Masjid Al Baabul Munawwar dan Gereja Oikumene Soteria, Tempat Ibadah Terdalam di Dunia

Masjid Al Baabul Munawwar berada di kedalaman 1.760 meter di area tambang PT Freeport Indonesia. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – ALHAMDULILLAH, masjid terdalam di dunia ada di Indonesia. Lokasinya bukan di dataran tinggi atau kawasan perkotaan, melainkan jauh di bawah permukaan tanah di Provinsi Papua.

Bernama Masjid Al Baabul Munawwar, berada di kedalaman 1.760 meter di area tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di Tembagapura. 

Tempat ibadah yang satu ini bukan hanya menjadi bukti keajaiban rekayasa, tetapi juga simbol penghormatan terhadap kebebasan beragama dan perhatian mendalam terhadap kesejahteraan pekerja di lingkungan kerja yang ekstrem.

 SEJARAH DAN LATAR BELAKANG PEMBANGUNAN

 Masjid Al Baabul Munawwar direncanakan pada awal 2013 dan mulai dibangun tahun 2014, dengan investasi yang tidak sedikit untuk mengatasi tantangan teknis di bawah tanah. Setelah hampir satu tahun pembangunan yang cermat, masjid resmi mulai digunakan oleh para karyawan pada awal tahun 2015. 

Pembangunan ini merupakan bentuk komitmen nyata PT Freeport Indonesia terhadap hak dan kebutuhan spiritual pekerja yang menghabiskan sebagian besar waktu kerja di zona tambang bawah tanah.

 Tak hanya fokus pada umat Muslim, perusahaan juga membangun Gereja Oikumene Soteria yang berdampingan dengan masjid dan berada pada kedalaman yang sama persis. 

Kedua fasilitas ibadah ini menjadi satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia yang terletak pada kedalaman seperti itu. 

Pada tahun 2016, Masjid Al Baabul Munawwar resmi tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai masjid dengan lokasi terdalam di negara kita, menambah kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

kusnin1.jpgFOTO : Istimewa.

 Proses pembangunan menghadapi rintangan yang luar biasa. Suhu di lokasi bisa mencapai 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban hingga 85%. Harus dipasang sistem pendingin udara dan ventilasi khusus yang mampu beroperasi di bawah tanah. 

Selain itu, material bangunan harus dipilih dengan cermat agar tahan terhadap tekanan tinggi dan kondisi geologi yang kompleks di area tambang.

 CIRI KHAS STRUKTUR DAN FASILITAS

 Berbeda dengan masjid pada umumnya yang identik dengan kubah dan menara, Masjid Al Baabul Munawwar tidak memiliki elemen tersebut. Langit-langit masjid terbuat dari batu alam yang menjadi bagian dari struktur batuan tambang. Ini memberikan kesan tenang dan damai seperti berada di dalam gua yang dirancang khusus untuk beribadah. 

Meski demikian, desainnya tetap memperhatikan prinsip-prinsip arsitektur masjid, dengan arah kiblat yang jelas dan ruangan utama yang cukup luas untuk menampung hingga 150 -250 jamaah sekaligus.

 Fasilitas di dalam masjid juga tidak kalah lengkap dengan masjid di permukaan tanah. Terdapat area tempat wudhu yang dilengkapi dengan pasokan air bersih yang dialirkan secara khusus dari atas permukaan. 

Ruang istirahat kecil untuk para pekerja sebelum atau sesudah ibadah, serta sistem pencahayaan yang dirancang agar memberikan penerangan optimal tanpa membuat suhu menjadi terlalu panas. 

Dinding masjid juga dilapisi dengan bahan anti-bocor dan tahan terhadap getaran gempa mikro yang sering terjadi akibat aktivitas penambangan di sekitarnya.

 INOVASI DAN MAKNA YANG MENDALAM

 Keberadaan Masjid Al Baabul Munawwar merupakan bentuk inovasi dalam menyediakan fasilitas ibadah di lingkungan kerja yang tidak lazim. 

Perusahaan berhasil menggabungkan teknologi rekayasa modern dengan kebutuhan spiritual manusia, membuktikan bahwa kemajuan industri tidak perlu mengorbankan nilai-nilai agama dan budaya. 

Sistem manajemen fasilitas ibadah ini juga menjadi contoh bagi perusahaan lain di sektor yang sama, untuk lebih memperhatikan kesejahteraan rohani pekerja.

kusnin2.jpgFOTO : Istimewa.

 Selain sebagai tempat ibadah, masjid dan gereja yang berdampingan ini menjadi simbol kerukunan antarumat beragama yang kuat. Para pekerja dari berbagai agama saling menghormati aktivitas ibadah satu sama lain, bahkan terkadang saling membantu dalam menjaga kebersihan dan kelancaran fasilitas tersebut. 

Kehadiran kedua tempat ibadah ini juga terbukti meningkatkan semangat kerja dan produktivitas karyawan. Karena mereka merasa dihargai dan didukung dalam menjalankan kewajiban agama mereka.

 Setiap hari, ratusan karyawan mengunjungi Masjid Al Baabul Munawwar dan Gereja Oikumene Soteria. Perusahaan juga secara rutin menyelenggarakan kegiatan keagamaan, seperti kajian agama, doa bersama, dan perayaan hari besar agama, yang diikuti dengan antusias oleh para pekerja dari berbagai latar belakang.

 DOA DAN MOTIVASI BAGI PARA PEKERJA

 Ya Allah, Tuhan semesta alam, limpahkan rahmat-Mu kepada seluruh pekerja di seluruh pelosok negeri, khususnya mereka yang bekerja di lingkungan yang menantang seperti tambang bawah tanah. Berikan kekuatan fisik yang tangguh agar mereka dapat menjalankan tugas dengan baik, serta kesehatan rohani yang kokoh agar selalu tetap teguh pada ajaran-Mu.

 Jadikan Masjid Al Baabul Munawwar dan Gereja Oikumene Soteria sebagai sumber kedamaian dan kekuatan. Berikan hikmah kepada setiap pekerja yang beribadah di sana, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam pekerjaan maupun dalam hubungan dengan sesama. 

Jadikan kerja mereka sebagai ibadah yang diterima Allah, dan berkahi setiap usaha yang mereka lakukan untuk kesejahteraan keluarga, perusahaan, dan bangsa Indonesia.

Marilah kita jadikan contoh dari keberadaan tempat ibadah yang luar biasa ini: bahwa prestasi kerja yang gemilang akan lebih bermakna jika diimbangi dengan kebaikan hati dan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual. 

Semoga setiap langkah yang kita tempuh dalam menjalankan tugas dan pekerjaan selalu dipandu oleh kebaikan, penuh berkah, dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Wallahul A'lam Bisshawab. (*) 

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda