Wali Paidi Episode 03

Mengobrak Abrik Kerajaan Jin

Kopi bawa satu blek, rokok bawa berpres-pres, tapi lupa membawa koreknya. Di puncak gunung pula. Sia-sia. Tiada Arti!! (ILUSTRASI: Slamet Oerip Prihadi/Cowas JP)

COWASJP.COM – Setelah beberapa hari di Indonesia, Wali Paidi ini berencana melakukan suluk nyepi ke gua di Gunung Arjuna, Jatim. 

Sesuai perintah sang Sulthonul Aulia dalam reuni di pebukitan Makkah beberapa pekan lalu. 

Wali Paidi mulai berkemas untuk berangkat dan mendaki Gunung Arjuna. Berpres-pres rokok sudah disiapkan, mulai dari Dji Sam Soe, Gudang Garam dan Djarum. Lengkap. Tidak ketinggalan kopi satu blek juga dibawanya.

BACA JUGA: Episode 1: Siapakah Wali Paidi?‚Äč

Setelah sampai di kaki Gunung Arjuna, Wali Paidi mulai mendaki mencari gua yang dimaksud oleh sang Sulthonul Aulia. 

Pada hari yang ketujuh sejak pendakian, Wali Paidi akhirnya menemukan gua tersebut.

Gua itu mulutnya kecil tertutup ilalang tapi dalamnya luas.Di pojok kiri ada sumber mata air, dan di pojok kanan ada batu yang menyerupai meja. 

Kemungkinan oleh yang punya gua ini dulu dipakai untuk sholat.

 Wali Paidi menaruh barang bawaannya di sebelah batu yang mirip meja tersebut. Kemudian pergi menuju ke mata air untuk mandi dan berwudlu.

Ketika mandi hati Wali Paidi ini dengan sendirinya berzikir dengan cepat dan otomatis. Pengetahuan ruhani Wali Paidi semakin bertambah. 

Hatinya berbunga-bunga tanpa dapat ia cegah. Nur bashirohnya semakin terang benderang.

Setelah berwudlu Wali Paidi melakukan sholat di atas batu yang mirip meja itu.

Beratus-ratus rokaat tanpa terasa telah berlalu dan Wali Paidi baru sadar ketika terdengar ayam berkokok, tanda pagi hari tiba.

Wali Paidi turun dari batu menuju tempat perbekalannya untuk membuat kopi dan duduk santai sambil merokok. 

Panci sudah dikeluarkan dan rokok Dji Sam Soe reefil sudah di siapkan. 

Tapi alangkah kagetnya ketika mencari korek tidak ada. Dia keluarkan semua isi tasnya tapi tetap saja korek tidak ditemukan. 

''Wadoh ciloko iki (aduh celaka ini),'' Wali Paidi bergumam sendiri. 

Dia melihat kopi satu blek yang aromanya begitu harum, dan berpres-pres rokok berbagai merk tergeletak di samping kopi.

''Wis.. wis.. muspro kabeh iki (Kalau begini semuanya sia-sia. Tidak ada artinya), kok bisa koreknya gak kebawa..'' kata Wali Paidi mulai kesal.

Satu dua hari dilalui Wali Paidi tanpa kopi dan rokok. Pada hari yang ketiga mulai tidak tahan. 

Hatinya semeblak (bergolak) ketika melihat kopi dan rokok yang terkulai tak berguna.

 Wali Paidi mulai membaca hizb, semua hizb ia kerahkan. Setelah membaca Asyfa' 3 kali, Wali Paidi ini mengusapkan telapak tangannya pada matanya dan byarr... 

Seluruh alam jin dan makhluk halus lainnya tampak sangat jelas. 

Terlihat oleh Wali Paidi, segerombolan jin di luar gua sebelah kiri. Kira-kira 10 meter dari mulut gua. Dia mendatangi bangsa jin yang terdekat dengan gua tersebut. 

Gerombolan jin yang melihat Wali Paidi datang, tampak ketakutan.

''Ada yang punya korek api?'' tanya Wali Paidi kepada bangsa jin.

''Kami gak punya,'' jawab mereka.

Wali Paidi langsung mengobrak abrik tempat para jin tersebut. 

Para jin lari tunggang langgang, dan banyak sekali yang terluka. 

Selanjutnya, setiap tempat yang ada jinnya, didatangi oleh Wali Paidi. 

Kalau ditanya korek api, jawabannya, tidak punya, maka Wali Paidi ini langsung mengobrak abrik tempat tersebut.

Gemparlah seluruh bangsa jin di Gunung Arjuna melihat sepak terjang Wali Paidi. 

Seluruh desa dan kota dari kerajaan jin di Gunung Arjuna telah diobrak abrik oleh Wali Paidi. 

Nama Wali Paidi menjadi terkenal, menjadi momok yang menakutkan di kalangan bangsa jin.

Dan akhirnya tibalah Wali Paidi di pusat kerajaan bangsa jin. 

Ketika sampai di gerbang kerajaan, Wali Paidi disambut oleh 2 jin prajurit yang memang oleh raja mereka diperintahkan untuk menyambut Wali Paidi dan mengantarkan kepadanya. 

Tampak wajah-wajah yang ketakutan di wajah prajurit jin ini melihat Wali Paidi.

Dengan suara tergagap-gagap, prajurit ini mempersilakan Wali Paidi untuk masuk istana menemui raja mereka. 

Dalam istana raja jin yang bernama Ismoyo ini sudah menunggu kedatangan Wali Paidi. 

Setelah Wali Paidi masuk istana, raja Ismoyo ini langsung turun dari singgasananya, menyambut langsung Wali Paidi dan mempersilakan Wali Paidi untuk duduk di sampingnya. 

Dengan agak takut raja Ismoyo ini bertanya, ''Hamba dengar tuan wali telah membuat geger kerajaan hamba. Tuan telah mengobrak abrik seluruh wilayah kerajaan hamba, tuan telah mengobrak abrik seluruh wilayah kerajaan tanpa ada yang sanggup melawan tuan."

"Apakah gerangan yang tuan cari, sehingga tuan murka begini? Mungkin hamba bisa membantu,'' lanjut Raja Jin. 

Wali Paidi menjawab: ''Aku mencari korek, apakah sampeyan punya?'' (Bersambung)

Catatan: Penulisnya yang semula tak diketahui jati dirinya, setelah "di-tracing" oleh Cowaser Kiai Abu Muslich (Kediri) adalah jamaah Thariqah Sadziliyah PETA Tulungagung. Namanya masih ditelisik. Ada kata LUTFI-nya, kata Kiai Muslich yang juga jamaah Thariqah Sadziliyah PETA Tulungagung.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda