Gelora Kabupaten Blitar

PC ISNU, Anshor dan Banser Gelar Bakti Sosial

Menyumbang tempat cuci tangan, disinfektan dan masker di titik-titik kumpul. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Hampir dua minggu ini Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Blitar bersama GP Ansor, dan Banser melakukan serangkaian kegiatan bakti sosial.

Tujuannya untuk memutus matarantai penyebaran virus Covid-19 di wilayah Blitar dan sekitarnya.   

Apa yang dilakukan mereka?

Banyak sekali yang dilakukan. Di antaranya melakukan penyemprotan ke rumah-rumah warga. Memberikan edukasi kepada warga tentang bahaya virus Corona. Memberikan bantuan sembako dan ratusan masker kepada masyarakat terdampak. Memberikan pencerahan dan pelatihan bagaimana merawat jenazah korban virus Corona.

banser1.jpgMembagi sembako kepada tukang becak.

"Kami ini bagian yang tidak terpisahkan dari Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 PCNU Kabupaten Blitar," ujar Imam Maliki, pelaksana tugas PC ISNU Kabupaten Blitar. Menurut Maliki, sejak Covid-19 mewabah di tanah air PC ISNU Blitar secara mandiri langsung membentuk tim gugus tugas.

Tim bekerjasama dengan Ansor dan Banser.

Awal kegiatan memberikan edukasi ke lembaga pendidikan dan tempat-tempat  ibadah. Bagaimana  cara memutus tali penyebaran corona tersebut. 

"Kepada mereka kita jelaskan bagaimana cara mencegah Corona. Dengan standar kesehatan yang diberlakukan pemerintah. Memberikan penjelasan apa saja manfaat lockdown untuk kesehatan kita," kata Imam Maliki. Dalam waktu bersamaan, tim sekaligus melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga masyarakat, tempat ibadah, dan tempat-tempat  pendidikan.

banser2.jpgTukang ojek online juga mendapat bantuan.

"Kita tidak perlu takut pada Covid-19. Tapi kita juga tidak boleh gegabah. Ikhtiar batin kita lakukan. Ikhtiar dhohir ya kita laksanakan sesuai anjuran pemerintah," kata mantan bendahara PW IPNU Jatim ini. Selain itu, tim  bekerjasama dengan para donatur telah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak Corona. Antara laij ojek online (ojol), abang becak dan fakir miskin." Alhamdulillah ratusan sembako sudah kami salurkan kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh adanya Corona. Ya tidak banyak.Tapi setidaknya bisa mengurangi beban mereka," tambah Imam Mahmudi Komandan Banser Satkorcab Blitar. 

Intensitas edukasi, lanjut Imam Maliki, ditingkatkan begitu masuk bulan puasa. Beberapa perlengkapan khusus disediakan di titik kumpul masyarakat. Seperti tabung air, masker dan pencuci tangan.

"Shalat jamaah lima waktu dan salat tarawih kita tata sedemikian rupa. Seperti protokol pemerintah. Jadi jaraknya minimal satu meter, pakai masker dan bawa sajadah sendiri," ungkap Maliki yang juga aktif di Ansor ini. 

banser3.jpg

Tim juga melakukan pelatihan dan praktik tatacara merawat jenazah yang terkena wabah Corona. Ini sangat penting karena masyarakat rata-rata takut melakukan perawatan. Sehingga harus dipersiapkan petugas khusus untuk merawat jenzah korban corona dengan memakai seragam khusus APD.

 "Rata- rata warga takut merawat jenazah korban Covid-19," katanya.  Sampai kapan tim ini berjalan? Maliki dan Mahmudi mengatakan sampai persoalan Covid-19 dinyatakan bersih oleh pemerintah dan PBNU. 

YUNASA.jpg

"Selama pemerintah menerapkan siaga Covid, kami juga selalu siaga," tegasnya.

Maliki menghimbau  kepada warga masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyebaran virus Corona. 

Musibah ini dialami umat manusia di 210 negara. Dalam memberikan bantuan harus mengedepankan kemanusiaan, tanpa melihat suku, agama, dan golongan.

"Yang paling mudah adalah dengan cukup  berdiam di rumah. Saya mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah, kalau tidak ada kepentingan yang mendesak," tegas Maliki.(*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda