Bangkitkan Pariwisata DIY

Perkuat Ekosistem Digital, Luncurkan Dua Aplikasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Trisnawan dalam acara Menoreh Amazing Q Race memperingati World Tourism Day, 27 September 2020. (Foto Erwan W)

COWASJP.COM – style="margin-left:0cm; margin-right:0cm">Sinergi Pentahelix pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan kolaborasi istimewa. Menandai peringatan World Tourism Day (Hari Pariwisata Dunia), sinergi lintas pemangku kepentingan ini memperkuat ekosistem digital guna percepatan pemulihan pariwisata DIY.

Dalam rapat koordinasi Sinergi Pengembangan Pariwisata DIY di Hotel Tentrem, Senin (28/9), diluncurkan Aplikasi Pendataan Hotel dan SOP Protokol Kesehatan sektor pariwisata DIY yaitu Pranatan Anyar Plesiran Jogja. Langkah ini dilakukan guna percepatan pemulihan pariwisata DIY.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan Deklarasi Bersama Pentahelix Jogja Tourism goes to Digital Ecosystem sebagai upaya gaining commitment stakeholders terkait. Kemudian sosialisasi oleh Ditpamobvit Polda DIY untuk sinkronisasi program pencegahan penyebaran Covid-19 dan keamanan destinasi wisata DIY.

Aplikasi Visiting Jogja. Ini merupakan aplikasi untuk reservasi tiket secara daring (online) sejumlah destinasi wisata di DIY yang dilengkapi transaksi pembayaran menggunakan QRIS.

Hasil kolaborasi stakeholders untuk pengembangan digitalisasi pariwisata yang pertama adalah Aplikasi Visiting Jogja. Ini merupakan aplikasi untuk reservasi tiket secara daring (online) sejumlah destinasi wisata di DIY yang dilengkapi transaksi pembayaran menggunakan QRIS.

Kebijakan selama pandemi Covid-19, kunjungan destinasi pariwisata hanya diperbolehkan maksimal 50% dari total kunjungan normal. Melalui aplikasi ini, wisatawan dan pengelola daerah wisata dapat mengukur kapasitas kunjungan daerah wisata sesuai dengan batas aman. Sekaligus bisa melakukan tracking wisatawan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

Selain itu, aplikasi ini juga merupakan showcase daerah wisata unggulan DIY, event budaya dan ekonomi kreatif DIY.

Aplikasi berbasis web dan android ini dapat diunduh melalui Playstore. Hasil dari pendataan kunjungan wisata akan menghasilkan dashboard pariwisata DIY yang nantinya bermanfaat bagi penyusunan analisa strategi pengembangan pariwisata DIY.

Yang kedua yaitu Aplikasi Pendataan Hotel. Aplikasi ini dibangun dalam rangka tracking pengunjung hotel. Juga sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

Pengunjung dapat langsung mengisi data diri (self reporting) secara mudah dengan memindai kode QR dan akan terhubung langsung dengan nomor WA pengunjung.

Keuntungan bagi hotel untuk melakukan targeted promotion secara otomatis kepada pengunjung setia hotel. Hasil dari pendataan kunjungan hotel akan melengkapi dashboard pariwisata DIY yang nantinya akan bermanfaat bagi pengambil kebijakan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan menjelaskan, pariwisata merupakan satu dari beberapa engine of growth perekonomian DIY. Industri pariwisata dan penunjang pariwisata memiliki kontribusi 55,37% terhadap perekonomian DIY.

Penurunan drastis pada sektor pariwisata selama masa pandemi COVID-19 berdampak secara signifikan kepada perekonomian DIY terutama sektor yang terhubung langsung dengan pariwisata seperti perhotelan, industri kuliner, transportasi, perdagangan, destinasi wisata, serta konsumsi rumah tangga.

Meski pandemi melanda, semua pihak tetap produktif mempersiapkan pariwisata Yogyakarta untuk bangkit kembali. Termasuk meluncurkan Aplikasi Pendataan Hotel dan SOP Protokol Kesehatan sektor pariwisata DIY (Pranatan Anyar Plesiran DIY). Ia menekankan bahwa ekosistem digital sudah suatu keniscayaan.

 Dan di saat pandemi covid-19 ini arahnya untuk membangun pariwisata yang sustainable dan inklusif. Sustainable artinya pariwisata harus berkelanjutan sehingga menjadi industri yang benar-benar kuat menopang ekonomi. Dan inklusif artinya melalui ekosistem digital ini, maka pariwisata tidak lagi menjadi industri yang hanya dinikmati kelompok orang, tapi betul-betul dinikmati oleh semua lapisan, sampai yang lapisan terbawah termasuk pelaku jasa pariwisatanya

 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana menyambut baik kerjasama lintas stakeholder. Dia mengibaratkan pariwisata adalah baling-baling pesawat, di mana saat pandemi ini mengalami gangguan. Diharapkan dengan sinergi ini dapat kembali memulihkan kondisi pariwisata dan juga ekonomi. Mendorong pariwisata semakin berkualitas.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan gotong royong sinergitas berbagai pihak menjadi modal penting untuk membangun pariwisata di DIY. Pihaknya juga melakukan pemetaan yang membagi dua hal untuk membangkitkan pariwisata. Pertama pemulihan untuk memperoleh kepercayaan, dan kedua pemulihan pasar. Pihaknya juga mengapresiasi langkah BI DIY yang berperan membangkitkan lagi pariwisata dengan berbagai langkah.

“Dengan digitalisasi ini tidak parsial, benar-benar ekosistem pariwisata semangatnya satu data untuk semua,” ujarnya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata (GIPI), DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan ekosistem digital ini sangat bermanfaat. “Sangat penting data akan benar-benar terekam dengan baik dengan digital ekosistem. Akan tahu sebenarnya market Jogja dari mana, segmentasinya. Sehingga digital ekosistem ini, industri menyambut baik untuk bertransformasi ke digital,” ucap Bobby.

Sebelum launching ekosistem digital dalam rangka memperingati World Tourism Day 2020 yang jatuh pada Minggu (27/9) juga diadakan Menoreh Amazing Q-Race’ yang dipusatkan di Oemah Kopi Menoreh, Desa Sidoharjo, Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo. Dalam Menoreh Amazing Q-Race anggota GIPI DPD DIY, BI DIY dan Dinas Pariwisata DIY melakukan touring menuju kawasan Bedah Menoreh, untuk experiencing aplikasi Visiting Jogja, transaksi pembayaran QRIS, adaptasi pariwisata kebiasaan baru serta menggali potensi destinasi wisata di kawasan Bedah Menoreh.

Pada kesempatan ini, disampaikan hasil pendampingan program Local Economic Development (LED) Bank Indonesia pada komoditas Kopi Menoreh dan Pariwisata Desa Sidoharjo, serta rencana pengembangan kawasan Menoreh oleh Badan Otoritas Borobudur. Kegiatan diakhiri dengan Deklarasi Bersama Pengembangan Pariwisata di Kawasan Bedah Menoreh.

Deklarasi ditandatangani oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo dan Ketua GIPI DIY. “Tanda tangan ini bukan atas nama pribadi. Tetapi atas nama institusi. Jadi siapa pun Ketua GIPI, komitmen untuk mendampingi pengembangan pariwisata Menoreh tidak boleh berhenti,“ tegas Bobby.

Bobby kemudian menuliskan DPD GIPI DIY di belakang namanya. Hal yang sama diikuti oleh Singgih Raharjo dan yang lainnya. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda