Lama Baru

Satu sudut Arcadia, Los Angeles, lingkungannya rapi, bersih, tertata, banyak bunga. (FOTO: istockphoto.com)

COWASJP.COM – Sejak saya masih di Kansas, drg Irawan sudah wanti-wanti agar saya mampir Los Angeles. Lalu kembali bermalam di rumahnya. Bahkan sudah bertanya makanan halal apa saja yang saya inginkan. 

Dalam perjalanan dari San Gabriel ke rumah drg Irawan lebih terasa lagi seperti sedang di Asia. Dari hotel hanya 20 menit ke rumahnya di Arcadia. Lewat wilayah-wilayah yang loh jinawi. Rumah-rumahnya besar. Bagus. Indah. Dengan lingkungan yang rapi. Bersih. Tertata. Hijau. Banyak bunga. Lebih banyak lagi pohon-pohon hias.

Pun rumah drg Irawan: besar, sangat besar. Halaman depannya luas. Pun halaman belakangnya: ada kebun buah dan kolam renang.

Saya sudah dua kali bermalam di rumah itu. Termasuk saat membawa istri, anak, menantu dan cucu. Kamarnya masih berlebih.

Ada yang baru: drg Irawan kini sudah bisa berbahasa Mandarin. Maka ia tidak perlu pakai bahasa Inggris lagi saat berkomunikasi dengan Janet dan suami.

"Saya malu dengan Pak Dahlan. Saya kursus. Mendatangkan guru Mandarin," katanya.

Drg Irawan juga tampak lebih sehat. Badannya tidak gemuk lagi. Turun lebih 15 kg. Waktu turun drastis itu ia sempat kirim foto diri. Ia curhat. Menjadi kurus kelihatan sangat tua. 

Saya pun membalas curhatnya itu: Anda harus ganti baju. Buang semua baju lama. Beli baju baru. Jangan lagi pakai XXL.

Kini ia tidak lagi kelihatan tua. Saya lihat sudah beda dengan foto yang dikirim. "Ini baju baru semua," katanya. 

Istrinya juga sangat sehat. Ia baru datang.

"Dari mana saja?" tanya saya.

"Biasa," katanyi, "mengedarkan majalah ke toko-toko dan restoran". Dia masih belum bisa Mandarin.

Kevin Herjono tiba belakangan. Rumah itu pun tambah ramai. Bicara saya kalah keras dengan Kevin.

Drg Irawan tinggal hanya berdua dengan istri di rumah besar itu. Anak-anaknya sudah berumah sendiri. Salah satunya sudah menikah. Bryan, seumur Kevin, masih jomblo.

Lahir di Amerika Bryan bisa berbahasa Indonesia. Ia juga dokter gigi. Hobinya luar biasa: berlayar.

Bryana baru saja pulang dari naik kapal layar dari Amerika ke Eropa. Hanya berempat. Mengarungi lautan Atlantik. Dalam 28 hari.

Minggu depan Bryan berangkat lagi: menyelam di lepas pantai Athena. Papa-mamanya geleng-geleng kepala. Khawatir tapi bangga.

Sang istri kini jadi koordinator tour. Setahun tur empat kali. Dua bulan lagi ke Sichuan, Xian, Xinjiang dan Kazakstan. 

Kami pun makan siang bertuju: nasi goreng, ayam saus lemon, salad dan udang goreng. 

Kevin pun mengajak kami ke kantornya di Burbank, Los Angeles. Ini kali pertama saya ke pusatnya Walt Disney. Diajak Kevin keliling gedung-gedungnya. Poster-poster film di mana-mana. Juga piala-piala Oscar yang pernah diraih. Lalu patung-patung tokoh pemeran  film dan miniatur lakonnya. Juga pajangan berbagai senjata yang digunakan dalam film Star Wars dan sebangsanya.

Bangga juga ada anak Indonesia berkarir di lingkungan Walt Disney.(*)

Komentar Dahlan Iskan di Disway Edisi 6 Juni 2024 Berjudul: Teman Baru

thamrindahlan

Assalamualaikumm Selamat pagi sobat perusuh dan pembaca nan elok hati. Tiba hari Jum;at nan penuh keberkahan. Mari berbagi kebaikan dan kebajikan untuk sesama makhluk nan membutuhkan. Kebahagiaan itu hadir ketika kita membahagiakan semasa makhluk : manusia, fauna dan flora serta seisi alam semesta. Kota lama kota baru Kayu jati kayu tembesi Teman lama teman baru Sahabat sejati tautan hati Salaman

djokoLodang

-o-- Bali ku Sayang, Bali ku Malang Tanah subur, penuh janji dan harapan, Kini terhampar beton, sepi hijau ladang. Sawah luas yang dulu berdendang, Kini terdiam, terbungkam oleh bangunan tinggi menjulang. Hotel, villa, mall, ruko, perumahan, Mengganti pemandangan indah di kejauhan. Di mana burung pipit biasa bernyanyi, Kini suara bising mesin tak kenal henti. Ironi Bali modern, kemajuan palsu, Ketika sawah berubah menjadi lahan bisu. Hujan tak lagi meresap ke bumi, Karena beton menutupi segala mimpi. Selamat datang di dunia yang gemerlap, Di mana tanah subur berubah jadi tumpukan ranjau. Lihatlah kita, manusia cerdas penuh daya. Namun kehilangan akal untuk jaga Ibu Pertiwi tercinta. ---> Chicha Widyaningsih --jL-

Mirza Mirwan

Sebelum bertolak ke Paris Presiden Biden bilang bahwa ia tak akan memberi pengampunan kepada Hunter Biden bila ia (Hunter) dihukum terkait dakwaan senjata api. Apakah nantinya benar atau tidak, ya tunggu saja. Tapi, menurut saya, ucapan Biden itu salah satu kiat menaikkan elektabilitas, juga "approval rating"-nya yang jeblok -- tinggal 36%. Dalam sidang ke-4 kemarin Hunter Biden tak ditemani sang ibu sambung, Jill, yang harus terbang ke Paris. Tapi ada gantinya: Valerie Biden Owens (tantenya) dan Cuffe Owens (sepupunya). Kamis kemarin itu saksi Gordon Cleveland kembali dihadirkan. Setelahnya giliran Hallie Biden (isteri mendiang Beau Biden) yang membuang senjata Hunter ke tong sampah di belakang Toserba Janssen's Market, Wilmington. Selanjutnya Millard Greer, mantan letnan polisi. Disusul Edward Banner (80), pemulung yang pensiunan marinir, yang menemukan senjata di tong sampah di belakang Janssen's Market pada 23 Oktober 2018. Terakhir adalah Kopral Joshua Marley, yang memberi kesaksian dengan mengenakan seragam polisi. Aneh saja, kenapa nama Hallie masih diikuti Biden di belakangnya. Padahal akhir pekan yang lalu ia sudah menikah lagi dengan John Hopkins Anning. Rencananya sidang ke-5 hari ini -- malam nanti -- hanya menghadirkan dua saksi: Dr. Jason Brewer, ahli forensik kimia, dan Joshua Romig, supervisor DEA. Tentang Ed Banner, dalam kesaksiannya ia juga bercerita bahwa memulung adalah hobinya. Ia sudah melakukannya sejak sebelum pensiun.

Lagarenze 1301

Santai sejenak. Albert dan Alex teman baik. Keluarga mereka pun sangat dekat. Sayangnya, Alex tidak berumur panjang. Di usia 35, ia meninggal dunia. Seusai pemakaman, Albert duduk berdoa di depan makam Alex. Sangat khusyuk. "Aku sangat merindukanmu, sobat. Kamu adalah teman rasa saudara. Kamu sudah seperti kakakku," curhat Albert. Ia terus berkata, "Istriku sekarang hamil 8 bulan. Semoga kamu bereinkarnasi menjadi anakku." Beberapa waktu kemudian, istri Albert melahirkan anak laki-laki. Seiring bertambahnya usia, wajah anak itu sangat mirip dengan Alex. Albert bersyukur, doa dan harapannya terkabul.*

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@Jimmy Marta.. Di posisi saya saat ini, setiap 2 tahun saya harus ambil pelatihan penunjang jabatan. Sebagian pelatihan itu merupakan pelatihan profesi, yang ada "gelar profesi" nya. Kebetulan, di perusahaan saya, gelar akademis maupun profesi TIDAK BOLEH dicantumkan dalam dokumentasi perusahaan. Supaya tidak menimbulkan "halo efek". Sehingga aman. Sehingga misal semua dicantumkan, saya ada: 1). 5 gelar akademis. 2). 12 gelar profesi. Total ada 17 gelar. ### Ruwet. Boros.. Nulisnya..

Tivibox

Selamat siang, salam sehat ... Dalam hati kecil saya sebenarnya ingin sekali melihat secara langsung acara peringatan kemerdekan Indonesia di IKN tgl 17 Agustus nanti. Hanya ingin merasakan pengalaman saja. Bisa melihat dari dekat calon Ibukota Indonesia. Sepertinya belum ada informasi dimana harus mendaftar. Saya bersedia membawa tenda kalau tak ada tempat menginap.

Gregorius Indiarto

Berhari hari melakukan perjalanan, melewati padang gurun hingga sela antara dua gunung. Kalau jalan kaki, mungkin ini boleh di sebut Camino. Karena bermobil, maka saya sebut Car-mino.

iya nok

saya sebagai seorang sufi (suka film) menurut saya lho ya,, era perfilman amerika terbaik itu rentang waktu 1990 - 2000. jg sebagai seorang penikmat lagu dan musik era terbaik amerika jg 1990 - 2000. ada banyak album yg penjualannya wow banget, dangerous by jacko, use your illusion gnr, black - metallica, dll. utk kita menurut saya jg sama, ada ungu - kla project, blm ada judul iwan, dewa 19 album kangen, dll itu jg rentang 1990 - 2000. ngomongin LA,, L.A. Confidential - Russell Crowe jg folm taun 1997

Lagarenze 1301

+ Kerja apa, Mas? - Kerja tambang, Pak. + Oh, apa nama perusahaannya? - Saya di Ormas. + Yang Ormas Keagamaan, ya? - Ormas Tambang-lah, Pak.

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda