Gowes Sambil Kerja Kakek Bambang Akhirnya Finish EJJ 2026 Over CoT

Bambang Hartawan (kanan) dan penulis seusai ikut Ride For Palestine mejeng di Car Free Day Jakarta. (FOTO: Dok. Cacamu)

COWASJP.COM – East Java Journey (EJJ) 2026 tetap menyisakan kisah istimewa bagi pesertanya. Tak terkecuali bagi Bambang Hartawan. 

Pesepeda asal Depok ini turut ambil bagian di kategori jarak jauh 1500 Km. Event gowes nasional ini juga menyajikan kategori 600 Km.

"Tahun ini saya ikut yang 1500 Km Cak. Saya harus capai finish walaupun under CoT (cut off time)" aku kakek seorang cucu ini setibanya di rumah setelah finish dan loading naik Bus dari Terminal Bungurasih Surabaya, Kamis (12/2/2026).

Tahun sebelumnya, pegowes jebolan IPB (Institute Pertanian Bogor) ini tampil di kategori 600 Km. "Alhamdulillah sukses dan berjalan lancar," akunya.

Berbekal sebagai alumnus EJJ inilah Bambang betekad untuk tampil di kategori yang lebih menantang. Ultra cycling 1500 Km. Apalagi usianya kini sudah menginjak 60 tahun lebih.

"Saya harus bisa menuntaskan gowes 1500 Km. Saya tak mikir mencapai CoT atau tidak. Yang penting 1500 itu sudah terselesaikan. Alhamdulillah semuanya lancar Cak," akunya.

Kepuasan Bambang kali ini berlipat. Betapa tidak! Ia bukan hanya bisa melampiaskan hobi bersepeda jarak jauh dengan road bike (RB). 

Pekerjaannya sebagai bisnisman tidak terkendala, walaupun harus ditinggal berhari-hari mancal pedal. "Tiga hari saya harus rest time pada tanggal 4,5 dan 6 karena ada zoom meeting," aku developer ini.

Pasal itu Bambang tidak bisa tampil maksimal seperti ratusan peserta lainnya. " Untuk mengejar waktu yang hilang itu, saya harus gowes malam sampai subuh. Makanya saya dah bilang akan sampai finish under CoT banget. Hahaha," ujarnya.

AMU1.jpgBambang Hartawan dua kali ikut East Java Journey 600 dan 1.500 km. (FOTO: Cacamu)

Benar. Akhirnya dia sampai di garis finish Sutos  (Surabaya Town Square) Surabaya pada hari Rabu pagi. Over CoT tiga hari karena batas waktu finish Minggu (8/2/2026).

Kendati begitu semangat Bambang yang tak lekang  inilah memperloleh respon positif rekan-rekannya. Mereka takjub dan selalu memberi semangat.

Terutama rekan seperjuangan saat Gowes Bareng (Gobar) 1000 Km Surabaya-Jakarta Ride for Palestina 2.

"Juga grup-grup WA lainnya mensupport habis ," Bambang tertawa puas karena juga ada rekan GeSS (Gowes Suka Suka) Surabaya yang menjemputnya di Ngawi dan mengiringi sampai finish.

Ikut gowes bergengsi ini diakui Bambang tidak lepas dari rutinitasnya berlatih setiap hari. Ritme event yang diikuti juga menjadi barometernya.

Sebelum mengikuti longdistance, ia pernah tampil di Banten Loop 500 Km. Gowes Jakarta-Denpasar 1250 Km 2023. Tiga kali di Parahyangan Loop 500 Km (2023-2024-2025). East Java Journey (EJJ) 600 Km. Dan, Ride for 

Palestina1000 Km Surabaya-Jakarta 2025.

RIDE FOR PALESTINA

Dari semua event yang Bambang ikuti itu adalah Gowes Bareng (Gobar) para peduli perjuangan Palestina yang paling terkesan.

Mengapa? Inilah pengakuannya:

Ketika saya membaca brosur tentang Ride for Paleatine (RFP) 2 konsep dan mindset RFP adalah mandiri dan unsupported. 

Hal ini berarti saya harus siap 100 persen bawa bekal untuk menginap. Juga makan minum untuk obat-obatan. Hal besar maupun kecil yang berbayar harus saya siapkan. Oke!

"Siyaaaap demi Lillahita'ala dan Free Palestine," gumamnya dalam hati.

Kesan pertama. Saat start dari Tugu Pahlawan Surabaya diiringi para goweser simpatisan dari Arek-Arek Surabaya yang terkenal dengan jiwa perjuangannya. 

"Alhamdulillah terimakasih Rek!" 

Kesan Kedua ketika kami dijamu Ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk sarapan. Hal ini sungguh sebagai bentuk sosok Ibu yang menyediakan makan pagi untuk anak anaknya yang akan berangkat berjuang menyuarakan keadilan dan kesetaraan FREE PALESTINE di sepanjang 1000 km.

Kesan ketiga adalah ketika tim RFP disambut pagi pagi oleh Ibu Khofifah itu.  Pesan pesan penuh makna yang beliau sampaikan kepada kami sebagai anak-anak beliau.

Seorang Ibu melepaskan dengan doa dan dengan sesekali mengusap air mata. Sebagai bentuk ketulusan keikhlasan untuk mengantarkan kita berjuang menyuarakan FREE PALESTINE.  

Teima kasih Ibu ku, Ibu dari seluruh Rakyat Jatim dan Ibu kami juga dari Wilayah lain yang ikut bersepeda. 

Kesan keempat ternyata kami tidak bersepeda tanpa  ada perhatian dari siapapun, tetapi ternyata hampir di setiap kota ada apresiasi dari masyarakat setempat berikut beberapa goweser bahkan anak  sekolah yang meneriakkan Free Free Palestine.  

Teriakan anak-anak Indonesia untuk teman temannya di Palestina.  Kayuhan pedalku yang besi Federal full bagasi menjadi terasa ringan bagaikan sepeda full carbon tanpa bagasi apapun.  

Ringaaan dan air mataku ngucur sambil terngiang yel yel anak Indonesia untuk anak Palestina. Kayuhanku semakin ringan karena ingin segera berjumpa dengan anak anak sekolah di depan lagi hingga finish.

Kesan kelima. Kami seluruh tim menikmati semua yang dihadapi, kendala yang dihadapi termasuk diriku yang 4 kali bocor ban dan sekali putus rantai yang bikin kayuhan pedal buuuerat karena menyebabkan putaran roda yang nggeal nggeol.  

Mental dan energiku terkuras saat itu. Tapi aku harus kuat dan tangguh untuk hal-hal kecil ini karena kendala saudaraku di Palestina jauuuuuh lebih berat. 

Kesan kepada Tim Penyelenggara: menurut aku tim penyelenggara sangat responsif dan profesional cara merespon pertanyaan dan juga hal hal lain yang disampaikan peserta. Hal ini semakin memberikan semangat dan kepastian bagi saya bahwa start dan finish akan terselesaikan dengan baik.

Bagi saya bersepeda bukan sekedar hobi tapi banyak manfaatnya yang jauh lebih melapangkan hati. (*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda