Qari Cilik Muhammad Zian Fahrezi dari Bima Menjuarai MTQ Internasional Karbala, Iraq

Sepulang dari Iraq, Zian langsung diarak keliling Kota Bima. (FOTO: Dok. Ziayan)

COWASJP.COM – Muhammad Zian Fahrezi, qari cilik berusia 11 tahun dari Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil mengharumkan nama Indonesia. Fahrezi berhasil merebut juara pertama kategori anak-anak dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional di Karbala, Iraq, pada periode 22 Januari - 5 Februari 2026. 

Prestasi gemilang ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan karirnya yang penuh dedikasi. Sekaligus membuktikan bahwa potensi anak-anak Indonesia memang luar biasa. Mampu bersaing dan unggul di kancah dunia. 

Sejak tahun 2024, Zian Fahrezi telah menunjukkan kemampuan luar biasa di bidang tilawatil Quran. Berbagai pencapaian peestasi semakin mengukir namanya sebagai salah satu bakat muda terbaik dalam membaca Al-Quran dari Indonesia.

 Profil Muhammad Zian Fahrezi: Perjalanan Awal Menuju Dunia Tilawatil Quran

 Zian adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Ahmad Azka Fuad dan Aidha. Mereka tinggal di Kelurahan Monggonao, Kota Bima, Pulau Sumbawa. 

Sejak usia dini, ia telah menunjukkan minat yang besar terhadap bacaan Al-Quran, didukung penuh oleh kedua orang tuanya yang juga memiliki ketertarikan dalam dunia mengaji. 

BACA JUGA: Pantai Jolosutro Nuansa Alami, Keamanan Terjaga​

Saat ini ia sedang menempuh pendidikan di kelas IV Sekolah Dasar Tahfidz Quran (SDTQ) Al Amin Kota Bima. Di situ ia tidak hanya belajar materi akademik biasa, tetapi juga fokus pada pengembangan kemampuan membaca Al-Quran dengan tartil, tajwid yang benar, dan makhraj yang tepat.

 Perjalanan mengaji Zian mulai dikenal oleh masyarakat luas setelah video-video bacaan Al-Quran-nya bersama ayahnya diunggah ke media sosial, dan secara tak terduga menjadi viral. 

Suaranya yang merdu dan kemampuannya dalam menguasai irama serta makhraj huruf membuat banyak orang terkesan, bahkan menarik perhatian dari berbagai kalangan di dalam dan luar negeri. Video tersebut kemudian menjadi awal dari serangkaian undangan dan kesempatan bagi Zian untuk menunjukkan bakatnya di panggung yang lebih luas.

 Perjalanan Panjang Menuju Kemenangan di Karbala

 Untuk mengikuti MTQ Internasional Karbala tahun 2026, Zian harus melalui proses seleksi yang sangat ketat. Panitia penyelenggara dari Iraq mengajak peserta potensial dari berbagai negara untuk mengirimkan video pendek bacaan Al-Quran dengan berbagai surat yang ditentukan. 

Setiap video dinilai langsung oleh tim juri ahli dari berbagai negara di Timur Tengah, yang memperhatikan berbagai aspek mulai dari keakuratan tajwid, kelancaran bacaan, irama yang sesuai, hingga ekspresi dan khusyuk dalam membaca.

 Setelah melalui tahap seleksi awal dan penyisihan, Zian terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam kategori anak-anak. Indonesia sendiri mengirim lima utusan, terdiri dari tiga qari dewasa dan dua qori cilik. 

Sayangnya, tiga perwakilan dewasa hanya mampu mencapai babak semifinal, dan satu qori cilik lain dari Kota Batam, Kepulauan Riau bernama Iqbal, juga harus berhenti di babak yang sama. 

Zian menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhasil melaju hingga babak final dan akhirnya meraih gelar juara pertama.

kusnin3.jpg Muhammad Zian Fahrezi, juara MTQ Internasional di Karbala, Iraq. (FOTO: Dok. Ziayan)

Setelah meraih kemenangan gemilang tersebut, Zian dan ayahnya mendapatkan kesempatan yang sangat berharga untuk mengunjungi makam Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib di Karbala, sebuah tempat yang sangat sakral bagi umat Islam di seluruh dunia. 

Menurut ayahnya, Ahmad Azka Fuad, kunjungan tersebut menjadi kenangan tak terlupakan yang tidak bisa dinilai dengan materi apapun.

 "Berkah Alquran mengukir kenangan tak terlupakan. Saya dan anak juga bisa berkunjung ke makam Sayyidina Husain, yang menjadi momen yang sangat mendalam secara spiritual bagi kita berdua," jelasnya.

 Saat kembali ke tanah air pada hari Kamis (12/2/2026), Zian dan ayahnya disambut meriah oleh ribuan warga Kota Bima serta Wakil Wali Kota Bima di Bandara Bima. Kerumunan yang datang memberikan sambutan hangat dengan membawa spanduk ucapan selamat dan memainkan alat musik tradisional untuk merayakan keberhasilan putra daerah mereka. 

Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan ucapan selamat langsung melalui video call dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, yang menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas prestasi yang diraih oleh Zian.

 Riwayat Prestasi Internasional yang Menginspirasi

 Sejak tahun 2024, Zian telah menunjukkan potensi luar biasa dalam bidang tilawatil Quran dengan berbagai pencapaian membanggakan:

 - 2024: Diundang secara khusus untuk tampil dalam acara mengaji internasional di Iran, yang berawal dari video bacaan yang viral di media sosial dan menarik perhatian penyelenggara acara dari negara tersebut.

- 2024: Meraih juara ke-4 pada ajang MTQ Internasional yang diselenggarakan di Aljazair, di mana ia bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai negara di dunia.

- 2026: Meraih juara 1 kategori anak-anak dalam MTQ Internasional yang berlangsung di Karbala, Irak. Menjadi pencapaian tertinggi yang telah diraihnya hingga saat ini

 Menurut ayahnya, setiap prestasi yang diraih Zian menjadi pelajaran berharga untuk terus meningkatkan kemampuannya. "Setiap ajang adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Di Aljazair tahun lalu, kita mendapatkan banyak masukan dari juri tentang bagaimana cara meningkatkan irama dan ekspresi dalam membaca. Itulah yang kita latihkan secara intensif hingga akhirnya bisa meraih juara di Irak," ujar Azka.

 Dukungan Berbagai Pihak

 Kesuksesan yang diraih Zian tidak lepas dari dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak. Mulai dari doa dan bimbingan terus-menerus dari keluarga, khususnya kedua orang tuanya yang selalu menemani dan mendampinginya dalam setiap latihan serta perjalanan ke berbagai ajang. Dukungan juga datang dari guru-gurunya di SDTQ Al Amin Kota Bima, yang secara tekun membimbingnya dalam menguasai tajwid, makhraj, dan irama bacaan Al-Quran.

 

Tak hanya itu, warga Kota Bima juga memberikan dukungan penuh dengan selalu memberikan semangat dan doa terbaik. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bima juga memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas serta bantuan untuk mempersiapkan Zian menghadapi setiap ajang. 

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTB melalui Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan rasa bangga yang mendalam dan juga komitmen yang kuat untuk mengembangkan dunia Al-Quran serta tilawatil Quran di seluruh wilayah NTB.

 Gubernur Iqbal juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan langkah konkret dengan membenahi dan memperkuat Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di NTB. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk memberikan wadah yang tepat bagi anak-anak berbakat di bidang tilawatil Quran. Agar bisa mengembangkan potensi mereka secara maksimal, sehingga akan muncul lebih banyak perwakilan berprestasi seperti Zian di masa depan.

Untuk mengikuti jejak keberhasilan Zian dan mengoptimalkan potensi anak-anak dalam bidang tilawatil Quran di seluruh wilayah NTB, Pemprov NTB akan melakukan berbagai inovasi strategis. Salah satunya adalah dengan memperkuat sistem pendidikan tahfidz dan tilawatil Quran di sekolah-sekolah. Mulai dari tingkat dasar hingga menengah, dengan menyediakan kurikulum yang komprehensif dan guru-guru yang berkualitas. 

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan fasilitas yang memadai bagi peserta berprestasi untuk bisa tampil di berbagai ajang nasional dan internasional. Termasuk pelatihan khusus dan bantuan biaya perjalanan.

Bagi Zian sendiri, Pemprov NTB telah merencanakan untuk memberikan penghargaan langsung dari Gubernur saat bertemu secara langsung di Mataram dalam waktu dekat. Selain itu, Zian juga akan difasilitasi untuk tampil di berbagai kegiatan penting di bulan Ramadan tahun ini. Termasuk acara tilawatil Quran di Islamic Center NTB, dan mengikuti Safari Ramadan yang akan dipimpin langsung oleh Gubernur ke Kota Bima.

Prestasi gemilang yang diraih Zian menjadi motivasi yang sangat besar bagi anak-anak Indonesia, khususnya di Provinsi NTB, untuk terus mengembangkan bakat dan kecintaannya terhadap Al-Quran.

"Semoga prestasi ini dapat memotivasi anak-anak Indonesia lainnya, lebih khusus yang di Bima, untuk terus berusaha dan tidak takut untuk bersaing di tingkat internasional," harap ayahnya, Ahmad Azka Fuad. Melalui dukungan yang tepat, program pengembangan yang komprehensif, dan inovasi dalam dunia pendidikan agama, diharapkan akan muncul lebih banyak generasi muda berbakat. Yang tidak hanya mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, tetapi juga menjadi pribadi yang bertaqwa dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.Wallahu A'lam Bisshawab (*

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda