Bunda Risma: Cewek Madura Merantau ke Mekkah di Usia 13, Kini Jadi Ratu Katering yang Menginspirasi

Bunda Risma, Ratu Katering di Mekkah. (FOTO: Dokumen Bunda Risma)

COWASJP.COMDI TENGAH KEMEGAHAN kota suci Mekkah, di mana jutaan jamaah dari seluruh dunia berkumpul setiap tahun, ada nama yang kini tak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan di kalangan komunitas bisnis lokal. 

Ia adalah Bunda Risma yang dijuluki sebagai Ratu Katering Mekkah. 

Kisahnya tak hanya tentang keberhasilan dalam dunia bisnis yang menjadikannya dikenal sebagai miliarder Indonesia di Arab Saudi. Tapi juga menjadi sebuah bukti nyata bahwa untuk meraih mimpi tak hanya terletak pada ijazah atau latar belakang. Tapi juga diperlukan keberanian untuk bertahan dan berjuang. 

Sukses yang diraihnya hari ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi jutaan orang yang berusaha menggapai impian. Meskipun harus menghadapi deretan rintangan hidup.

 Saat ini, Bunda Risma berada di tanah kelahirannya, Pamekasan, Madura. Ia kembali ke kampung halaman dengan hati yang penuh kebanggaan untuk menyambut Achmad Valen Akbar. Yang lebih dikenal sebagai Valen DA7 — juara Dangdut Akademi Indosiar musim ke-7 Tahun 2025.

Seperti diketahui, penyanyi muda berbakat ini berasal dari Pamekasan dan telah membawa nama baik Madura hingga kancah nasional.

Perjalanan Panjang dari Madura Ke Mekkah

Dulu, ia hanya seorang anak perempuan biasa dari tanah Madura. Yang membawa mimpi dan keberanian sebagai satu-satunya bekal. 

Risma lahir dari keluarga yang tidak mampu. Tidak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak. 

Pada usia belia yang baru menginjak 13 tahun, impiannya untuk melanjutkan sekolah harus dihentikan. Bersama orang tuanya, ia harus merantau jauh ke tanah suci Mekkah demi bertahan hidup. 

Dunia pendidikan yang seharusnya menjadi jalan untuk mengangkat derajat, terpaksa terhenti di bangku sekolah dasar. 

Pada saat itu, mimpinya seolah terkubur dalam lautan kesulitan dan keterbatasan. Namun, semangat juang dalam dirinya tidak pernah padam. Risma tidak mau menyerah pada takdir. Ia bekerja dengan gigih, melakukan segala pekerjaan yang bisa ditemukan hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Ia membantu pekerjaan haji Watan, belajar memasak makanan khas Arab dengan tekun, hingga berjualan kecil-kecilan di pinggir jalan kota Mekkah. 

Panas terik matahari yang menyengat setiap hari dan tekanan hidup yang tak pernah surut tidak membuatnya mundur. Pada awalnya, perjuangannya bukan untuk menjadi kaya atau terkenal. Yang penting hanya untuk bisa hidup layak dan membantu keluarga.

 Ketika aturan pengelolaan pedagang kaki lima (PKL) semakin ketat, usahanya yang sangat terbatas pun terancam akan gulung tikar. 

Akan tetapi, di saat banyak orang akan memilih menyerah atau mencari jalan keluar yang mudah, Risma mengambil keputusan besar yang mengubah arah hidupnya.

Tanpa modal yang cukup dan hanya dengan keberanian serta tangan sendiri sebagai modal utama, ia memutuskan untuk membuka usaha katering dan bikinan  sendiri. 

Langkah ini bukanlah pilihan yang mudah, karena ia harus menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

 Hari-hari awal menjalankan usaha ini penuh dengan kesusahan dan cobaan yang tak terhitung jumlahnya. Risma harus melakukan segala sesuatunya sendirian. Memasak hidangan dengan resep yang ia kembangkan sendiri. Mengantarkan pesanan ke berbagai lokasi, hingga menerima setiap pesanan sekecil apa pun dengan senyum dan kejujuran. 

Tak sedikit pula ia menghadapi penolakan dan kurangnya kepercayaan dari calon pelanggan. 

Namun, dedikasinya untuk memberikan kualitas terbaik dan integritas dalam setiap langkah bisnisnya mulai dikenal luas. Kualitas makanan yang lezat dan higienis, ditambah dengan pelayanan yang ramah serta kejujuran yang tak tergoyahkan, membuat nama Risma Catering semakin dikenal di kalangan jamaah dan masyarakat lokal, di Mekkah. 

 Kini, usaha yang dulunya hanya beroperasi dengan skala kecil telah tumbuh menjadi kerajaan bisnis yang mengesankan. 

Risma Catering memiliki rumah produksi yang luas di kawasan Jabal Nur, dengan fasilitas yang modern dan memenuhi standar keamanan serta kesehatan internasional. 

Ia juga telah mampu menghadirkan koki profesional dari Indonesia untuk memastikan cita rasa makanan yang disajikan dan tetap sesuai dengan selera masyarakat. Kini, usaha ini melayani ribuan jamaah setiap hari. 

3.500 SAMPAI 5.000 PORSI PER HARI

Pada masa musim umrah, jumlah pesanan mencapai 3.500 hingga 5.000 porsi per hari. Sedangkan pada musim haji yang lebih ramai, kapasitas produksinya mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 10.000 porsi setiap hari — dengan omzet yang mencapai ratusan juta rupiah dalam sehari. 

Lebih dari itu, kesuksesan bisnisnya juga memberikan manfaat luas bagi banyak orang. Kini ia mampu menghidupi ratusan pekerja yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan lokal Arab Saudi.

 Kebanggaan Madura: Achmad Valen Akbar Juara Dangdut Akademi 7

Achmad Valen Akbar dikenal sebagai penyanyi dangdut muda berbakat asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Lahir pada 16 Januari 2007, Valen telah menunjukkan ketertarikan pada musik dangdut sejak usia belia. 

Meskipun usianya masih tergolong sangat muda, ia dikenal memiliki karakter vokal berat yang matang dan mampu menghayati lagu dengan mendalam. Selain bernyanyi, Valen juga memiliki kemampuan memainkan keyboard yang kerap ditampilkan dengan apik di panggung DA7.

 Perjalanan Valen di ajang Dangdut Academy tidaklah baru. Ia memulai debutnya pada musim sebelumnya saat berusia 15 tahun. Pada DA7 tahun 2025, Valen tampil semakin matang dan menjadi andalan tim Coach Fildan Rahayu. Ia sukses melaju dari babak Top 40 hingga mencapai Grand Final melalui kombinasi penilaian juri yang sangat apik dan dukungan virtual gift dari masyarakat luas. 

Penampilannya di Grand Final 1 dan 2 menuai pujian luar biasa berkat penghayatan lagu yang kuat dan konsistensi performa yang tak tergoyahkan.

 Di babak Grand Final, Valen membawakan lagu “Ta’Aruf” dengan penuh emosi dan kedalaman yang membuat penonton terpukau. Ia juga berduet dengan penyanyi ternama Tasya Rosmala dan bersaing ketat hingga babak Konser Kemenangan yang digelar pada 26 Desember 2025. 

Dengan bakat dan kerja kerasnya, alumnus Madrasah Aliyah Negeri 1 Pamekasan ini  berhasil meraih gelar juara yang menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Madura.

 Valen  telah membuktikan bahwa bakat dangdut dari tanah Madura mampu bersaing di kancah nasional, bahkan meraih puncak kesuksesan. 

Kehadiran Bunda Risma yang kembali ke kampung halaman untuk menyambutnya menjadi bukti bahwa kesuksesan seorang dari Madura ini akan selalu menjadi kebanggaan bersama dan inspirasi bagi generasi muda lainnya.

 Motivasi untuk Meraih Mimpi Tanpa Batas

Kisah perjalanan Bunda Risma dan keberhasilan Valen DA7 adalah bukti nyata bahwa mimpi tidak pernah menanyakan ijazah atau latar belakang kita. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih apa yang diinginkannya. Asalkan memiliki keberanian untuk melangkah dan ketekunan untuk tidak menyerah di tengah rintangan. 

Hidup tidak pernah mudah, namun setiap kesulitan yang kita hadapi adalah batu loncatan untuk mencapai tahap yang lebih baik. Kita tidak perlu mencari jalan pintas seperti membuat ijazah palsu atau melakukan hal yang tidak benar untuk mengangkat derajat diri. Karena sejatinya, derajat seseorang ditentukan oleh kerja keras, kejujuran, dan kontribusi positif yang diberikan kepada sesama.

Kisah Bunda Risma dan prestasi Valen DA7 sebagai pemicu semangat untuk terus berjuang. Tanah Madura telah melahirkan banyak sosok yang mampu bersinar di kancah nasional bahkan internasional. Bukti bahwa impian yang kita genggam hari ini bisa menjadi kenyataan yang menginspirasi esok hari, dan membawa nama baik tanah air kita ke seluruh penjuru dunia.(*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda