Covid-19 di Asia Tenggara (2 – Habis)

Thailand Hebat, Indonesia ke Arah Gawat

Foto: Istimewa

COWASJP.COM – Kamis 21 Mei 2020 terjadi penambahan 973 warga yang positif Covid-19. Di seluruh Indonesia. “Ini merupakan peningkatan jumlah tertinggi,” kata juru bicara pemerintah, Achmad Yurianto. 

Terlihat bahwa perjuangan para petugas medis dan Gugus Tugas untuk meredam penyebaran virus semakin keras. 

Pada 21 Mei itu saja, mereka melakukan pemeriksaan (tes) terhadap 8.092 warga. Di berbagai kota. Angka ini diperoleh dari jumlah yang dites sampai 21 Mei dikurangi jumlah yang telah dites sampai 20 Mei.  Yaitu 219.975 - 211.883 = 8.092 warga.

Semakin banyak yang dites per hari, semakin baik. Berarti, perburuan terhadap virus yang menginfeksi warga semakin masif. Yang positif segera diisolasi agar tidak “melompat” ke orang lain di dekatnya. Kemudian dirawat agar sembuh. Yang OTG juga ketahuan dan diisolasi serta diawasi. Sampai kembali negatif. 

BACA JUGA: Persentase Positif Singapura dan Indonesia Tertinggi

Berapakah rata-rata jumlah warga Indonesia yang dites sebelum 21 Mei? Kita coba menghitungnya.

Katakan para petugas medis start melakukan rapid test dan swab test mulai 1 Maret 2020. 

Sampai 20 Mei = 81 hari. Sampai 20 Mei yang telah dites = 211.883.

Jadi, rata-rata per hari = 211.883: 81 = 2.615,839. Dibulatkan jadi  2.616 orang. 

So, jika 21 Mei kemarin yang dites 8.092 warga, berarti meningkat tiga kali lipat. Mudah-mudahan belum top gas. Secara bertahap bisa dinaikkan lagi menjadi 10.000 perhari, bahkan sampai 15.000 perhari. 

Jika jumlah yang dites dipertahankan rata-rata 8.000 saja per hari, maka per bulan = 30 x 8.000 = 240.000 warga yang diperiksa.

SATE.jpgPedagang kaki lima di Thailand. (FOTO: kompas.com)

Sebelum kalkulasi dilanjutkan, perkenankan kami memohon maaf. Kami sadar, bahwa kami bukan ahlinya. Kami hanya wong cilik yang coba mengotak-atik. Siapa tahu bermanfaat, walaupun tak seberapa.

Nah, dari 8.092 warga yang diperiksa pada 21 Mei itu, yang positif Covid-19 tercatat 973 warga = 12,02% dari 8.092.

Kalau jumlah yang dites rata-rata 8.000 warga sejak 21 Mei ini, maka 30 hari kemudian, tepatnya 20 Juni 2020, terjadi penambahan 240.000 warga yang dites.

Jika persentase yang positif rata-rata 10%, maka pada 20 Juni mendatang ada penambahan yang positif Covid-19 = 24.000 warga.

Sampai 21 Mei telah tercatat 20.162 warga positif Covid-19.

Jadi pada 20 Juni nanti = 20.162 + 24.000 = 44.162 warga positif Covid-19.

Lima bulan lagi (medio Oktober) = 20.162 + (24.000 x 5) = 20.162 + 120.000 = 140.162 warga Indonesia positif Covid-19. 

Lima bulan lagi, jumlah total yang dites = 219.975 (sampai 21 Mei kemarin) + (240.000 x 5) = 219.975 +1.200.000 = 1.419.000 warga.

Apakah jumlah tenaga medis dan rumah sakit di Indonesia mampu menerima dan melayani penambahan pasien Covid-19 yang luar biasa itu?

Inilah yang membuat kami menuliskan judul: “Thailand Hebat, Indonesia ke Arah Gawat.”

KAPAL.jpgUji coba kapal ferry tenaga listrik di Sungai Chao Phraya. (FOTO: Energy Absolute)

Setiap hari ada penambahan sekitar 950 pasien (semoga tidak sebesar itu lagi). Bisakah rumah sakit-rumah sakit kita menerimanya? Cukupkah tenaga medis, peralatan, dan berbagai fasilitasnya menangani semuanya?

Semoga, tren penurunan jumlah yang terinfeksi segera terjadi. Dan, jumlah yang sembuh naik pesat. Aamiin YRA. Kita tentu tidak menginginkan hal terburuk bakal terjadi dalam sejarah kemerdekaan NKRI.

Kita tak ingin tersudut di area #terserah. Kita ingin melangkah dengan spirit #pantangmenyerah!

**

Mengapa Thailand hebat?

Memang di Vietnam sejauh ini tidak ada seorang pun (nol) korban tewas. Sampai Jumat 22 Mei 2020 pukul 01.15, hanya ada 324 yang terinfeksi Covid-19. Tidak ada yang meninggal. Juga tidak ada satu pun tambahan yang terinfeksi Covid-19. Luar biasa!

Yang sembuh di Vietnam 264 orang: 81,48% dari yang terpapar 324 orang.

Bandingkan dengan Thailand. Di negeri Gajah Putih itu yang sudah sembuh 2.897 orang dari 3.037 yang terpapar. Jadi, yang sembuh = 95,39%. Inilah yang hebat! 

Bandingkan dengan Indonesia yang sembuh 4.838 orang (23,99%) dari yang terpapar 20.162. 

Di Thailand, yang meninggal 56 orang (1,84%). Bandingkan dengan Indonesia, yang meninggal – sampai 21 Mei – tercatat 1.278 orang (6,33%) dari 20.162 pasien. 

Berarti, Thailand sudah mampu meredam Covid-19 sampai ke titik rendah. Meskipun begitu lockdown belum juga dicabut sepenuhnya. 

Pabrik-pabrik telah berjalan lagi. Tapi masih dalam suasana lockdown. Pabrik kendaraan elektrik terbesar di Thailand, misalnya, diberitakan oleh Bangkok Post, 20 Mei, Energy Abslolute Plc (EA)-nya  bisa melanjutkan konstruksi pabrik lithium-ion battery. Mereka sudah bisa menguji prototype kapal elektrik di sungai.

Diberitakan kantor berita Reuters, seperti dilansir kompas.com, mulai Senin 4 Mei pemerintah Thailand telah melonggarkan kebijakan lockdown-nya.

Pedagang kaki lima, restoran, toko-toko boleh kembali beroperasi. “Kios kami telah tutup 40 hari karena tidak ada seorang pun pengunjung yang datang. Pendapatan kami berkurang hingga 70 persen,” kata Taweesak Tabthong, pemilik restoran yang menyediakan makanan berbahan sirip hiu.

Sebelumnya restoran dan pedagang kaki lima hanya boleh berjualan makanan untuk dibawa pulang. Tidak boleh ngandok (makan di restoran itu). Juga boleh melayani pesanan antar. Kini mereka boleh menerima pengunjung lagi. Tapi tetap jaga jarak dan atur penempatan meja kursi yang aman.

Itu dilakukan setelah Thailand berhasil mencapai tingkat kesembuhan di atas 80 persen!

Indonesia baru mencapai tingkat kesembuhan 23,99%. Sangat berisiko jika pelonggaran PSBB dipaksakan sekarang.

Lebih baik dalam 30 hari ke depan difokuskan untuk menekan jumlah pasien baru, dan meningkatkan jumlah pasien yang sembuh. Capailah secepatnya 70% tingkat kesembuhan.Barulah pelonggaran dilakukan berangsur dan tetap jaga jarak. 

Tetap social/physical distancing. Karena obat dan vaksin belum ditemukan dan diproduksi massal.

Semoga badai segera berlalu. Aamiin YRA. (*)

DATA INDONESIA & THAILAND

Kamis 21 Mei 2020

Sumber: worldometers.

31(33).INDONESIA 

Rabu 20 Mei 2020

Yang dites 211.883

Yang positif 19.189 (9,05%)

Kamis 21 Mei 2020

Pukul 20.00 WIB

Yang dites 219.975 – bertambah 8.092.

Yang positif 20.162 (9,16%) – bertambah 973

Yang sembuh 4.838 (23,99%)

Yang meninggal 1.278 (+ 36)

Berarti, dari tambahan 8.092 warga Indonesia yang dites, yang positif bertambah 973 warga (12,02%)

72(70)THAILAND

21 Mei 2020

Pukul 20.00 WIB

Yang dites 328.073

Yang positif 3.037 – tambahnya hanya 3 pasien.

Yang sembuh 2.897 (95,39%)

Yang meninggal 56

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber : berbagai Sumber

Komentar Anda