Rumah Dirut JP Holding

Dibobol dari Rumah Kosong di Sebelah

Rumah korban, Ratna Dewi alias Cik Wenny, Dirut JP Holding yang dibobol maling. (FOTO: Abdul Muis/Cowas JP)

COWASJP.COM – Pelaku pembobol rumah Direktur Utama (Dirut) Jawa Pos Holding, Ratna Dewi alias Cik Wenny diakui pihak kepolisian sangat profesional. Betapa tidak!

Maling yang berhasil menggondol barang berharga konon senilai Rp 1 miliar itu, beraksi saat Wenny dan keluarganya berada di dalam rumah. 

Dan, tempat penyimpanan perhiasan dan barang mewah yang disikat pelaku, tidak jauh dari ruang tidur korban (Cik Wenny).

pembobolrumah-2.jpgHalaman depan rumah Cik Wenny. (FOTO: Abdul Muis/Cowas JP)

“Wong barang-barang itu berada di samping kamarnya. Kalau pintunya didorong begini saja, sudah kelihatan tempat tidur korban, ” jelas Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainal Abidin kepada CowasJP.Com.

Posisi korban dan keluarga, menurut dia, juga berada di dalam rumah. Rumah tidak dalam kondisi kosong. Wenny dan keluarganya sedang tidur. “Anak-anaknya juga ada di dalam kamar. Termasuk pembantunya,” jelas Iptu Zainal.

Aneh? Ya, inilah yang masih menggelayuti benak petugas kepolisian. Pelakunya sangat berani dan nekad. “Yang jelas profesional dia,” tegasnya.

Dari olah TKP (tempat kejadian perkara), petugas menemukan beberapa CCTV yang ada di rumah Wenny. Di ruang tengah lantai dasar ada CCTV. Di ruang luar juga ada. Kemudian di pintu rumah satunya itu juga ada CCTV. 

“Di ruang pembantu yang menyorot ke pintu (kamar tempat perhiasan) itu juga ada CCTV-nya. Kebetulan yang bisa direkam itu, hanya CCTV di pintu kamar pembantu bagian belakang,” jelas Zainal.

Menurut dia, CCTV di lantai dasar itu kan rusak. Namun juga ada CCTV yang dihapus dengan cat putih oleh pelaku. 

“Pada saat kejadian korban merasa tidak tahu. Padahal antara ruang penyimpanan barang dengan kamar itu, sangat berdekatan. Soal ruangan itu, kedap suara atau tidaknya, yang tahu tuan rumahnya,” ungkapnya.

Sampai sejauh ini, pihak kepolisian belum menemukan pelaku. Semua masih dalam proses penyelidikan. “Kita juga sudah di-back up oleh Resmob Polrestabes Surabaya. Kami juga masih terus mengumpulkan informasi. Dengan begitu yang kami butuhkan adalah informan dari luar,” aku Zainal.

Ketika ditanya apakah kejadian serupa dengan modus operandi yang sama pernah terjadi di kawasan Polsek Sukolilo? Kanit menyebut ada di dua TKP. Namun dua kasus tersebut berhasil terungkap. Dua pelakunya tertangkap beserta barang buktinya. Mereka kini tengah menjalani proses hukum.

pembobolrumah-3.jpgRumah di sampingnya kosong berpagar seng. (FOTO: Abdul Muis/Cowas JP)

“Pelakunya orang  luar semua. Mereka residivis yang baru keluar dari LP. Modus yang dilakukan juga sama, profesional. Membobol lewat atas rumah,” jelas Iptu Zainal Abidin yang saat diwawancara tidak berpakaian dinas. 

Khusus kejadian di rumah salah satu bos Koran terbesar di Jawa Timur ini, Zainal mengaku masih tertantang untuk menangkap pelakunya, beserta barang bukti. 

“Ini PR buat kami. Rasanya belum plong kalau belum terselesaikan,” jelasnya.

NAIK DARI RUMAH KOSONG

Dugaan sementara, pembobol rumah Wenny itu, menurut sumber CowasJP.Com, kemungkinan besar masuk melalui rumah kosong sisi kiri rumah mewah di kawasan Klampis Semolo Timur ini.

Pembobol juga diduga tidak mencuri sendirian. Ada rekan yang membantu, serta mengawasi dari luar rumah dengan menggunakan kendaraan roda empat. 

Situasi di sekitar rumah Wenny pasti sepi saat maling beroperasi. Dua rumah tetangga kanan-kirinya tidak berpenghuni. Kosong melompong. Malah rumah tetangga di sisi kiri berpagar seng yang cukup tinggi. 

Saat wartawan CowasJP.Com mencoba konfirmasi kepada Wenny, suasana perumahan tersebut sepi banget. Rumah Wenny berada di jalan utama Jalan Klampis Semolo Timur I. Posisinya tidak jauh dari pintu masuk yang dibatasi dua portal besi sangat panjang.

Dua security yang betugas di pintu masuk perumahan juga tampak apatis. Tidak reaktif ketika ditanya soal penghuni rumah bernama Wenny. Dua pria berusia tidak lebih dari 25 tahun ini malah mengaku tidak kenal dengan Cik Wenny yang menjadi seorang penting di Jawa Pos Grup itu.

Wartawan media portal ini baru yakin alamat yang diberikan karyawan Jawa Pos itu benar, setelah konfimarsi kepada tukang rumput yang tengah membakar sampah dedaunan di area taman yang tidak tampak asri lagi. 

“Setahu saya, rumah bertingkat dan besar di sebelah Satpam itu milik orang Jawa Pos bagian keuangan,” katanya.

Sesampai di rumah bercatat krem kombinasi warna pink itu, hanya tampak seunit sepeda motor matic. Di dekat pintu gerbang terdapat tulisan stiker: Awas Pintu Automatic!

Seorang pembantu Wenny keluar dari samping garasi saat mendengar bel di sisi kiri pintu gerbang berbunyi ting tung. 

“Bapak siapa?” sapa ibu yang sudah berumur ini dengan logat khas Madura.

Setelah dijelaskan bahwa yang datang wartawan, dia menyebut juragannya tidak ada di tempat. Masih bekerja dan biasa pulang malam. 

Ia pun bergegas masuk lagi lewat pintu garasi yang terbuka sedikit tanpa banyak basa-basi lagi. Semua masih dalam proses penyelidikan. Kita sudah dibackup dan resmob polrestabes Surabaya. "Kami masih terus mengumpulkan informasi. Dengan begitu yang kami butuhkan adalah informan dari luar," begitu kata Iptu Zainal Abidin yang masing terekam jelas di telinga.

(*)

Pewarta : Abdul Muis
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda