Khofifah Salurkan Bantuan Sosial Rp7 Miliar di Malang, Fokus pada Kemandirian Masyarakat

Gubernur Jatim Khofifah juga membagikan takjil kurma. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp7.050.325.000 di Pendopo Kabupaten Malang, Minggu (22/2/2026). 

Bantuan ini bagian dari program Nawa Bhakti Satya “Jatim Sejahtera” untuk wujudkan kesejahteraan inklusif menuju Indonesia Emas 2045.

 Khofifah menegaskan kebijakan sosial Jatim tidak hanya sebatas bantuan sesaat. Tujuannya adalah bangun fondasi kemandirian masyarakat.

 Pendekatannya lintas sektoral dan spasial. Semua intervensi berdasarkan data terpadu agar tepat sasaran.

 “Intervensi kita tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Harus ada kesinambungan antara perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi,” katanya.

 Khofifah mengapresiasi DPRD Jatim, Pemkab Malang, perangkat daerah, BUMD, dan pilar sosial. Menurutnya, kolaborasi dan gotong royong kunci kesejahteraan merata.

 Sebesar Rp5.765.825.000 dialokasikan melalui Dinas Sosial Jatim. Komponen terbesar adalah Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp4.166.000.000. Bantuan ini untuk 2.083 keluarga, masing-masing Rp2 juta per tahun.

 Selain itu, ada Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) Rp486.000.000. Diberikan kepada 135 penerima manfaat. Khofifah menegaskan kelompok disabilitas harus dapat akses kesejahteraan yang layak.

 Penguatan ekonomi produktif melalui program KIP Jawara. KIP Putri Jawara Rp36 juta untuk 12 penerima. KIP PPKS Jawara Rp24 juta untuk 8 penerima. KIP KPM Jawara Rp324 juta untuk 108 penerima. Program ini beri modal dan pendampingan bagi wirausaha baru.

 Perhatian juga diberikan pada pelayan sosial. Bantuan makanan LKS A Rp251.625.000 untuk 55 jiwa. Tali asih bagi SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan TAGANA Rp478.200.000 untuk 222 penerima.

 Khofifah soroti tantangan penghapusan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Data Januari 2026 menunjukkan jumlahnya mencapai 1.480.380 orang di Jatim.

 “Angka ini sangat signifikan dan membutuhkan mitigasi cepat. Pilar sosial harus aktif verifikasi data,” ujarnya.

Melalui BUMD Jatim, zakat produktif Rp25 juta disalurkan ke 50 penerima. Bantuan ini untuk stimulan ekonomi mikro berbasis solidaritas.

Sektor desa dapat alokasi Rp1.259.500.000 melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim. Programnya meliputi BUMDesa Rp400 juta untuk empat desa. Desa Berdaya Rp200 juta untuk dua desa. Jatim Puspa Rp604,5 juta untuk tiga desa.

Khofifah mengatakan desa adalah fondasi ketahanan sosial dan ekonomi. Di Kabupaten Malang, desa-desa tumbuh pesat.

“Kita ingin desa di Malang jadi pusat pertumbuhan baru. Dari desa yang kuat akan lahir masyarakat tangguh,” tegasnya.

Bertepatan Ramadhan, Khofifah ajak semua pihak tingkatkan empati sosial. Ia juga membagikan kurma takjil untuk keluarga penerima manfaat.

“Monggo kurmanya bisa dimanfaatkan untuk takjil berbuka puasa,” katanya.

Bupati Malang Sanusi ucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Jatim. Menurutnya, program ini bukan hanya melindungi masyarakat rentan, tetapi juga mendorong produktivitas dan akses usaha.

“Semoga bantuan ini mampu memberikan manfaat dan keberkahan sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Malang,” ucapnya.(*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda