Harlah ke-21 ISNU Kota Blitar Gelar Webinar

Webinar penuh makna di HUT ke-21 ISNU Kota Blitar. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Acara Harlah ke-21 ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) Kota Blitar kali ini terasa beda dan bermakna. Pimpinan Cabang ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) Kota Blitar menggelar webinar intelektual melalui aplikasi zoom, Minggu (22/11/2020). 

Temanya: Membangun Paradigma Profetik Aswaja, Revitalisasi Tradisi Intelektual NU. Diikuti sekitar 100 peserta dari beberapa daerah Jatim dan daerah lainnya. 

Empat pembicara yang didaulat: 

Prof Dr Phil Al Makin, S.Ag, M.A. (Rektor UINSUKA Yogyakarta) 

Prof Masdar Hilmy, S.Ag, MA, Ph.D (Rektor UINSA Surabaya) 

Prof Dr  H Akhyak,  M.Ag (Direktur Pascasarjana IAIN Tulungagung) 

Prof Dr M. Mas'ud Said,MM (Ketua PW ISNU Jatim).

Empat pembicara tersebut menyampaikan banyak paparan menarik. Prof Dr Phil Al Makin, S.Ag, M.A. membahas paradigma profetik dalam segi filsafat dan diulas secara bahasa milenial yang mudah dipahami. 

“Menjadi intelektual NU harus banyak membaca dan mengapresiasi karya-karya terdahulu. Mengintegrasikan ilmu barat dan timur agar  cakrawala berpikir kita terbuka, sehingga terbentuklah pemahaman moderat," ungkap Al-Makin.

Pandangan senada juga diungkapkan oleh Prof Masdar Hilmy, S.Ag., MA, Ph.D. Beliau menjadi pembicara kedua. “Membahas tentang Aswaja ya berarti berbicara  profetik itu sendiri. Untuk itu penting kiranya memunculkan paradigma baru untuk pemikiran Aswaja yang berbasis pada profetisme nabi. Profetik adalah  misi kenabian yang memiliki tujuan tidak hanya terbatas pada tekstual. Tapi go beyond literalism,’’ kata Masdar.

webinar1.jpgProf Dr Phil Al Makin S. Ag, MA. (FOTO: Imam Kusnin Ahmad/Cowas JP)

“Aswaja adalah landasan manhj fikir dan harokah. Itu harus terus dilakukan,’’ tambah Prof Dr H. Akhyak, M.Ag yang menjadi pembicara ketiga.

Sedangkan Prof Dr M. Mas'ud Said, MM yang menjadi pembicara terakhir menyampaikan tentang spirit intelektual muda NU. Menurut beliau, intelektual muda NU harus terus produktif khususnya ISNU. 

“ISNU sebagai sarjana harus terus berperan untuk agama, nusa, bangsa, dan masyarakat,’’  ujar Cak Mas’ud, panggilan akrab direktur pascasarjana Unisma Malang itu.

Prof-Masdar.jpgProf Masdar Hilmy S. Ag, MA, Ph. D. (FOTO: Webinar)

Bertindak selaku moderator adalah Khoirotul Ni'amah (pengurus PC ISNU, Awardee LPDP).

Ketua ISNU Kota Blitar Dian Fericha mengatakan, webinar ini digelar untuk memperingati hari ulang tahun (Harlah) ISNU ke-21. Kegiatan diharapkan men-trigger (memicu) kaum muda NU untuk lebih produktif demi meningkatkan kualitas intelektualnya. Dengan webinar ini kaum muda NU juga diharapkan lebih memahami konsep Aswaja.

“Kemudian manhaj Zulfikar-nya kemudian manhaj Al harokah-nya. Webinar ini sebagai upaya menguatkan paradigma Aswaja profetik. Sebagai paradigma yang dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Dengan begitu kaum intelektual mampu memberikan konsep baru yang aplicatable,” ungkap Dian. 

Dikatakan, ISNU Kota Blitar mendorong kader-kader NU bisa berkontribusi keluar. Kontribusi keluar dalam arti, memberikan sebuah konsepsi yang bisa dipakai untuk seluruh umat manusia.

“Kontribusi keluar sudah tidak lagi lokal Indonesia, tapi harus keluar dan berpengaruh sebagai subyek bukan lagi obyek ide-ide luar. Wajib hukumnya bisa berkontribusi ide. Selain itu untuk men-trigger kaum muda agar tidak lagi tergerus arus globalisasi. Mereka mampu membuat arus sendiri dan mempengaruhi dunia,” pungkasnya.(*) 

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda