Rezeki Luar Biasa Tak Dapat Ditolak

Surachit Songzhu yang menemukan ambergris. (FOTO: medan.tribunnews.com)

COWASJP.COM – Jika Allah mengaruniakan rezeki, tak ada satu kekuatan pun yang bisa menolak. Apalagi membendungnya. 

Siapa pun yang dikehendakinya. Termasuk pemulung. Inilah contoh dan kisah nyatanya. 

Seperti yang disajikan medan.tribunnews.com pada Kamis, 9 Juli 2020. Surachit, sang pemulung yang menemukan bongkahan misterius senilai Rp 9 miliar. Dia pun tak menduga bakal mengais rezeki luar biasa lantas kaya mendadak. 
Ya, alkisah seorang pemulung asal Thailand, Surachit Songzhu menjadi miliarder dadakan.
Ia secara tak sengaja menemukan bongkahan misterius ketika mengais sampah.

Ternyata benda misterius tersebut mempunyai nilai miliaran rupiah.

Seperti dilansir Bastille Post, semuanya bermula saat Surachit tengah memunguti sampah di pinggiran pantai di Provinsi Songkhla, Thailand.

Ketika mengais-ngais sampah, Surachit secara nggak sengaja menemukan batuan besar berwarna abu-abu tersapu ombak laut.

Teksturnya aneh seperti lilin. Surachit pun curiga jangan-jangan bongkahan ini bukanlah benda sembarangan.

Ia memutuskan untuk membawanya pulang.
Sesampai di rumah, ia memberi tahu teman-teman dan kerabat untuk melihat temua yang diduga merupakan ambergris.

Teman-temannya pun datang untuk memeriksa keaslian benda itu dengan menggunakan metode sederhana.

Benda itu dibakar dengan korek api agar tercium aromanya.

Apabila bau yang keluar menyegarkan dan bau harum, maka bisa dipastikan benda itu adalah ambergris

Benar saja, ternyata bongkahan itu memang ambergris alias muntahan ikan paus yang setelah ditimbang beratnya 37 pon atau sekitar 16,7 kg.

Menurut kondisi pasar, ambergris yang baik dijual seharga 14.500 poundsterling per pon (Rp 290 juta).

Jika benda temuannya itu dinilai sebagai produk yang bagus oleh para ahli, harga jualnya mencapai 536.500 pound (Rp 9 miliar).
Ambergris sendiri adalah produk kering dari sekresi paus sperma.

Beberapa paus sperma akan mengeluarkannya melalui usus dan lainnya meninggalkannya di dalam tubuh.

**

Ada kisah lain yang serupa dari Bengkulu. Sukadi jadi perbincangan dan pemberitaan banyak media massa setelah menemukan "harta karun." 

Nelayan asal Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, ini menemukan 200 kilogram diduga muntahan (Ambergris) Paus pada Kamis 2 November 2017.

Benda itu ditemukan Sukadi dalam kondisi mengapung di tengah Samudra Hindia.

"Awalnya saya sedang melaut bersama empat rekan. Tepatnya antara Pulau Dua dan Pulau Enggano saya melihat muntahan itu berserak di tengah laut," kata Sukadi saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/11/2017). 

Awalnya ia tidak tahu bahwa benda yang mengapung itu adalah muntahan paus.

Ia berinisiatif mengecek titik koordinat menggunakan global positioning system (GPS).
Sukadi mengira benda yang bertebaran itu adalah limbah.

"Saya cek GPS, saya kira itu limbah, lalu saya pungut dengan harapan membersihkan laut dari limbah," ucapnya.

sukardi.jpgSukadi, nelayan di Kabupaten Kaur, Bengkulu, yang juga menemukan ambergris. (FOTO: medan.tribunnews.com)

Namun, saat benda tersebut ia kumpulkan di perahu dan dibawa ke darat, baru diketahui jika itu adalah muntahan paus.

Sukadi juga tidak mengetahui bahwa benda tersebut bernilai mahal.

Sukadi mengira benda yang bertebaran itu adalah limbah.

Ia tahu setelah mengecek di video Youtube. "Saya baru sadar, yang saya temukan itu adalah muntahan ikan paus bernilai mahal, maka hebohlah. Kalau saya biasa saja tidak heboh, tetapi orang lain banyak yang heboh," ujarnya.

Sejauh ini benda yang diduga muntahan paus tersebut masih ia simpan di rumah dan belum ada yang terjual.

"Masih ada di rumah. Saya simpan sekitar 200 kilogram. Belum ada yang terjual, tetapi kalau ada yang berminat serius dengan harga yang cocok, maka saya jual," ucapnya.

"Sudah banyak yang menghubungi saya namun belum cocok harga. Saya ingin di atas Rp 22 juta per kilogramnya, minimal Rp 30 juta per kilo lah," ujar Sukadi, seperti dilansir dari harianrakyatbengkulu.com.

Ia menjelaskan, warna muntahan paus itu putih bercampur kekuningan.

Jika dirasa, seperti memegang lilin.

Saat dipanaskan, ia akan meleleh dan dapat digunakan untuk menghidupkan api.

Dalam beberapa literatur, muntahan paus berharga cukup mahal per kilogramnya, puluhan hingga ratusan juta.

Ambergris merupakan zat yang menumpuk di dalam usus paus.

Lama menumpuk dalam perut paus, zat tersebut menjadi padat seperti lilin dan berbentuk bongkahan.

Ambergris berbentuk solid seperti lilin dan mudah terbakar.

Zat ini sangat baik digunakan sebagai bahan pembuat parfum. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda