iz Yuvan Ananta, S.Pd., M.Pd., Dr. H. Taufiq Chur

COWASJP.COM – Tiga sekolah Muhammadiyah di lingkungan Kecamatan Waru, Sidoarjo memiliki pemimpin baru. SD Muhammadiyah 1 Waru (Miwa) dipimpin oleh Haris Fathoni, S.Pd., M.Pd. 

SD Muhammadiyah 2 Waru (Mawar) dikawal oleh Abdul Mu’iz Yuvan Ananta, S.Pd., M.Pd. 
Kepala SMP Muhammadiyah 3 Waru (Mugaru) dipercayakan kepada Agus Widiyanto, S.Pd., M.Pd.

Ketiga kepala sekolah itu akan menjabat untuk periode 2026-2030. Ini merupakan masa jabatan kedua untuk masing-masing kepala sekolah. Pada periode kedua jabatan kasek ini, mereka dituntut untuk berkarya lebih giat. Hal ini seiring dengan tema pengukuhan: Meneguhkan amanah, menuju pendidikan yang unggul, inovatif, dan berkemajuan.

Sabtu (18/4/2026) kemarin mereka dikukuhkah oleh Wakil Ketua PDM Sidoarjo Dr. H. Taufiq Churahman, M.Ag. (Koordinator bidang Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah; Bidang Pembinaan Haji dan Umrah). Sedangkan Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo Syaifullah Al Hadi, S.Psi., M.M. membacakan SK pengangkatannya.

Hadir pula Wakil Ketua PDM Sidoarjo Arif Hidayat, S.T. (Korbid Pembinaan Kesejahteraan Sosial; Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana; Hikmah dan Kebijakan Publik) dan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo Muhammad Kohar S.Sos M.Si.

Taufiq mengatakan bahwa jabatan kepala sekolah itu bukan hadiah. Suatu jabatan itu amanah. “Karena itu, semuanya harus bisa dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dalam pesan amanatnya, Taufiq mengutip Surat Toha ayat 42 untuk memotivasi para kepala sekolah. Ada 5 pesan yang harus diingat oleh para kasek. Pertama, bergerak atau improvement. Kasek era saat ini tidak boleh diam. Sebagai pemimpin, kasek harus bergerak dan menggerakkan. 

“Itulah syarat untuk menuju sekolah yang unggul,” ujarnya.

Kedua, team work atau kerja sama. Kasek tidakbisa kerja sendirian. Supaya  menjadi sekolah unggul, kasek harus bekerja sama dengan berbagai pihak. “Rangkul semua masyarakat sekolah. Percayakan beberapa pekerjaan kepada guru dan tendik. Jangan dikerjakan sendiri,” katanya.

Ketiga, berpengetahuan. Artinya, kasek tidak boleh miskin ilmu. Kasek harus berpengetahuan lebih atau kaya ilmu. “Pergerakan dan kerja sama tim dibalut dengan ilmu pengetahuan akan melahirkan generasi yang membanggakan,” tambahnya.

Selain itu, seluruh kasek harus berpendidikan S-2.

Keempat, hard work atau kerja keras. Kasek di era digital ini tidak boleh lengah. “Makanya, aturan terbaru, salah persyaratan usia kepala sekolah di lingkungan Muhammadiyah adalah kurang dari 50 tahun. “Tujuannya, agar kasek mampu bekerja keras agar sekolah bisa unggul dan bersaing di era global,” tambahnya.

Kelima, spiritual. Ciri khas sekolah Muhammadiyah adalah kuat di bidang spiritual. Karena itu, semua aktivitas harus ditautkan dan disandarkan kepada Allah SWT. “Kompetensi sprititual harus kuat. Jangan lupakan sholat malam. Insya Allah semua aktivitas untuk memajukan sekolah menjadi berkah,” tuturnya mengakhiri amanat.

Ketua PCM Waru Ismono, S.H. menegaskan pentingnya pembaruan bagi sekolah Muhammadiyah. Sekolah adalah garda terdepan di bidang pendidikan. Sekolah perlu berupaya keras dan terus berinovasi. “Sebagai manajer, kasek harus merangkul seluruh guru dan tendik. Jangan lupa untuk terus meningkatkan akhlak yang unggul. Spiritnya adalah demi kemajuan bangsa ke depan tanpa mengabaikan budi pekerti yang mulia,” katanya.

Sementara itu, ketua kegiatan pengukuhan Dr. Yarno, M.Pd. juga melaporkan proses kegiatan pemilihan kepala sekolah. Mulai penjaringan, pengusulan, pemilihan, penetapan hingga berakhir pada pengukuhan tersebut. 
.
“Seluruh proses berlangsung terbuka dan transparan,” ujarnya. 
Dari 14 bakal calon tereliminasi 2 orang. Satu orang gugur pada tahap awal karena faktor masa pengabdian yang kurang. “Satu lagi karena usia lebih dari 50 tahun,” tambahnya.

Sisanya, 12 orang, mengikuti seluruh proses pemilihan. Berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan, tiga orang akhirnya ditetapkan oleh PDM Sidoarjo untuk memimpin sekolah Muhammadiyah di lingkungan Waru, Sidoarjo. (*)

Pewarta : Yarno
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda