COWASJP.COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu menggelar pembentangan bendera NU sepanjang 1.000 meter di lereng Gunung Panderman pada Minggu (1/2/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama dalam penanggalan Masehi ini bukan hanya sekadar acara simbolis, melainkan juga bentuk penguatan semangat kebangsaan, identitas ke-NU-an, serta refleksi terhadap perjalanan panjang organisasi Islam terbesar di Indonesia selama seratus tahun.
Peringatan seratus tahun NU tahun ini menjadi momen penting setelah sebelumnya pada 2023, PCNU Kota Batu telah menginisiasi kegiatan serupa dalam rangka peringatan satu abad NU berdasarkan penanggalan Hijriah. Kegiatan tahun lalu bahkan berhasil mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Menurut Ketua PCNU Kota Batu, Takim, peringatan satu abad NU dalam hitungan Masehi memiliki makna historis yang tak kalah penting karena menyamai tahun berdirinya organisasi pada 1926.
“Gagasannya muncul dari PCNU bersama badan otonom NU yang ingin mengulang keberhasilan tahun 2023. Saat itu kami merayakan satu abad Hijriah, sekarang fokus pada peringatan satu abad berdasarkan kalender Masehi yang menjadi acuan umum di Indonesia,” jelas Takim.
Rangkaian kegiatan PCNU Kota Batu diselaraskan dengan agenda besar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7-8 Februari 2026.
Sebagai acara pendahuluan, PCNU Kota Batu telah menyusun serangkaian kegiatan mulai dari ziarah muassis pada 24 Januari lalu, diikuti dengan peringatan utama pada 1 Februari pagi yang mencakup tumpengan dan pembentangan bendera.
Titik kumpul kegiatan ditetapkan di MI Bustanul Ulum, Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan, Kota Batu, pada pukul 06.26 WIB. Acara diawali dengan penyajian tumpengan sebanyak 26 tumpeng yang menjadi simbol tahun berdirinya NU pada 1926. Setelah apel bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembentangan bendera Nahdlatul Ulama yang memiliki lukisan khas NU sepanjang 1.000 meter.
Bendera yang digunakan pada acara kali ini merupakan bendera yang sama dengan yang digunakan pada tahun 2023. Sebelum digunakan kembali, pihak PCNU Kota Batu telah melakukan perawatan dan perbaikan menyeluruh, terutama pada bagian lukisan NU yang sempat mengalami kerusakan akibat pemakaian dan cuaca.
“Benderanya yang sama dengan tahun kemarin, sudah kami perbaiki agar layak digunakan dan tetap mempertahankan makna simbolisnya,” ujar Takim.
Dalam menyikapi kondisi medan pegunungan pada lereng Gunung Panderman, PCNU Kota Batu mengambil langkah hati-hati demi faktor keselamatan peserta. Tidak semua peserta diizinkan untuk mengikuti pendakian dan pembentangan bendera. Tugas tersebut khusus diberikan kepada unsur yang memiliki kemampuan dan pengalaman khusus, yaitu LPBI NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama), dengan Banser, Ansor, serta didukung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kota Batu.
“Karena tidak semua orang terbiasa dengan medan pegunungan, kami memilih untuk mengandalkan unsur yang sudah terlatih agar kegiatan berjalan dengan aman dan lancar,” jelas Takim.Wallahu A'lam Bisshawab. (*)