Berbagai Problem Remaja (2)

Gangguan Somatoform atau Psikosomatik pada Remaja

COWASJP.COM – Gangguan ini lebih dikenal di masyarakat umum sebagai gangguan psikosomatik. Ciri utama dari gangguan somatoform adalah adanya keluhan gejala fisik yang berulang. Lantas penderita minta pemeriksaan medis. 

BACA JUGA: Gejala Skizofrenia pada Remaja‚Äč

Dan, inilah yang aneh. Meskipun sudah berkali-kali terbukti hasilnya negatif. Telah dijelaskan pula oleh dokter bahwa tidak ditemukan kelainan fisik yang menjadi dasar keluhannya. Akan tetapi, pasien biasanya menolak adanya kemungkinan penyebab psikologis. Padahal jelas-jelas ditemukan gejala anxietas dan depresi yang nyata.

GEJALA UMUM

1.Gangguan Somatisasi.

Ciri utama adalah adanya gejala fisik yang bermacam-macam (multiple), berulang dan sering berubah-ubah. Biasanya sudah berlangsung bertahun-tahun (sekurang-kurangnya 2 tahun). Disertai riwayat pengobatan yang panjang dan sangat kompleks. 

Keluhannya dapat mengenai setiap sistem atau bagian tubuh yang mana pun, tetapi yang paling lazim adalah keluhan gangguan gastrointestinal (perasaan sakit perut, kembung, berdahak, mual , muntah dan sebagainya). 

Keluhan perasaan abnormal pada kulit (perasaan gatal, rasa terbakar, kesemutan, baal, pedih dan sebagainya), serta bercak-bercak pada kulit. 

Keluhan mengenai seksual dan haid sering muncul. Sering terdapat anxietas dan depresi yang nyata, sehingga memerlukan terapi khusus. 

soma.jpgPsikosomatik biasanya berawal dari masalah psikologis, seperti takut, stres, depresi, atau cemas. (FOTO: alodokter.com)

Fungsi dalam keluarga dan masyarakat terganggu, berkaitan dengan sifat keluhan dan dampak pada perilakunya. Lebih sering terjadi pada wanita, dan biasanya muncul pada usia remaja akhir/dewasa muda. Dapat pula ditemukan pada pra-pubertas. 

Ketergantungan atau penyalahgunaan obat-obatan (biasanya sedativa dan analgetika) terjadi akibat seringnya menjalani rangkaian pengobatan. Termasuk: gangguan psikosomatik multipel.

2.Gangguan Hipokondrik

Ciri utama adalah preokupasi yang menetap akan kemungkinan menderita satu atau lebih gangguan fisik yang serius dan progresif. Pasien menunjukkan keluhan somatik yang menetap atau preokupasi terhadap adanya deformitas atau perubahan bentuk/penampilan. 

Perhatian biasanya hanya terfokus pada satu atau dua organ/sistem tubuh. Tidak mau menerima nasihat atau penjelasan dari beberapa dokter. Sudah dijelaskan bahwa tidak ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik yang melandasi keluhannya, tapi pasien tetap saja membantah. 

soma1.jpgCirinya, pasien tak percaya apa yang dijelaskan dokter. Ngeyel. (FOTO: alodokter.com)

Sering disertai depresi dan anxietas yang berat. Gangguan hipokondrik ditemukan pada laki-laki maupun wanita sama banyaknya.

Disfungsi Otonomik Somatoforn

Keluhan fisik yang ditampilkan pasien merupakan gejala dari sistem saraf otonom. Misalnya sistem kardiovaskuler (cardiac neurosis), gastrointestinal (gastric neurosis dan nervous diarrhoea), atau pernafasan (hiperventilasi psikogenik dan cegukan). 

Gejala yang nampak dapat berupa tanda objektif rangsangan otonom, seperti palpitasi berkeringat, muka panas/merah (flushing), dan tremor. Selain itu dapat pula berupa tanda subjektif dan tidak khas, seperti perasaan sakit, nyeri, rasa terbakar, rasa berat, rasa kencang, atau perasaan badan seperti mengembang. 

Juga ditemukan adanya bukti stes psikologis atau yang nampaknya berkaitan dengan gangguan ini. Tidak terbukti adanya gangguan yang bermakna pada struktur atau fungsi dari sistem atau organ yang dimaksud.

Gangguan Nyeri Somatoform Menetap

Keluhan yang menonjol adalah nyeri berat, menyiksa dan menetap. Tidak dapat dijelaskan sepenuhnya atas dasar proses fisiologis maupun adanya gangguan fisik. 

YUNASA.jpg

Nyeri timbul berkaitan dengan adanya konflik yang berdampak emosional atau problem psikososial yang cukup jelas. Yang berdampak meningkatnya perhatian dan dukungan, baik personal maupun medis untuk bersangkutan.

Penatalaksanaan

TERAPI FARMAKOLOGIS

Terapi yang diberikan untuk kasus dengan gangguan somatoform bersifat simtomatik, sesuai dengan keluhan somatik pasien dan dapat berupa: analgetika, relaksan otot, antasida. 

Bila ditemukan gejala depresi: tambahkan anti depresan (lihat : penatalaksanaan gangguan depresi), bila ditemukan gejala anxietas berikan anti anxietas, (lihat: penatalalsanaan gangguan cemas).

Psikoterapi suportif

Terapi remedial/edukatif

Terapi keluarga.(*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda