Guest Editor di Harian DisWay

Segala Keberagaman Berasal dari Satu

Jagat raya itu ternyata bernenek moyang dari hidrogen yang inti atomnya hanya punya 1 proton. (FOTO: erabaru.net)

COWASJP.COM – “Bukan hanya, tak ada yang kembar,’’ lanjut saya menjawab pertanyaan seorang kawan.

“Yang lebih menarik, semua makhluk yang beraneka ragam ini sesungguhnya berasal dari satu sumber saja. Cikal bakal yang satu,’’ tambah saya.

Mulai dari skala mikrokosmos. Sampai pada skala makrokosmos.

Agus-Hidrogen-2.jpgAnak-anak ini kisaran 70 persen unsur penyusun tubuhnya dari hidrogen. Dalam bentuk air alias H2O. (FOTO: rijal09.com)

Misalnya, unsur kimia. Kita mengenal ada lebih dari 100 unsur di alam ini. Sebagaimana tercantum di dalam tabel unsur. Ada Hidrogen. Nitrogen. Oksigen. Besi. Emas. Uranium. Belerang.  Phospor. Argon. Neon. Dan lain sebagainya.

Perbedaan antara satu unsur dengan unsur lainnya, hanya terletak pada isi inti atomnya. Misalnya, Hidrogen memiliki inti atom berupa 1 proton. Helium memiliki 2 proton. Nitrogen berisi 7 proton. Oksigen 8 proton. Besi 26 proton. Emas 79 proton. Uranium 92 proton. Dan seterusnya.

Maka, secara teoritis, sesungguhnya besi bisa diubah menjadi emas, hanya dengan menambahkan proton ke dalam inti atom besi, sebanyak 53 butir.

Atau, mengubah atom Hidrogen yang berisi 1 proton, menjadi Helium yang berisi 4 proton. Dengan cara menggabungkan 4 atom hidrogen, sehingga lebur menjadi Helium. Yang ini sudah terjadi di matahari. Ataupun, dilakukan di laboratorium nuklir, melalui reaksi fusi.

BACA JUGA: Setiap Mahluk Tidak Ada Kembarannya

Hal yang ingin saya sampaikan adalah, bahwa keanekaragaman unsur kimia di alam ini sesungguhnya cuma dikarenakan perbedaan inti atomnya. Kemudian bisa direkayasa untuk saling berubah satu sama lain.

Dan, menariknya, adalah ketika kita telusuri jejak sejarah unsur kimia itu di alam. Ternyata, unsur-unsur yang lebih berat, dan berisi proton lebih banyak, muncul lebih akhir. Dibandingkan dengan unsur-unsur yang lebih ringan.

Katakanlah, besi “lahir” di alam lebih dulu dibandingkan emas. Oksigen muncul lebih awal dibandingkan dengan Besi. Nitrogen lebih awal dari Oksigen. Helium lebih awal lagi. Dan, yang paling tua adalah unsur Hidrogen. Yang berisi 1 proton di dalam intinya.

Maka, segala benda yang ada di alam ini, kalau kita telusuri, sesungguhnya “bernenek moyang” sama. Yakni, atom Hidrogen. Bukan cuma yang ada di planet Bumi. Melainkan, di seluruh penjuru jagat raya. Makrokosmos.

Bintang-bintang yang berusia tua, milyaran tahun, memiliki kandungan Hidrogen dalam jumlah besar. Yang bereaksi fusi menjadi Helium. Dan, melepaskan energi panas yang luar biasa besar. Salah satu bintang itu adalah matahari kita. Yang mengandung Hidrogen sebanyak 73,5%. Dan Helium sebesar 24,85% sebagai hasil reaksi fusi. Sisanya, gas-gas lain tidak sampai 2%.

Bukan hanya benda langit. Tubuh kita pun memiliki porsi hidrogen yang sangat besar. Dalam bentuk air. Alias, H2O. Yang mencapai kisaran 70% unsur penyusun tubuh. Selebihnya, adalah unsur yang mengalami perubahan bentuk dari atom hidrogen juga.

“Jadi, pada dasarnya, seluruh zat yang ada di alam semesta ini memiliki nenek moyang yang sama. Yaitu, Hidrogen”, papar saya panjang lebar.

Bahkan, ketika kita bicara dalam skala jagat raya, alam semesta yang sekarang berukuran raksasa ini pun sesungguhnya berasal dari sesuatu yang satu. Bertriliun-triliun benda langit, dengan segala keragamannya, muncul dari cikal bakal alam semesta yang disebut sebagai Sop Kosmos. Yang menjadi “nenek moyang” bersama bagi segala isi alam semesta. Yang oleh Al Qur’an disebut sebagai sesuatu yang padu.

“Dan apakah orang-orang yang ingkar itu tidak mengetahui, bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu. Kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [QS. Al Anbiya’: 30]

Termasuk pula, keragaman manusia di planet Bumi ini pun berasal dari satu diri. Yang kemudian berkembang biak. Menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak. Bersuku-suku. Dan berbangsa-bangsa. Di mana, setiap kita saling membutuhkan antara satu dengan lainnya. 

Maka, bertakwalah kepada Tuhan Yang Satu. Yang Maha Berkuasa. Dan Maha Bijaksana. Yang dengan kehendak-Nya, Dia telah menciptakan segalanya. Begitu indah …

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu. Dan darinya Allah menciptakan pasangannya. Dan dari keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta (tolong) satu sama lain. Dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian semua. [QS. An Nisa: 1]

[Dimuat di Harian DisWay, Jum'at, 11 Desember 2020]

Penulis adalah Alumni Teknik Nuklir UGM, Penulis Buku-Buku Tasawuf Modern, dan Founder Kajian Islam Futuristik.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda