Munas XVI IPSI Bertema: “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”

Sugiono kandidat kuat Ketum PB IPSI yang baru. (FOTO: Tangkapan Layar TV)

COWASJP.COM – ​Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tahun 2026 resmi digelar dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Acara berlangsung 9–11 April 2026 di Hotel Sultan dan Jakarta Convention Center (JCC) Senayan ini menjadi titik balik penting bagi perjalanan olahraga budaya bangsa.

Mengusung semangat “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”, forum tertinggi organisasi ini mengusung dua agenda krusial: 

pemilihan kepemimpinan baru dan penyusunan strategi konkret untuk menembus panggung olahraga tertinggi dunia.

PERAN SENTRAL PRESIDEN PRABOWO

Sabtu, 11 April 2026 menjadi momen bersejarah saat Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, hadir membuka rangkaian acara utama. Tepat pukul 13.30 WIB, beliau tiba mengenakan busana tradisional yang anggun, disambut hangat oleh Wakil Ketua Umum sekaligus Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

Kehadiran Presiden Prabowo bukan sekadar simbolis. Beliau telah mengabdikan diri memimpin PB IPSI selama lima periode berturut-turut sejak tahun 2004 hingga 2025, serta menjabat sebagai Presiden Federasi Pencak Silat Dunia (Persilat) sejak 2010. Di bawah kepemimpinannya, pencak silat mengalami lonjakan prestasi dan pengakuan internasional yang luar biasa.

Suasana menjadi hangat dan akrab saat Presiden Prabowo menyapa sahabat lamanya dari dunia militer, Mayor Jenderal TNI (Purn) Nachrowi Ramli, yang kini menjabat Ketua Umum Persatuan Pencak Silat Putra Betawi.

“Teman sebelah tempat tidur saya di militer. Kalau dia yang disiplin, kalau saya yang agak nakal waktu itu. Tapi saya Presiden sekarang,” canda Prabowo disambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Beliau pun menegaskan kekagumannya pada kedisiplinan Nachrowi yang tak pernah berubah, menjadi contoh nyata nilai-nilai luhur yang juga dijunjung tinggi dalam pencak silat.

Posisi Sugiono Menguat sebagai Penerus

Agenda utama Munas kali ini adalah memilih Ketua Umum PB IPSI periode 2026–2030. Meskipun arus dukungan agar Prabowo kembali memimpin masih sangat kuat dari seluruh 38 provinsi, namun kesibukan beliau sebagai Kepala Negara membuka peluang bagi figur lain untuk meneruskan estafet kepemimpinan.

Dari berbagai penjuru daerah, nama Menteri Luar Negeri, Sugiono, muncul sebagai kandidat terkuat dan paling difavoritkan. Sosok yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI ini dinilai sangat layak dan siap melanjutkan visi besar organisasi. 

“Banyak pihak yang menginginkan Mas Sugiono untuk jadi penerus Bapak Prabowo, mengingat kesibukan beliau saat ini sebagai Presiden. Selama ini beliau juga sangat aktif dan banyak meluangkan waktu mengurus IPSI,” ujar Ketua Pengprov IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono. Hal senada juga disampaikan perwakilan dari Sulawesi Tengah dan daerah lainnya.

Sugiono dinilai memiliki komitmen tinggi, pemahaman mendalam tentang organisasi, serta jaringan luas yang sangat dibutuhkan untuk membawa pencak silat semakin mendunia. Selain itu, nama Nachrowi Ramli juga turut mencuat sebagai calon yang potensial, melengkapi dinamika demokrasi dalam organisasi. 

Visi Besar: Membawa Pencak Silat ke Olimpiade 2028

Di samping soal kepemimpinan, Munas XVI IPSI menegaskan tekad terbesarnya: mendorong pencak silat agar dapat dipertandingkan dalam Olimpiade Los Angeles 2028. Target ini bukan sekadar mimpi, melainkan tujuan strategis yang didukung oleh langkah-langkah nyata.

Dalam forum tersebut, dibahas secara mendalam program “Road to Olympic”, yang mencakup:

 - Penguatan sistem pembinaan atlet dan wasit juri berstandar internasional.

- Peningkatan kualitas kompetisi di tingkat nasional maupun global.

- Upaya diplomasi intensif melalui dukungan pemerintah, termasuk usulan penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) untuk mempercepat pengakuan dunia olahraga.

 

Saat ini, target realistis yang dibidik adalah pencak silat dapat tampil sebagai cabang eksibisi. Namun, peluang untuk masuk sebagai cabang resmi tetap terbuka lebar seiring dengan semakin banyaknya negara yang mengembangkan dan mencintai olahraga ini.

Semangat yang Tak Pernah Padam

 

Munas XVI IPSI 2026 bukan sekadar ritual organisasi. Ini adalah bukti bahwa pencak silat, sebagai warisan leluhur dan identitas bangsa, terus bergerak maju dengan manajemen modern dan visi global.

 

Dengan kepemimpinan baru yang akan ditetapkan, didukung oleh seluruh elemen bangsa dan negara, kita optimis pencak silat akan semakin mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Dari tanah air tercinta, menuju panggung Olimpiade.

 

Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi langkah kita semua.

 Wallahu A'lam Bisshawab. (*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda