COWASJP.COM – Pendaftaran calon Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026–2030 resmi ditutup pada Jumat (6/3/2026).
Berbeda dengan perkiraan awal yang mendaftar hanya sekitar tujuh hingga delapan orang. Tapi akhirnya tercatat sebanyak 13 orang akademisi berprestasi yang mendaftarkan diri sebagai calon pemimpin kampus selama empat tahun ke depan.
Sebanyak 13 nama bakal calon rektor yang terdaftar adalah:
1.Prof. Masdar Hilmy
2.Prof. Abdul Chalik
3.Prof. Khoirun Niam
4.Prof. Evi Fatimatur Rusydiyah
5.Prof. Idri
6.Prof. Akh. Muzakki
7.Prof. Siti Warjiyati
8.Prof. Rubaidi
9.Prof. Husniyatus Salamah
10.Prof. Nur Kholis
11.Prof. Mohammad Kurjum
12.Prof. Achmad Muhibin Zuhri
13.Prof. Zumrotul Mukaffa.
Pada hari terakhir pendaftaran, suasana di Gedung Rektorat UINSA terasa ramai dengan hadirin yang datang mengantar. Atau sekadar menyaksikan proses penutupan pendaftaran.
A. Bajuri, Wakil Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UINSA, yang juga hadir pada kesempatan itu, menyatakan bahwa kehadirannya bukan untuk mendukung salah satu calon secara khusus.
“Saya datang bukan untuk mendukung salah satu calon, tapi ingin melihat prosesnya saja,” ujarnya.
Sebelumnya, IKA UINSA telah menggelar Sarasehan untuk mendengar dan menjajagi visi misi para calon rektor yang akan mengemban amanah memimpin kampus.
Menurut Bajuri, informasi terkait calon rektor dan dinamika di kampus sangat penting untuk kemajuan UINSA ke depan. Ia mengaku cukup terkejut dengan jumlah pendaftar yang mencapai 13 orang.
Sebagai mantan wartawan era 1990-an, ia juga melakukan diskusi informal dengan sejumlah dosen dan civitas akademika yang berada di lokasi pendaftaran.
Dari percakapan tersebut, terlihat beragam pandangan di kalangan civitas akademika terkait pemilihan rektor mendatang.
ARUS PERUBAHAN SANGAT KUAT
“Memang ada yang pro terhadap incumbent. Tetapi dari diskusi informal yang saya dengar, arus netral dan yang menginginkan perubahan sangat kuat,” jelasnya.
Suasana tersebut juga tercermin dari spanduk yang dibawa beberapa pengantar dengan pesan “Calon Rektor UINSA: Guyub, Rukun, Damai, Bahagia, Seduluran Selawase,” yang menggambarkan harapan akan suasana kampus yang lebih harmonis ke depannya.
Bajuri juga mengungkapkan bahwa di kalangan civitas akademika mulai muncul berbagai tagline terkait pemilihan rektor, seperti #wayaheganti, #gantirektor, hingga #asalbukandia, meskipun ia menegaskan bahwa dinamika tersebut masih bersifat diskusi informal.
Menurutnya, jumlah pendaftar yang mencapai 13 orang merupakan fenomena yang jarang terjadi dalam pemilihan pimpinan perguruan tinggi. “Ini fenomena yang cukup unik. Bisa saja ini menjadi tanda adanya dinamika atau pergerakan menuju perubahan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan terkait pendaftaran calon rektor ini akan dilaporkan kepada Ketua Umum IKA UINSA Dr. H. Ida Fauziyah untuk mempertimbangkan kemungkinan menggelar kembali forum diskusi alumni dengan menghadirkan seluruh 13 bakal calon rektor UINSA.
Semoga proses pemilihan rektor UINSA ke depannya berjalan dengan lancar, transparan, dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa UINSA menjadi perguruan tinggi yang lebih baik, unggul dalam ilmu pengetahuan, serta mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan agama.
Semoga setiap langkah yang diambil selalu berpijak pada kebaikan bersama dan kemajuan UINSA sebagai rumah ilmu yang penuh berkah.(*)