Angin Puting Beliung Hantam Sanankulon, PDIP Blitar Salurkan Bantuan

DPC PDIP Kabupaten Blitar bersama Badan Penanggulangan Bencana memberikan bantuan. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Suasana di desa-desa Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, masih terasa berat dengan bekas kepanikan. Atap rumah roboh bergelimpangan, genteng berserakan menyebar di tanah, dan dahan pohon besar patah menutupi sebagian tembok. 

Itu semua adalah jejak angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. 

Di tengah kesulitan masyarakat, Jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar bersama Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) turun langsung ke lokasi. Memberikan bantuan dan melihat kondisi lapangan secara teliti.

 Kondisi Lapangan di Desa Terdampak

 Rombongan yang dipimpin Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, tiba di Kecamatan Sanankulon pada Jumat (6/3/2026). Mereka mengunjungi satu per satu rumah warga yang terdampak. 

Di Desa Sumber, tembok belakang rumah Pak Slamet roboh setelah tertimpa pohon jati berusia puluhan tahun. Di Desa Sumberingin, atap rumah Muh Azis benar-benar ambruk akibat robohnya pohon kenanga yang tinggi lebih dari 15 meter. 

Sedangkan di Desa Tambakboyo, tiga rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat dahan pohon yang patah jatuh.

 Cuaca ekstrem yang menyebabkan kejadian ini telah memengaruhi lima dari 12 desa di kecamatan tersebut. 

Menurut laporan dari Baguna, angin dengan kecepatan mencapai 60 kilometer per jam mengguncang kawasan pada hari sebelumnya. Kekuatan angin cukup besar untuk menjatuhkan pohon-pohon yang tumbuh dengan akar dalam di sekitar pemukiman warga.

 Penyaluran Bantuan dan Harapan Masyarakat

 “Kami hari ini mengunjungi warga yang terdampak. Dari 12 desa di Sanankulon, ada lima desa yang rumah warganya tertimpa pohon. Beberapa di antaranya di Desa Sumber, Sumberingin, dan Tambakboyo. Kami datang memberikan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian,” ujar Guntur Wahono saat berhenti di halaman rumah Muh Azis.

 DPC PDIP Kabupaten Blitar menyiapkan total 50 paket bantuan sembako. Setiap paket berisi beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kilogram, telur 1 kilogram, dan mie instan. 

Sebanyak 40 paket langsung disalurkan kepada keluarga yang rumahnya rusak akibat bencana. Sisanya 10 paket akan diberikan kepada warga miskin ekstrem di sekitar lokasi terdampak.

 “Ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tambah Guntur.

 Muh Azis, salah satu warga terdampak, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari PDIP. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang mengalami musibah. Saat ini kami tinggal sementara di rumah saudara, dan bantuan sembako ini sangat membantu kebutuhan kami sehari-hari,” ucapnya dengan suara sedikit bergetar.

 Permasalahan yang Muncul dan Saran Penyelesaian

 Menurut Guntur Wahono, kejadian rumah tertimpa pohon yang sering terjadi belakangan ini menjadi perhatian serius. Ia menjelaskan bahwa banyak pohon besar yang tumbuh dekat pemukiman tidak memiliki pemilik yang jelas, sehingga sulit untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab melakukan pemangkasan atau perampasan.

 “Kalau di sekitar rumah warga ada pohon-pohon besar, mohon segera dilakukan perampasan atau pemangkasan. Karena belum tentu pemilik pohon itu juga pemilik rumah yang tertimpa. Ini penting untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.

 Ia juga mengungkapkan bahwa bencana akibat cuaca ekstrem semakin sering terjadi di Kabupaten Blitar. Sehari sebelum kejadian di Sanankulon, beberapa desa di Kecamatan Ponggok juga dilanda angin puting beliung yang merusak beberapa bangunan umum dan rumah warga.

 “Kemarin di Ponggok ada beberapa desa yang terkena puting beliung, sekarang di Sanankulon. Tidak menutup kemungkinan kejadian seperti ini akan terjadi di tempat lain. Karena itu pemerintah harus sigap memberikan imbauan kepada kepala desa untuk diteruskan kepada warganya,” jelas Guntur.

 Bendahara DPC PDIP Kabupaten Blitar, Basori, juga menyampaikan empati. “Kami dari PDIP ikut berbelasungkawa kepada warga yang terkena bencana. Mudah-mudahan ini menjadi yang terakhir. Kami juga mengimbau masyarakat, bila ada pohon besar yang dekat rumah, baik milik sendiri maupun milik tetangga, sebaiknya dirampali atau dipangkas dahannya,” ujarnya.

  Inovasi dan Motivasi

 Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa depan, perlu adanya inovasi dalam pengelolaan pohon di sekitar pemukiman. Salah satu ide yang dapat diusulkan adalah pembentukan tim pemantau pohon rawan bencana di setiap kecamatan. Tim ini dapat terdiri dari petugas lingkungan hidup, kepala desa, dan perwakilan masyarakat.(*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda