Jelang Kongres Pertina 2020

23 Pengda Solid Dukung Komaruddin Simanjuntak

Para pengurus 23 Pengda Pertina bersilaturahmi bersama Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Sebanyak 23 Pengurus Daerah (Pengda) Pertina (Persatuan Tinju Amatir Nasional) mengarahkan dukungannya kepada Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak, untuk memimpin PB Pertina periode 2020 – 2024, dalam kongres yang segera dihelat. 

Mantan Pangdam IX/Udayana itu juga didukung teman-temannya para purnawirawan TNI. Tak kurang dari 28 jenderal TNI (AD, AL, AU) yang terdiri dari angkatan (tahun kelulusan AMN = Akademi Militer Nasional) 1984, 1985, dan 1986 yang baru mengakhiri pengabdiannya di TNI dengan inisiatif penuh mendukung Komar. 

“Meski sudah mengakhiri tugas kedinasan, tetapi kami masih ingin berbuat untuk negara. Semboyan kami soldier never die, they just fade away,” ujar jenderal berkumis tebal itu, hari ini (28/9/2020) di Jakarta.

Para pendukung Komaruddin Simanjuntak atau yang akrab disapa secara inisial: KS itu, menamakan diri kelompok “Bersatu Hati”. “Mayoritas suara hati di Pertina kebetulan sama, yakni sama-sama menginginkan perubahan ke arah kemajuan. Yang sudah baik akan kita pertahankan, yang belum maksimal, kita maksimalkan. Satu hal yang pasti, Pertina harus menuju ke arah kemajuan, dan menempatkan diri pada rel yang benar,” ujarnya.

Merasa passion-nya adalah tinju, KS tidak menolak saat para pengurus Pengda Pertina berbagai daerah memintanya turun tangan memimpin PB Pertina untuk masa bakti 2020 – 2024. Hingga tulisan ini disusun, tak kurang dari 23 Pengda (dari 34 Pengda) di seluruh Tanah Air, solid mendukung Komar.

cowqs2.jpgMayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak. (FOTO: rondeaktual.com)

“Saya sudah melakukan orientasi organisasi untuk keperluan SWOT analysis. Atas dasar itu pula, saya menyatakan siap dan bersedia,” ujar lulusan AMN 1985 ini.

Bertutur ihwal program yang ditawarkan jika kelak dipercaya memimpin PB Pertina, tegas Komar menjawab, “Aktualitasi program.” Penjabarannya adalah modernisasi di semua bidang. Sebab, itulah problem utama, mengapa tinju amatir jalan di tempat, jika tak mau dikatakan mundur.

Empat pilar yang ia jadikan soko guru untuk menopang aktualitasi program atau modernisasi organisasi PB Pertina ke depan. Yang pertama adalah transparansi. Yang kedua adalah sarana dan prasarana. Yang ketiga adalah sport science. Dan keempat pembinaan usia dini.

“Semua program harus terukur. Pendekatan empat pilar, didukung teknologi berupa sport science adalah solusi jitu bagi kemajuan tinju amatir ke depan,” tandas peraih penghargaan The Royal Order of Sahametrei dari Kamboja itu.

Tanpa modernisasi organisasi, niscaya tidak akan mampu mengejar ketertinggalan. Dunia beladiri saat ini sedang didominasi mix martial arts (MMA). Hampir semua atlet MMA, memiliki basic bela diri dasar. Ada yang tinju, judo, karate, gulat, dan lain-lain. 

cowas1.jpgKetika masih menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana. (FOTO: baliekbis.com)

“Tinju amatir harus bisa memposisikan diri sebagai cabang beladiri dasar yang kelak bisa dijadikan andalan ketika seorang atlet hendak melaju ke pilihan tinju pro atau MMA. Hampir semua petinju besar dunia punya latar belakang amatir. Jadi, tinju amatir ini benar-benar basic dan menentukan karier serta prestasi atlet ke depan,” papar KS.

Salah satu program yang sedia dia permanenkan adalah event tinju “ampro” (amatir profesional). Ini juga jawaban atas kebutuhan aktual seni bela diri akhir-akhir ini. “Jika dulu, tinju menjadi cabang olahraga ketiga favorit bangsa kita, setelah sepakbola dan bulutangkis, sekarang sudah saatnya harus kita kembalikan ke posisi itu,” ujar Komar seraya menambahkan, “masih ingat kan? Dulu kalau ada pertandingan tinju di TVRI, jalanan sepi.”

Berbekal dukungan mayoritas Pengda Pertina, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak kini sedang mematangkan program kerja. Alhasil, ketika ia terpilih dalam Kongres PB Pertina yang sedia digelar beberapa bulan ke depan, pihaknya sudah bisa langsung bekerja penuh dan total untuk kemajuan tinju (amatir) di Tanah Air. (*)

Pewarta : Roso Daras
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda