Setelah Setahun Kijang LGX Hilang (5)

Email dari Polda NTT yang Sangat Menggembirakan

COWASJP.COM – STNK dan BPKB yang diminta sudah saya kirim ke alamat Magda. Juga transfer uang Rp 2 juta untuk biaya biaya operasional penarikan mobil dari Soe ke Kupang.   Keduanya sudah diterima dengan baik oleh Magda.

Awal bulan Juli 2004, saya terima surat email dari Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang  ditujukan kepada Polres Gresik. Saya dapat tembusannya. Isi surat itu menerangkan keberadaan dan kepemilikan mobil Kijang LGX saya yang hilang itu.

Di dalam surat itu juga diberitahukan bahwa mobil itu dapat diserahkan kepada pemiliknya. Dan supaya dijadwalkan waktu penyerahterimaan mobil tersebut.

Saya baca surat itu berulangi kali. Saya baca perlahan, sampai dengan ke titik komanya. Takut salah baca. Apa yang saya impikan sebentar lagi terwujud. Paling tidak seperti yang tertulis dalam surat itu: penyerahan dan serah terima mobil.

Biyuh ... hati saya melonjak kegirangan.

Pikiran saya langsung melayang ke Kupang. Saya membayangkan bertemu dengan Pak Bello, Kabid Humas Polda NTT yang baik budi itu. Juga dengan Magda sang keponakan yang belum pernah bertemu sebelumnya. Rasanya bagai menjemput si anak hilang yang akan kembali.

Eh maksud saya menjemput Kijang LGX saya yang hilang itu.

Yang membuat hati ini senang bukan kepalang ketika beberapa hari sebelum surat itu terbit, saya tanya ke Magda melalui SMS perihal estimasi biaya yang harus saya persiapkan. 

"Kata Om Bello hanya biaya itu saja (Rp 2 juta), nggak ada biaya lainnya," pesan SMS dari Magda.

peta.jpgPeta yang menunjukkan lokasi Kota Soe, sebelah timur Kota Kupang. (PETA: dians999.wordpress.com)

"Mungkin ada biaya administrasi lainnya?" tanya saya.

“Tidak ada, karena Om Bello sendiri yang menangani,” jawab Magda.

Jadi, hanya biaya operasional seperti yang sudah disampaikan sebelumnya oleh Magda.

"Biaya Rp 2 juta itu nantinya diberikan kepada anggota yang mengambil mobil dari Kota Soe ke Kupang", katanya. (Lihat peta). Mobil itu masih berada di kota Soe, 109.8 km di timur kota Kupang.

Mobil itu dimilki oleh seseorang. Menurut keterangan dari Kabid Humas Polda NTT, yang memiliki mobil itu menolak ketika mobilnya akan disita. Ia beralasan karena punya surat-surat lengkap.

Setelah pihak kepolisian menunjukkan bukti STNK dan BPKB yang asli, iapun menyerah.

Apalagi ada undang undangnya. Barang siapa melindungi hasil curian, orang tersebut bisa dituduh sebagai penadah. Hukumnya pidana.

Hari itu juga, surat dari Kepolisian Kupang saya bawa ke Polres Gresik. Saya diarahkan menemui Kasat Reskrim.

gresik.jpgMapolres Gresik tempat saya menerima email dari Polda NTT. (FOTO: Guritno Baskoro)

Namun karena beliau hari itu ada agenda rapat koordinasi, saya belum bisa menemuinya. Saya diminta kembali besok pagi.

Saya sengaja belum memberitahukan kepada isteri perihal perkembangan menggembirakan ini. Isteri hanya tahu bahwa mobil itu telah ditemukan di Kupang NTT seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya dari anggota polisi di Kupang. Tapi info itu memang masih prematur. Dan, isteri saya waktu itu tidak setuju jika saya menanggapi informasi itu. Ia takut terjadi apa-apa. Pasalnya, mobil itu berada di Kupang. Yang menjadi pertanyaan di benaknya bagaimana kondisi sekarang mobil itu dan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurus ke sana?

Pun, saya belum membocorkan perkembangan cerita ini kepada kerabat lainnya.

Mengapa saya mantab ke Kupang? Karena ada keponakan di sana yang bisa membantu, dan puji syukur saya ditolong langsung oleh Kabid Humas Polda NTT.

Dalam suatu kesempatan, saya menelpon beliau untuk menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya karena beliau berkenan membantu saya di sela sela kesibukannya.

Beliau bercerita pula bahwa menurut laporan anggotanya, kondisi mobil tersebut terawat dengan baik oleh pemiliknya.

Sejak saya berhubungan dengan Pak Bello, saya tidak pernah lagi dihubungi oleh pak Adi yang mengaku orang Polda NTT yang menawarkan jasa untuk mengurus mobil hilang itu. Lebih baik mundur teratur, karena ternyata sudah diurus oleh pejbat Polda NTT. Mungkin begitu. Saya pun tidak perlu berandai andai lagi dengannya. (Bersambung)

Penulis: Guritno Baskoro, pensiunan PT Petrokimia Kayaku, Gresik, Jatim.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda