Perang Meredam Covid-19

Yang Sembuh 55,69%, Yang dirawat 36.917

COWASJP.COM – Data harian Covid-19 di Indonesia, mungkin perlu dibaca dengan cara lain. Kalau yang dibaca jumlah warga yang terinfeksi hari ini: Kamis 23 Juli 2020, kesannya mencemaskan banget.

Bisa dimaklumi, karena pada Senin 15 Juni 2020 jumlah yang terinfeksi 40.400 orang, melesat jadi 93.657 orang pada Kamis 23 Juli 2020. Naik hampir 132%.

Bulan lalu Indonesia masih menduduki urutan ke-33 negara terparah di dunia. Kini naik ke urutan ke-24. Dua trap di atas China, urutan ke-26, yang terinfeksi 83.729 orang. Satu trap di atas Mesir, urutan 25, yang terinfeksi 89.745 orang.

Memang hari ini (23 Juli) yang terinfeksi lebih dari 90.000 orang, tapi de facto:

corona2.jpgTiga pasien pertama Covid-19 yang sembuh. Dari kiri: Ratri Anindya (pasien 03), Maria Darmaningsih (ibunda, pasien 02) dan Sita Tyasutami (pasien 01). (FOTO: medan.tribunnews.com)

Yang dirawat di rumah sakit hari ini (23 Juli) 36.917 orang.

Yang dirawat di rumah sakit Senin 15 Juni 22.466.

Jadi kenaikan jumlah yang dirawat = 36.917 – 22.466 = 14.451 orang.

Mengapa kenaikan jumlah yang dirawat tidak banyak?

Sebab, jumlah pasien yang sembuh semakin banyak.

Pada 15 Juni yang sembuh 15.703 orang (38,86%).

Pada 23 Juli yang sembuh 52.164 orang (55,69%).

Persentase yang sembuh naik = 16,83%.

**

DATA COVID-19 INDONESIA

Selasa 16 Juni 2020

Yang terinfeksi: 40.400

Yang sembuh: 15.703 (38,86%)

Yang dirawat: 22.466

Yang meninggal: 2.231

Kamis 23 Juli 2020

Yang terinfeksi: 93.657 (+1.906)

Yang sembuh: 52.164 (55,69%)

Yang dirawat: 36.917

Yang meninggal: 4.576

Berarti, perjuangan Tim Penanggulangan Covid-19, para tenaga medis, para relawan, para kepala daerah, para tokoh masyarakat, dan para warga yang aktif membangun kampung tangguh, pasar tangguh dan seterusnya, membuahkan hasil positif.

Ini yang harus sangat dihargai.

Memang, apa yang diraih Indonesia masih kalah jauh dengan negara kaya raya Qatar (urutan ke 22, dua trap di atas Indonesia). 

covid.jpgKonferensi pers uji klinis vaksin Covid-19 dari Sinovac, China, di RS Pendidikan Unpad, Bandung, Rabu 22/7/2020. (FOTO: kompas.com/Putra Prima Perdana)

Jumlah yang terinfeksi di Qatar Kamis 23 Juli 107.871 orang. Tapi yang sudah sembuh 104.641 orang. Yang dirawat “hanya” 3.067 pasien. Dan yang meninggal “hanya” 163 orang.

Karena itu, prestasi suatu negara dalam meredam Covid-19 lebih pada sebesar apa upaya negara itu menyembuhkan yang sakit. Qatar telah sukses menyembuh 97 persen pasien Covid-19-nya. Luar biasa!

Karena itu pula, sebaiknya kalau menilai Qatar, sebaiknya lihat saja berapa jumlah pasien Covid-19-nya hari ini (23 Juli).

Begitu pula dengan Iraq, urutan 23. Yang terinfeksi 99.657 orang, 6.000-an lebih besar dari Indonesia. Tapi jumlah pasiennya lebih kecil dari Indonesia. Pasien yang masih dirawat di Iraq = 28.676 orang. Indonesia 36.917 orang.

Ini karena jumlah yang sembuh di Iraq = 67.147 (67,23%).

Jumlah yang terinfeksi di Indonesia akan semakin bertambah. Terlebih Jatim dan Surabaya sudah memiliki lab yang menerapkan metode efektif. Per hari bisa melakukan tes 4.000 orang (spesimen). Berkat penemuan Dr Andani Eka Putra dari Universitas Andalas,  Padang, Sumatera Barat.

Angka 100.000 orang yang terinfeksi mungkin 7 hari lagi akan terlewati. Tapi di balik  peningkatan pesat jumlah yang terinfeksi, angka transmisi (penularan) bisa semakin ditekan. Karena yang terpapar bisa diketahui sedini mungkin. Termasuk yang OTG (orang tanpa gejala).

Yang sangat kita harapkan, semoga jumlah pasien yang sembuh naik lebih tinggi. Kita perlu bersikap realistis. Kemampuan finansial Indonesia masih sebatas ini. Jauh di bawah Qatar, China, dan Jepang misalnya. Kapasitas rumah sakit Indonesia pun relatif terbatas. 

Di sisi lain, masih ada warga di berbagai kota yang sembrono. Yang tidak mentaati protokol kesehatan. Pemerintah dan sesama warga perlu lebih tegas terhadap yang lalai. Yang tidak pakai masker, yang malas cuci tangan, dan tidak menjaga jarak.

Perjuangan ekstra keras masih harus dilakukan sampai diproduksinya secara massal vaksin Covid-19. Semoga kerja bareng Biofarma di Bandung dan Sinovac (Tiongkok) membuahkan hasil gemilang awal 2021 mendatang. Aamiin YRA. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda