Antrean RSDK Ciamis Bisa Lewat JKN Mobile

COWASJP.COM –  Pelayanan pasien rawat jalan di RSU Dadi Keluarga Ciamis (RSDK Ciamis), Jawa Barat, memasuki babak baru dengan dilakukannya bridging system RSDKC Online dengan JKN Mobile BPJS Kesehatan. 

Terhubungnya kedua aplikasi ini semakin memudahkan pelayanan pasien rawat jalan. 

Antrean secara online kini dapat dilakukan melalaui aplikasi JKN Mobile BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjar Idham Kholid mengapresiasi capaian penting ini. Teknologi terbukti dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Teknologi memberikan banyak kemudahan dan sangat mungkin diterapkan di segala bidang. Terutama dalam pelayanan kesehatan. 

har1.jpgSalah satu sudut ruang dalam RSDK Ciamis. (FOTO: Dok RSDK Ciamis)

“Kehadiran teknologi informasi seperti artificial intelligent tidak mungkin ditolak. Teknologi terus berkembang. Kita harus membuka diri dan mengikuti perkembangan itu bila tidak ingin tertinggal dan ditinggalkan,” kata Idham dalam acara penandatanganan berita acara bridging system RSDKC Online dan JKN Mobile di Samudera Café & Resto Tasikmalaya, Jumat (26/6/2020) lalu. 

RSDK Ciamis menjadi rumah sakit kedua di wilayah Cibandar (Ciamis-Banjar-Pangandaran) yang sudah melakukan bridging system antrean dengan JKN Mobile. 

YANG PERTAMA

Bahkan, RSDK Ciamis menjadi rumah sakit pertama yang memiliki aplikasi antrean online. Di tingkat Jawa Barat, belum banyak rumah sakit yang menerapkan antrean online dan terhubung ke JKN Mobile. Hanya beberapa rumah sakit berjaringan yang telah memiliki fasilitas ini.

Aplikasi RSDKC Online dirintis oleh tim Teknologi Informasi (TI) dan telah terhubung dengan sistem informasi dan manajemen rumah sakit (SIMRS). 

Pasien dapat mendaftarkan diri tiga hari hingga satu hari sebelum pelayanan. Pasien juga dapat memilih sendiri dokter spesialis serta mendapatkan notifikasi jam pelayanan. 

har.jpg

Pasien lama yang telah memiliki nomor rekam medis hanya perlu melakukan check-in di anjungan antrean. Setelah terlebih dulu mendapatkan nomor tiket dalam bentuk nomor atau QR Code. Nomor atau QR Code ini akan dibaca oleh sistem, kemudian tiket antrean akan tercetak. 

Pasien lama langsung menuju ke klinik tujuan tanpa melalui proses pendaftaran.
“Pasien baru juga dapat melakukan pendaftaran online, namun akan kami arahkan terlebih dahulu ke meja pendaftaran untuk mengisi data-data. Kemudian mendapatkan nomor rekam medis. Setelah itu, pasien akan diberikan nomor antrean ke klinik tujuan,” ujar Direktur RSDK Ciamis dr Muhamad Ikbal sambil menambahkan, antrean online juga bisa diakses melalui situs www.rsdkciamis.com.

Aplikasi RSDKC Online tidak hanya dipergunakan untuk memberikan layanan antrean rawat jalan. Aplikasi ini juga memuat informasi penting lain, seperti ketersediaan tempat tidur, jadwal dokter, konsultasi online, berita RSDKC terkini, jadwal tindakan operasi, hingga bantuan customer service. 

“Kami mendorong pasien untuk menggunakan aplikasi ini. Silakan unduh aplikasi kami di Play Store maupun Google Play dengan keyword RSDKC Online. Kini, layanan kami ada dalam genggaman,” tambah Ikbal.

Informasi ketersediaan tempat tidur dan jadwal operasi di-update secara real time. “Kami sudah mengintegrasikan beberapa aplikasi sehingga seluruh informasi disajikan secara real time dan sesuai dengan data lapangan. Begitu petugas memasukkan data pasien pulang atau masuk maka informasi jumlah tempat tidur akan berubah secara otomatis, baik di RSDKC Online maupun JKN Mobile,” papar Ikbal.

Ke depan, RSDK Ciamis akan terus mengembangkan teknologi informasi untuk menjawab tantangan perkembangan pelayanan. Konsep digitalisasi akan terus dimatangkan dan diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. 

Dalam waktu dekat, RSDK Ciamis akan menerapkan electronic medical record (e-MR) sehingga tidak ada lagi berkas dalam bentuk kertas. “Insya Allah, e-MR dan paperless ini akan segera terwujud,” harap Ikbal.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan (PMR) BPJS Kesehatan Cabang Banjar dr Eko Purnomo Jati terlihat puas atas langkah maju ini. “Sekitar dua bulan kami berkomunikasi dengan pihak RSDK untuk mematangkan proses ini. Alhamdulillah sekarang sudah selesai sehingga pasien mendapatkan kemudahan pelayanan. Semoga langkah ini diikuti oleh rumah sakit lain di Ciamis, Banjar, dan Pangandaran,” kata Eko penuh bangga. (*)

Pewarta : Hartono Sanjoto.
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda