Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir dalam Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta

Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat jumpa pers di Kantor PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta. (FOTO: Kusnin TLT NU TV)

COWASJP.COM – Perayaan hari lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) siap digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu 31 Januari 2026.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri momen bersejarah ini. 

Ribuan elemen NU dari berbagai penjuru tanah air, bahkan para dubes telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Acara ini terasa menjadi panggung besar untuk mengawal Indonesia menuju peradaban mulia.

"Kami sudah mengirim undangan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Juga kepada seluruh menteri kabinet dan pimpinan-pimpinan badan serta lembaga. Para Dubes juga kami kirimi undangan dan hampir semuanya sudah mengonfirmasi kehadirannya. Mudah-mudahan besok Bapak Presiden tidak berhalangan, juga bisa hadir bersama-sama kami. Hal-hal yang sifatnya teknis sudah dikoordinasikan termasuk dengan Paspampres. Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar besok," kata Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat jumpa pers di PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026).

 Partisipasi yang Masif

 Gus Yahya mengungkapkan bahwa semua persiapan sudah siap matang. Tidak hanya jajaran pusat PBNU mulai dari Tanfidziyah, Syuriyah, hingga lembaga otonom seperti Muslimat, Fatayat, dan Ansor yang akan hadir. Ribuan kiai sepuh, pengurus pondok pesantren dari seluruh Indonesia, serta perwakilan dari 38 provinsi dan 548 cabang NU telah berkumpul di Jakarta. 

Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 10 ribu orang, acara yang akan dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi bukti kekuatan kolektif dan kebersamaan umat NU.

 Tema Harlah 

Dengan tema 'Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia', PBNU menyampaikan bahwa visi gerakan ini sejalan dengan semangat proklamasi kemerdekaan. 

Gus Yahya menjelaskan bahwa gagasan intinya adalah memperjuangkan kehormatan dan keadilan bagi seluruh umat manusia, sebuah nilai yang telah menjadi landasan perjuangan NU selama seratus tahun. 

Selain itu, setelah beberapa pertemuan yang dilakukan, seluruh elemen NU telah menyepakati untuk menjalankan semua rangkaian acara sesuai dengan kesepakatan bersama, dan kembali ke landasan dasar perjuangan.

 Dukungan untuk Palestina sebagai Amanat Bangsa

 Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya juga menyoroti pentingnya dukungan Indonesia terhadap Palestina yang dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari amanat proklamasi. 

Meskipun isu ini dinilai kontroversial oleh beberapa kalangan, ia menyatakan bahwa keputusan Presiden Prabowo untuk bergabung dalam Board of Peace, merupakan langkah tepat. Berdasarkan komitmen abadi bangsa terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. 

Di tengah ketidakpastian dunia saat ini, Indonesia harus aktif berperan dan bersuara melalui berbagai platform untuk memastikan keadilan bagi rakyat Palestina.

"Ya, saya kira semua orang memahami bahwa ini dipandang kontroversial oleh berbagai kalangan. Nah kemudian kenapa kita, Indonesia ini bergabung? Kenapa Presiden menyatakan bergabung? Tentu Presiden punya pertimbangan-pertimbangan sendiri," kata Gus Yahya.

 Perayaan Harlah ke-100 tahun NU bukan sekadar momen merayakan usia panjang sebuah organisasi. Tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan bangsa dan mengingatkan kembali nilai-nilai luhur yang menjadi dasar kemerdekaan Indonesia. 

Dengan partisipasi yang masif dan dukungan dari berbagai elemen bangsa, bahkan dunia internasional, acara ini menunjukkan bahwa NU tetap menjadi kekuatan penting dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

 Semoga perayaan harlah ke-100 tahun Nahdlatul Ulama berjalan dengan lancar dan penuh berkah! Mari kita jadikan momen ini sebagai awal baru untuk bersama-sama mengawal Indonesia menuju peradaban mulia yang penuh kedamaian, keadilan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya. Maju terus NU, maju terus Indonesia.(*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda